
"Kakek, tidak alasannya untuk aku membunuhnya, walau aku tidak menyukainya bukan berarti aku akan membunuhnya, dari kecil senjata saja aku tidak berani sentuh mana mungkin aku berani membunuh" jelas Floris dengan berusaha menyangkal
"Tidak bisa mengunakan senjata bukan berarti tidak berani membunuh, katakan apa alasan mu ingin membunuhnya?" tanya Lion dengan emosi
"Kakek, jangan menuduh ku, Kakek harus percaya pada ku" jelas Floris yang berdiri dan menghampiri Lion
"Berlutut" perintah Lion dengan tegas
"Kakek" sebut Floris dengan manja
"Berlutut" ketua Lion dengan emosi
"Kakek, jika ingin menghukum jangan hukum aku saja. kakek, harus menghukum Lavender juga dia melukai wajah ku dan tangan ku, semua luka ku ini dia yang berikan" kata Floris dengan menangis
"Semua luka mu itu dari hasil diri kamu sendiri, kau melukai diri sendiri dan kemudian kau menuduhnya, karena dia masih hidup maka kau masih tidak puas dan ingin membunuhnya dengan mengunakan bantal" bentak Lion dengan kesal
"Kakek, ini semua tidak benar" balas Floris yang menyangkal
"Berlutut sekarang juga" ketus Lion dengan emosi
"Kakak, lihatlah kakek setelah mengakui cucunya aku di abaikan lagi" kata Floris yang duduk di samping George dengan menarik-narik tangan George
"Jika bukan karena kakek Lion maka aku sudah membunuh mu di saat itu" kecam George dengan tatapan aura membunuh
"Kenapa kau tidak percaya pada ku? apa karena kau menyukainya maka kau percaya padanya?"
"Karena dia tidak bisa berbohong" jawab George dengan tatapan tajam
"Kakek, jika tidak percaya pada ku maka aku keluar saja" ucap Floris dengan niat mengelak dari hukuman dan segera ingin melangkah keluar dari ruangan itu
"Tahan dia" perintah Lion yang melihat ke arah Floris dengan tatapan kejam
__ADS_1
Bieber dan Kelvin menghentikan langkah Floris yang berniat melarikan diri
"Kakek, jika tidak percaya pada ku untuk apa aku di sini lagi?" tanya Floris dengan menangis
"Karena kau belum menjalankan hukuman mu" jawab Lion
"Kakek, aku tidak puas kalau hanya aku yang kena hukum maka bawa wanita rendahan itu dan hukum bersama ku"
"Paksa dia berlutut" perintah Lion yang sedang emosi
Bieber dan Kelvin memaksa Floris berlutut di depan Lion dengan menekan pundaknya dengan kuat
"Lepaskan" ujar Floris yang menangis
"Kau sudah bisa melawan ku, sangat tidak tahu diri, dari saat kau masih kecil kau hidup mewah di sini dan aku terlalu memanjakan mu, makanan mewah, pakaian mewah, sekolah tinggi, semua barang mu adalah barang bermerk walau kau hidup boros aku tidak pernah berkata apa pun, tapi kau malah semakin berani mencari masalah dengan orang lain dengan mengunakan nama ku, kau benar-benar tidak tahu diri" bentak Lion dengan kesal
"Apa kau tahu hidup mu sudah terlalu mewah dan manja, sehingga tidak pernah mengakui kesalahan mu, walau kau menindas orang lain bahkan sampai beraninya kau ingin membunuh orang hanya karena keegoisan mu itu, kau benar-benar durhaka" ujar Lion dengan emosi
"Lalu kenapa jika kau cucu ku? apa karena status mu itu maka aku tidak seharusnya menghukum mu?" balas Lion
"Asal kau tahu semua milik mu ini sebenarnya adalah milik Lavender, di saat kau makan enak dia hanya makan makanan biasa, di saat kau memakai pakaian bermerk dia hanya mengenakan pakaian biasa, dia saat kau menikmati hidup mewah dia sedang bekerja dengan Bibinya, dan di saat kau menindas orang dengan mengunakan anggota dia harus melindungi dirinya sendiri, dia sangat mandiri sedangkan kau sering saja salah dan egois" bentak Lion dengan emosi
"Bieber, bawa dia ke ruang bawah tanah, jangan biarkan dia keluar" perintah Lion dengan tegas
"Baik" jawab Bieber yang menarik lengan Floris
"Aku tidak mau ke ruang itu, Kakek, aku mohon jangan melakukannya" pinta Floris yang ketakutan dan meronta
"Bawa pergi"
"Baik Ketua besar" jawab Bieber yang menarik paksa lengan Floris
__ADS_1
"Aku tidak mau. Kakek, tolong jangan mengurung ku di sana"teriak Floris yang menangis karena ketakutan
Lion menarik nafas panjang karena merasa kesal dan emosi akibat perbuatan Floris.
