Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Ancaman bom


__ADS_3

"Siapa kalian? berani menghalangi ku?" tanya Kurashi dengan menodongkan senjatanya ke arah sekelompok orang yang berdiri berbaris di depan toko


"Ingin membawa cucu ku pergi maka harus meminta izin dari ku" ketus Lion yang muncul di tempat itu dengan di temani oleh Bieber dan Kelvin


"Kakek, kakek, apa kakek ada bawa bom?" tanya Lavender dengan bersemangat


"Hei..apa kau ingin meledakkan toko bibi mu ini ya?" tanya Summy


"Tidak apa-apa, setelah meledak maka ganti baru saja" jawab Lavender dengan santainya


"Lavender, apa mereka melukai mu?" tanya Lion dengan merasa khawatir


"Tidak, Kek." jawab Lavender


Sebanyak 30 anggota menodong senjata mereka ke arah Kurashi dan 2 anggota yang sedang memegang lengan Lavender


Dua anggota Lion lalu menghampiri 2 anggota Kurashi dan mendorong mereka secara kasar ke dinding sambil mengancamnya dengan mengunakan senjata


"Kau adalah Lion? ketua perkumpulan besar Lion?" tanya Kurashi dengan penasaran


"Benar, aku adalah Lion dan Lavender adalah cucu ku, kau menculiknya beberapa hari yang lalu dan hari ini kau masih saja mengulanginya, kelihatannya kau sudah bosan hidup" ketus Lion dengan kesal


"Aku tidak menyangka jika Lavender adalah cucu mu, lalu kenapa jika memang benar? jika aku ingin membawanya pergi maka siapa pun tidak akan bisa melarang ku" jawab Kurashi dengan membuka jas bagian depannya, di saat dia membukanya semua mata fokus pada tubuhnya yang telah di ikat dengan bom waktu


"Kenapa kau melakukan seperti itu? di sini adalah pasar ramai penduduk, dan kau adalah pria tapi kau malah bersikap pengecut sehingga ingin melibatkan orang lain" ketus Lion


"Hidup ku sudah hancur, aku hanya ingin membawanya pergi tapi kalian semua malah menghadang ku, jika hari ini aku tidak bisa membawanya pergi maka kita semua akan mati bersama" kecam Kurashi


"Apa kau gila..ha? kau mengunakan nyawa-nyawa orang yang tidak bersalah hanya karena keegoisan mu, aku mengira kau orang baik tapi ternyata aku sudah salah menilai" bentak Summy dengan kesal


"Kurashi, tidak perlu kau mengancam ku dengan cara seperti ini, aku adalah Lion dan tidak bisa di ancam" kata Lion dengan bersikap tenang


"Aku tahu kau adalah Lion yang pemberani, tapi asal kau tahu jika kau mau menang maka semua yang tinggal di pasar ini akan mati bersama, lepaskan anggota ku dan biarkan aku membawa Lavender pergi, maka semua orang di sini akan aman-aman saja" kecam Kurashi

__ADS_1


"Aku menyesal di saat itu aku tidak membunuh mu saja, ternyata memotong beo mu tidak berguna sama sekali, apa kau mengira dengan bom ini aku takut pada mu" gertak Lavender dengan kesal


"Lavender, aku tidak menyalahkan mu jika kau telah melukai ku, tapi sesuatu yang aku tidak dapat maka jangan berharap orang lain akan mendapatkannya, jika aku tidak mendapatkan mu maka George Hamilton juga tidak bisa mendapatkan mu"


"Lalu kau ingin membawa ku ke mana?" tanya Lavender


"Kembali ke jepang, aku akan menguasai semua posisi ketua mafia di sana, dan kau bisa menjadi istri ketua mafia bukankah itu bagus?" jawab Kurashi


"Kelihatannya kau sudah tidak waras, kau sekarang adalah pria yang tidak bisa buat apa-apa tapi masih ingin keponakan ku menjadi istri mu, apa kau masih waras?" ketus Summy


