Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Floris tewas


__ADS_3

"Ini kelalaian ku juga, jika aku lebih waspada maka semua ini tidak akan terjadi, ketua besar dalam bahaya dan hampir di bunuh oleh pembunuh itu, nona Lavender harus masuk lagi ke ruang operasi, Bieber juga kena 4 tembakan, ini semua kelalaian ku" ucap Kelvin dengan rasa bersalah


"Kelvin, ini tidak bisa menyalahkan mu juga, kakek dan Lavender di rumah sakit, dan diri mu dan Bieber harus mengurus kumpulan Lion, tanggung jawab mu juga berat, jadi bukan salah mu, justru kalian malah sangat setia terhadap kakek" ujar George


Dua jam kemudian


Dokter yang menangani Lavender keluar dari ruangan operasi


"Dokter, bagaimana dengan Lavender?" tanya George dengan khawatir


"Jahitan pasien di tiga bagian terbuka oleh sebab itu mengeluarkan darah, jahitannya belum kering, jika mengeluarkan tenaga atau hentakan pasti akan berakibat fatal pada lukanya, harap tidak ada kejadian untuk ke dua kalinya" jelas Dokter


"Terima kasih Dokter" ucap serentak George dan Kelvin


Setelah beberapa saat kemudian


Dokter yang menjalankan operasi Bieber keluar dari ruangan itu


"Pasien sudah melewati masa kritis, 4 peluru telah berhasil di keluarkan" kata Dokter yang berdiri di hadapan George dan Kelvin


"Terima kasih Dokter" ucap Kelvin dengan merasa tenang


"Beruntung mereka sudah melewatinya. Kelvin, kita pindahkan kakek dan Lavender di tempat yang aman, awasi mereka selama 24 jam secara bergantian, dan kita atur kan anggota kita berjaga di luar rumah sakit jika ada orang yang mencurigakan maka langsung di tahan" ucap George


"Baik, aku akan memperintahkan anggota kami untuk berjaga di dalam rumah sakit di setiap sisi, untuk lebih waspada, agar kita tidak terlewatkan jika ada musuh kita yang menyamar" kata Kelvin


"Ide yang bagus, lakukan saja" jawab George


"Aku tidak melihat Bruce, apakah ada yang terjadi padanya?" tanya Kelvin


"Tidak, dia dan anggota mu yang lainnya sedang mengurus jasad 5 pembunuh tadi" jawab George


"Untung bocah itu cepat juga, jika tidak aku tidak tahu bagaimana dengan nona, walau Bruce dulu adalah anggota Kaneshiro tapi dia benar-benar sudah berubah" ujar Kelvin


"Iya, dan ini bagus dia bisa di percaya, kita juga bisa mengharapkan dia" ucap George


"Aku berharap suatu saat dia bisa menjadi pengikut kumpulan Lion" ujar Kelvin dengan berharap


"Setelah kakek sadar maka bisa jadikan dia sebagai pengawal kakek ini saran yang bagus" kata George


"Benar" jawab Kelvin


Tidak lama kemudian George masuk ke kamar Lavender yang sedang ketiduran akibat efek obat bius yang di berikan dokter di saat menjalani operasi tadi


"Gadis ceroboh, kau terluka sampai begini. tentu di saat itu kau sangat khawatir dengan kakek kan? jika aku sampai lebih awal semua ini tidak menimpa pada diri mu, mulai hari ini aku akan tetap di sini menemani mu" kata George dengan mengecup dahi Lavender


Keesokan harinya


Jepang


Kaneshiro telah mendapatkan kabar tidak mengembirakam dari anggota yang dia kirim untuk membunuh Lion telah gagal dan tewas di bunuh

__ADS_1


Prak...


Hentakan meja di lakukan oleh Kaneshiro yang bangkit dari tempat duduknya


"5 pembunuh bayaran yang di utuskan tidak ada satu pun yang berhasil dan malah tewas di bunuh semua oleh mereka" bentak Kaneshiro dengan menatap tajam ke arah Erick yang berdiri di hadapannya


"Para pembunuh itu sudah mengunakan bom asap untuk membuat mereka tidak sadarkan diri, tapi mengapa bisa gagal? apakah ini hanya bagian rencana dari mereka karena sudah tahu niat kita?" ujar Erick


"Aku tidak mau tahu apa alasannya, aku hanya mau nyawa Lion, di dunia mafia hanya boleh ada aku Kaneshiro tidak boleh ada Lion si tua cacat itu" bentak Kaneshiro dengan kesal


"Tuan besar, aku akan mencari pembunuh lainnya" ujar Erick


"Apa kau mengira masih ada kesempatan? kali ini sudah gagal, mereka pasti mengutuskan sejumlah anggotanya di rumah sakit, jadi mana mungkin kita memiliki kesempatan lagi" kata Kaneshiro dengan nada tinggi


"Tidak berguna" ketus Kaneshio


Rumah sakit


Seorang wanita sedang berdiri di depan rumah sakit sambil mengamati semua penjaga yang ada di luar sana, dirinya pun memakai kacamata hitam, topi beserta memasang masker menutupi wajahnya dan sambil berjalan masuk ke dalam rumah sakit itu.