"Aku mengadopsi Girvanlo karena aku tidak memiliki penerus, dan aku mengadopsi Floris karena aku rindu sama cucu ku, aku melihat anak kecil yang baru usia 2 tahun di saat itu aku mengingat jika cucu ku masih hidup maka dia sudah usia 2 tahun juga. semakin lama dia semakin bertumbuh besar, dan setiap saat aku melihatnya aku membayangi cucu ku. akan tetapi dia malah hampir menyebabkan Lavender yang adalah cucu kandung ku kehilangan nyawa" ucap Lion dengan menyesal
"Kakek, bagaimana pun kalian sudah saling mengakui, apa pun yang terjadi yang nama keluarga tidak akan terputus walau telah lama terpisah" ujar George
"Benar, aku sangat bahagia karena cucu yang ku rindukan selama ini masih selamat, aku memberi Floris segalanya akan tetapi cucu kandung ku malah hidup susah, ini semua karena kelalaian ku."
"Kakek, jangan menyalahkan diri sendiri, semua yang terjadi bukan salah Kakek tapi semua itu karena Tevez"
"Sekarang aku sudah bertemu kembali dengan Lavender, dan aku ingin menebus semuanya, yang seharusnya miliknya akan ku berikan padanya"
"Kakek, apa rencana anda terhadap Lavender dan Floris? mereka tidak bisa tinggal bersama, lagi pula dengan sifat Lavender belum tentu dia akan tinggal di sini"
"Aku sangat berharap jika dia tinggal bersama ku, tapi jika dia tidak sudi maka aku tidak bisa memaksanya, karena Summy yang menjaganya dari dia kecil" ujar Lion
"Kakek, bisa coba untuk merunding dengannya, mana tahu jika dia mau tinggal di sini" kata George yang sedang duduk bersandar
"George, Lavender satu-satunya ahli keluarga ku, jika dia bersama mu maka aku juga lebih tenang, jika aku pensiun aku berharap kau bisa mengantikan ku" kata Lion yang menatap ke arah George
"Jangan berkata seperti itu, kumpulan Lion masih sangat membutuhkan mu" jawab George dengan sopan
"Tapi usia ku sudah tua, memang sudah saatnya aku pensiun, setelah bunuh Tevez maka aku akan keluar dari dunia Mafia" ujar Lion
"George, kau adalah satu-satunya penerus yang paling layak, jadi aku sudah memutuskan menyerahkan posisi ku pada mu dari semenjak awal" lanjut Lion
"Terima kasih karena sudah memandang tinggi pada ku, kumpulan Lion sangat besar dan aku tidak yakin aku sanggup mengantikan, Kakek"
"Kau salah, kumpulan Lion dan Black White sama-sama besar di saat itu kau bisa mengabungkan 2 kumpulan ini, dan aku yakin kau mampu mengurusnya"
__ADS_1