
Pagi hari itu cuaca sangat dingin dan cerah, seorang gadis mungil berkulit putih dan berparas bulat dan manis sedang sibuk mencari tanaman di dalam hutan itu. ia membawa keranjang dan memasukan tanaman yang dia pilih untuk olahan herbal.
Gadis itu berpakaian tebal dan juga sarung tangan.
"Satu, dua, tiga, empat, sisa satu macam lagi bahan sudah cukup asalkan dapat, mudah-mudahan ada di depan sana," ucap gadis itu yang kemudian maju lagi ke depan sana.
Hutan yang terdapat banyak tanaman liar yang bisa dijadikan herbal dan racun dipilih dan diambil oleh gadis itu.
Dan di sisi lain terjadi pembunuhan yang di hutan itu yang cukup jauh jaraknya dari posisi gadis itu.
"Cepat lari...," teriak beberapa pria yang sedang melarikan diri dari kejaran sesuatu
"Aarrgghh..., teriakan para mereka yang melihat tiba-tiba seseorang yang sudah berada di hadapan mereka.
"Ingin lari?" tanya pria itu dengan tatapan yang menakutkan.
"Ka-kau siapa?"tanya salah satu pria itu yang sedang ketakutan.
"Kalian menimbulkan masalah di wilayahku, dan kemudian ingin kabur. apakah kau mengira aku bisa melepaskanmu?" ancaman pria itu dengan penuh amarah.
"Jangan bercanda, kau hanya satu orang, sedangkan kami ada orang lima puluh orang. memang kau bisa mengalahkan kami?"kata mereka dengan meremehkan sambil tertawa.
"Kalau aku mengatakan aku akan membunuh kalian dalam sekelip mata, apa kalian percaya?" lanjut pria itu dengan mata yang berubah menjadi merah api.
__ADS_1
"Ha ha ha ha, apa kau sanggup?" tanya mereka dengan mengejek.
Pria tersebut dengan penuh emosi sehingga mengeluarkan asli wujudnya, mata merah dan taring tajam, kuku di jari-jarinya berubah memanjang secara perlahan.
"Ka-kau si-siapa?" tanya mereka yang ketakutan.
"Cepat lari...," teriakan mereka yang ketakutan dan berlarian hingga berpencar.
Pria bermata merah langsung mencakar mereka dengan kuku panjangnya.
Srek...srek...
"Aarghh...," teriakan mereka yang terluka dan kemudian tumbang di atas tanah.
Pria tersebut membunuh mereka tanpa ampun, dengan mengunakan kukunya mencakar mereka semua. kemarahan yang memuncak membuat sang pria mengunakan taringnya untuk menghisap darah mereka.
"Tolong, ada vampir...," teriak mereka yang melihat darah temannya dihisap hingga darah mengering di tubuh.
Satu-persatu dibunuh, dicakar dan dihisap darah mereka sehingga mereka mengering.
Tidak butuh waktu lama mereka semua tewas di tempat, dengan kondisi yang sangat mengenaskan dan tidak berbentuk lagi.
Pria yang memiliki taring dan kuku panjang kecepatannya bagaikan angin topan saat membunuh mereka semua. hanya hitungan detik ia berhasil membunuh mereka semua.
__ADS_1
Pria itu adalah Leon Zavier, vampire yang berusia ribuan tahun dan memiliki kekuatan yang tinggi dan memiliki banyak musuh dari Klan yang berbeda.
Total lima puluh orang yang dibunuh di pagi itu.
Tidak lama kemudian sekelompok pria berpakaian serba hitam menghampiri pria yang baru membunuh lima puluh orang tadi.
"Ketua," ucap mereka dengan serentak.
"Maaf, kami terlambat,' ucap mereka dengan menunduk.
"Lenyapkan tubuh mereka!" perintah pria itu tersebut.
"Siap, Ketua," jawab mereka dengan serentak.
"Ketua, ada Klan lain yang tidak jauh dari sini, kelihatannya mereka sedang mengincar Anda," kata salah satu bawahannya yang bernama Shane.
"Yuvetus dia ingin membunuhku dan menjadikan diri sebagai terkuat, aku penasaran apakah dia mampu mengalahkanku!" ucap Leon.
"Ketua, bagaimana kalau kita bunuh mereka hari ini juga," kata Shane.
"Bunuh mereka hingga ke akar-akar!" perintah Leon yang berubah menjadi wujud manusia. Leon adalah vampir yang memiliki paras tampan yang tidak berbeda dengan manusia biasa.
Tidak lama kemudian mereka pun meninggalkan tempat itu dan ingin menemui Klan lain yang sedang mengincarnya.
__ADS_1
Sementara gadis itu masih sedang mencabut tanaman hijau yang dekat di samping pohon.