Wanita tersebut yang tidak lain adalah Floris yang berniat datang untuk mengambil nyawa Lavender


"Wanita sampah seberapa banyak orang yang menjaga mu tidak ada gunanya juga, aku tetap akan membunuh mu" batin Floris yang mengeluarkan pistol dari tasnya


Di saat berjalan Floris tiba-tiba saja di tabrak oleh seseorang


Bruk


"Siapa kau sebenarnya?" tanya pria itu yang tidak lain adalah Kelvin dengan menodong senjata ke arah Floris


Floris merasa ketakutan saat niatnya telah di gagalkan oleh Kelvin dan berniat ingin meninggalkan tempat itu, akan tetapi langkahnya di hentikan oleh Kelvin yang mendorongnya dengan keras ke tembok itu


"Aaarggghh" jeritan Floris yang di tekan kuat oleh Kelvin


"Ingin lariiii?" bentak Kelvin dengan nada tinggi dan melepaskan masker dan kacamata hitam yang di pakai oleh Floris


"Floris? kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Kelvin dengan menggengam kuat lengan Floris sambil mengancam dengan senjatanya


"Aku hanya ingin melihat kakek" jawab Floris dengan merasa ketakutan


"Melihat kakek kau harus berpenampilan tertutup begini? apa kau yakin bukan datang untuk membunuhnya?" bentak Kelvin


"Tidak, mana mungkin aku ingin membunuh kakek, dia adalah kakek ku, sejahat-jahatnya aku tidak akan melukainya karena dia adalah kakek ku" jelas Floris dengan gemetaran di seluruh tubuhnnya


"Jika hanya ingin melihat kakek kenapa kau harus membawa senjata juga?"


"Ini hanya untuk melindungi ku, aku keluar tanpa pengawal"


"Aku akan membawa mu bertemu dengan nona Lavender sekarang juga" ujar Kelvin dengan menarik paksa Floris dan menuju ke kamar Lavender


"Bagaimana dengan kakek ku?" tanya Lavender yang baru sadar dan duduk bersandar di ranjang

__ADS_1


"Jangan merasa cemas, kakek tidak apa-apa, sekarang banyak anggota yang berjaga di sana, lagi pula kita sudah memindahkan kakek di kamar lain, dengan begini akan lebih aman" jawab George yang sedang duduk di tepi ranjang


Klek...


"Nona Lavender" suara panggilan Kelvin yang masuk sambil menarik lengan Floris


"Paman Kelvin" sahut Lavender


"Kenapa kau bisa berada di sini?" tanya George dengan kesal ke arah Floris


"A...aku hanya ingin melihat kakek saja, tapi di tahan oleh Kelvin" jawab Floris dengan alasan


"Nona, dia membawa pistol" ucap Kelvin dengan melihat ke arah Lavender


"Kau ingin melihat kakek dengan membawa senjata?" tanya Lavender yang turun dari ranjangnya


"Ini hanya untuk melindungi diri ku saja, aku tidak ada pengawal jika tidak mana mungkin aku membawa pistol di dalam tas ku" jawab Floris dengan Alasan


Lavender berdiri di hadapan Floris dengan menatap tajam ke arahnya


"Kau ingin membunuh siapa? kakek atau aku? aku tidak percaya jika kau memiliki hati nurani terhadap kakekku" kata Lavender


"Ini hanya alasan mu saja untuk ingin mencari masalah dengan ku" ucap Floris


Karena sudah tahu niat kedatangan Floris, Lavender yang merasa kesal lalu menggengam erat rambut Floris dan membenturkan ke dinding dengan kuat


Brugh...


Bunyi benturan kepala Floris yang di lakukan oleh Lavender


"Aaaraggghhtt" teriakan Floris yang kesakitan di bagian dahinya sehingga memerah


"Sakiittt" jeritan Floris dengan berusaha meronta


"Kau ingin berusaha membunuh ku atau kakek ku dengan senjata mu itu..ha?" ketus Lavender dengan kesal dan lalu membenturkan lagi kepala Floris ke dinding itu


Brugh..


Bunyi benturan kepala Floris yang ke arah dinding itu


"Aaaargghhh, tolong...aku mohon." pinta Floris dengan merasa sakit


"Sekarang kau baru ingin meminta tolong? apa tidak terlambat? tidak perlu membohongi ku, hari ini aku harus mengambil nyawa mu agar kau tidak bisa ambil kesempatan berniat jahat terhadap keluarga Lion" bentak Lavender yang kesal dengan sambil membenturkan kepala Floris sehingga berulang kali


Brugh...brugh...brugh...brugh..


"Aaarhhhh" jeritan Floris yang kesakitan dan tidak lama kemudian dia pun tewas dengan kondisi yang mengenaskan, di bagian dahinya hancur dan mengeluarkan darah akibat benturan kuat sebanyak berulang kali


George dan Kelvin yang melihat aksi Lavender merasakan perubahan terjadi pada diri gadis itu, jika dulu dirinya akan membalas setiap orang yang menindasnya akan tetapi sekarang dia akan membalasnya dengan cara mengambil nyawa orang itu


"Paman, bawa dia kehadapan semua anggota kita, ini adalah peringatan bagi semua kumpulan Lion, jika berkhianat inilah akibatnya" kata Lavender dengan tegas

__ADS_1


"Baik Nona" jawab Kelvin dengan menurut


__ADS_2