"Ingin membawa cucu ku pergi tidak akan ku izinkan" gertak Lion


"Pria ini sudah gila, semua di sini bisa mati di buatnya, aku harus mengikutinya pergi jika tidak ini akan melibatkan semua tetangga di sini dan juga kakek dan Bibi " batin Lavender


"Hei..kura-kura, jika kau ingin membawa ku ayo kita pergi, hanya menikah saja bukan masalah besar" kata Lavender dengan sengaja dan menghampiri Kurashi


"Lavender, apa yang kau lakukan?" tanya Lion


"Kakek, Bibi, hanya menikah saja bukan masalah besar, lagi pula aku juga tidak boleh egois, jika aku menolak maka semua warga sini akan menjadi korban" jelas Lavender


"Turunkan semua senjata kalian, jika tidak maka kita semua akan mati bersama" kata Kurashi dengan mengancam


"Kakek, biarkan kami pergi" ujar Lavender dengan mengedip matanya sebagai kode


"Kurashi, jika kau berani melukai cucu ku aku akan mencabut nyawa mu" kecam Lion dengan tegas


"Ketua Lion, tenang saja, aku sangat menyayanginya oleh sebab itu dia tidak akan ada apa-apa, dia akan menjadi istri ku di masa depan, setelah kami menikah maka kita adalah sekeluarga" ujar Kurashi


"Siapa yang mau sekeluarga dengan mu, dasar belut" ketus Lavender dalam hati


"Semua berikan jalan untuk dia" perintah Lion pada anggotanya


"Lavender" panggil Summy yang melihat Lavender di bawa pergi oleh Kurashi

__ADS_1


Dua anggota Lion hanya bisa melepaskan dua anggota Kurashi dan biarkan mereka pergi bersama


"Tuan Lion, ini bukankah?" ucap Summy


"Summy, tenang saja, tidak akan ada apa-apa, biarkan dia tinggalkan tempat keramaian, jika tidak ini akan membahayakan nyawa mereka" jelas Lion


"Bieber, Kelvin, mari ikut mereka, jangan sampai di ketahui" perintah Lion


"Siap Ketua besar" jawab serentak mereka berdua


Kurashi membawa Lavender pergi meninggalkan pasar keramaian, mereka menaiki mobil menuju ke bandara. Lavender duduk di belakang bersama Kurashi sementara dua anggotanya duduk di depan mereka


"Apa kau yakin ingin membawa ku ke jepang? bagaimana dengan singa jepang itu nanti?" tanya Lavender dengan menatap ke arah Kurashi


"Dia tidak bisa buat apa-apa jika aku mau, dia ingin aku menjadi ketua mafia di jepang, jadi aku bisa saja melakukan sesuai keinginannya" jawab Kurashi


"Aku tidak mau di suatu saat dia mencari masalah dengan ku" kata Lavender dengan merasa kesal


"Aku tidak akan membiarkan dia menyentuh mu" jawabnya dengan penuh rasa yakin


"Kura-kura, apa kau tidak membenci ku?" tanya Lavender dengan penasaran


"Kenapa aku harus membenci mu?"


"Aku sudah melukai mu bahkan sangat parah"


"Jika mencintai seseorang maka tidak akan bisa membencinya" jawab Kurashi dengan menyentuh wajah Lavender


"Kenapa kau bisa mencintai ku dan juga tidak marah pada ku? selama ini aku selalu jahat terhadap mu, aku meledakkan dapur mu dan hampir saja membuat rumah mu terbakar, paling parahnya adalah aku melukai mu"


"Aku menyukai mu di saat 10 tahun yang lalu, aku tidak membenci mu sama sekali walau kau telah melukai ku" jawab Kurashi dengan senyum


"Gila, ini benar-benar gila kenapa aku malah merasa bersalah setelah mendengar jawabannya? tidak, aku tidak boleh berhati lembut aku harus mencari kesempatan keluar dari sini" batin Lavender

__ADS_1


__ADS_2