
"Lavender, luka mu baru di jahit ulang cepat duduklah" kata George yang memapah Lavender duduk ke ranjang
"Aku tidak menyangka Floris bisa begitu jahat, dia benar-benar tidak punya hati nurani" ketus Lavender dengan kesal
"Dia sudah mendapat balasan dari mu, jangan di pikirkan lagi" ujar George dengan mengelus kepala Lavender
"Iya" jawab Lavender dengan memegang pundaknya
"Kenapa? apa pundak mu terasa sakit?" tanya George dengan khawatir
"Tadi aku bergerak dan merasa sakit di sini" jawab Lavender dengan menahan sakit
"Ingat lain kalian jangan begitu ceroboh lagi, kau telah banyak bergerak tadi seharusnya kau serahkan saja pada Kelvin untuk menghukumnya, tidak perlu harus turun tangan sendiri" ucap George
"Aku hanya marah sekali sehingga tidak bisa menahan emosi ku, aku marah saat mengingat pengkhianatannya terhadap kakek, oleh sebab itu aku ingin menghukumnya dengan tangan ku sendiri" jelas Lavender
"Kau sudah melakukannya, dan seterusnya jangan banyak bergerak lagi jika tidak luka mu tidak akan sembuh" ucap George
"Iya aku tahu" jawab Lavender
"Lavender, ada yang ingin ku tanyakan padamu"
"Ada apa?"
"Lavender, kau yang dulu tidak akan begitu kejam dan mengambil nyawa orang, dan kenapa kau sekarang bisa melakukannya tanpa ampun?" tanya George dengan penasaran
"Apa kau tahu kenapa aku bisa bersikap kejam? karena orang yang ku bunuh pantas mati, jika aku masih berhati lembut pada mereka maka mereka akan semakin naik ke atas kepala" jelas Lavender
"Aku hanya tidak mau kau menderita"
"Aku tidak menderita, di bandingkan dengan kakek kehidupan ku masih jauh lebih baik, sedangkan kakek sudah kehilangan anak dan menantunya, bahkan dua cucu yang di adopsi juga melawannya, di sisi kakek yang bisa di percaya hanya paman Kelvin dan Bieber sedangkan yang lain tidak bisa di percaya, jika di saat ini aku tidak bertindak kejam bagaimana jika di antara mereka berani memberontak? bukankah itu sangat membahayakan kumpulan Lion" jelas Lavender
__ADS_1
"Lavender, aku tahu kau sangat tertekan tapi ingat kau bukan sendirian, kau masih ada aku" kata George
"Terima kasih, George." ucap Lavender dengan senyum
"Jika ingin berterima kasih pada ku maka cepat sembuh dan kita sama-sama berdoa agar kakek cepat sadar" ucap George
"Iya"
Kediaman Lion
Kelvin menunjukkan jasad Floris ke hadapan semua anggotanya atas perintah Lavender, tentu saja membuat semua mata berfokus kepada Floris yang tergeletak tidak bernyawa, darah segar masih mengalir keluar dari dahinya yang telah hancur akibat hentakan kuat yang di lakukan oleh Lavender sebanyak berulang kali
"Kalian semua harus melihat apa yang terjadi pada Floris, dia adalah bagian dari Lion akan tetapi dia berkali-kali mengkhianati ketua kita, dan inilah dia harus menanggung akibatnya" ucap Kelvin dengan tegas
"Kalian harus ingat, jika kalian masih ingin tinggal di Lion maka kalian harus setia, dan jika kalian ingin memilih pergi maka silahkan karena ketua tidak akan memaksa kalian untuk tinggal, tapi jika ingin tinggal jangan pernah melakukan kesalahan seperti yang di lakukan oleh wanita ini, dia di adopsi dan tinggal di sini dari kecil sampai dewasa dan akhirnya dia mengkhianati kita semua di saat ketua kita kritis, dan dia juga berencana membunuh nona Lavender, karena niatnya di ketahui makanya dia mendapat hukuman dari nona Lavender" jelas Kelvin
"Nona Lavender menegaskan jika ada yang berani mengkhianati kumpulan Lion maka nasib nya akan tragis seperti wanita ini" ucap Kelvin dengan kesal
"KAMI BERSUMPAH AKAN SETIA SELAMANYA KEPADA KETUA, HIDUP ADALAH LION, MATI JUGA DEMI LION" ucap serentak semua anggota yang berada yang di sana
"SIAP, KAMI AKAN MELAKUKAN YANG TERBAIK" Jawab serentak mereka semua dengan menunduk
Keesokan harinya
Pasar keramaian
"Bruce, nanti tolong antarkan lauk ini untuk Lavender ya" kata Summy yang sedang menyiapkan makanan
"Iya Bi" jawab Bruce dengan menurut
"Bibi, selama ini mereka sangat jahat, ingin membunuh tuan besar Lion" ujar Bruce
__ADS_1
"Iya, Kaneshiro walau tidak berada di sini dia tetap masih memiliki pembunuh di kota ini, dan kau harus berhati-hati juga, takutnya mereka mengenal mu saja dan mencari masalah dengan mu" ujar Summy dengan merasa khawatir
"Bibi tenang saja aku ada bawa senjata jadi siapa pun yang mau membunuh ku pasti di tembak" jawab Bruce dengan yakin
"Iya...ya. yang penting jangan anggap remeh saja pada mereka" jawab Summy
"Baiklah Bi, aku berangkat dulu" jawab Bruce dengan melangkah keluar dari tokonya
"Mudah-mudahan semua cepat berlalu. Robert, kau harus melindungi tuan Lion dan Lavender, jika tuan Lion ada apa-apa aku tidak tahu bagaimana dengan Lavender nantinya, setelah tuan Lion di tembak dan kritis sifat Lavender sudah berubah, jika dulu di sangat ceroboh tapi dia yang sekarang sangat dewasa dan kejam, dia tidak segan untuk membunuh Floris" Gumam Summy
Di saat Bruce berjalan menuju ke rumah sakit tanpa dia sadari ada yang sedang mengikuti langkahnya dari belakang
"Hm....seperti ada sesuatu di belakang, apa mereka? jika mereka ramai bukankah aku akan mati, jika aku berlari bisa-bisa aku di tembak mati di tempat, bagus aku pura-pura tidak tahu saja, tapi belum apa aku sudah gemetaran, bagaimana jika aku ikut cara Lavender saja di saat takut aku bernyanyi, tapi lagu apa yang harus ku nyanyikan?" batin Bruce
"Hah..aku ingat lagu yang pernah di nyanyikan oleh Lavender" batin Bruce
"Gorila hamil....gorila hamil...gorila hamil....gorila hamil....gorila hamil" nyanyian Bruce yang berjalan dengan cepat
"Menyanyi tidak menghilangkan rasa takut ku, bagus aku lari saja" batin Bruce
Tak...tak...tak...tak
"Mama....mama...mama.....tolong.....tolong...." teriak Bruce yang berlari dengan cepat
Pria asing itu mengejar Bruce dengan sambil membawa senjata
Pria itu lalu melepaskan tembakan ke arah Bruce
Dor....dor.. dor..
Bunyi tembakan yang mengarahkan ke Bruce yang sedang berlari. tembakan tersebut tidak tepat pada sasarannya
__ADS_1
"Sialan, tidak mungkin dia bisa lolos" ketus pria itu sambil mempercepatkan langkahnya mengejar Bruce yang sudah jauh jarak
"Kenapa kau mengincar ku? aku tidak berhutang mu, kelihatannya aku harus mencari tempat aman untuk istirahat kalau tidak aku bisa tewas" ngoceh Bruce dengan merasa kesal