
"Kau ini ada-ada saja, kau lihat saja kepala mu sudah di todong sama pistol mereka, apa kau yakin bisa membuatkan pemakaman untuk mereka?" ujar Summy dengan bersikap seakan tidak ada kejadian
"Bibi, kalau begitu tolong buatkan saja untuk ku" kata Lavender yang melihat ke arah dua pria itu yang sedang menodongkan pistol ke arah
"Nona, apa kau yakin ingin menangkapnya? apa kau tidak menyesalinya?" tanya Summy dengan penasaran
"Iya, jika kau tidak mau kena masalah maka jangan ikut campur" jawab Mimi dengan ancaman
"Kalau begitu mau kalian apakan anak ini? kalau pun mau bunuh beritahu aku dulu di mana jasadnya kalian simpan, agar aku bisa buatkan pemakaman untuknya" kata Summy
"Bibi, kenapa kau malah berharap aku mati? jadi siapa yang jaga Bibi di saat dah tua nanti?" tanya Lavender dengan kesal
"Lavender, untuk sekarang hanya bisa pikirkan kondisi mu, apa kamu ada permintaan untuk terakhir kali?"
"Iya, Bibi, jangan lupa masakan ikan kecap untuk ku itu saja" jawab Lavender
"Baiklah, baiklah, akan ku masakkan untukmu" jawab Summy
"Apa kalian sudah habis bicara? dasar tidak waras" ketus Mimi yang melangkah keluar dari toko
Dua pengawal itu membawa Lavender pergi dengan mengancam mengunakan senjatanya
Melihat Lavender di bawa pergi Summy bukannya merasa khawatir melainkan hanya bersikap tenang
"Wanita ini gila, memang untuk apa dia bawa bocah ini pergi? sedangkan di hutan saja begitu banyak anggota masih kalah darinya, selain itu buaya dan monyet juga tidak bisa menyentuhnya, apalagi kalian hanya bertiga jangan bermimpi, lihat saja jika tubuh kalian masih utuh maka telinga ku ini kalian potong saja" kata Summy sambil menggeleng-geleng kepalanya
"Bagus aku lanjutkan masak dulu, nanti bocah itu pulang pasti minta makan, aku mau melihat kali ini tempat mana yang di ledakkan olehnya" guman Summy dengan santainya melanjutkan pekerjaannya
Dua anggota Mimi yang salah satunya mengendarai mobil dan satunya lagi mengancam Lavender yang sedang duduk di belakang supir, sedangkan Mimi duduk di samping supir
"Woii.....kalian mau membawa ku ke kemana?" tanya Lavender
"Apa kalian bisu? aku bertanya pada kalian kenapa tidak bersuara?"tanya Lavender dengan menatap ke arah mereka bertiga
"Bagus diam saja, jangan banyak bicara" kecam pria itu yang sedang duduk di sampingnya
"Kalian ingin membunuh ku? apa kalian yakin? kalau aku mati kalian harus menemani ku" ujar Lavender dengan santainya
Mobil mereka melewati jalan besar yang di padati dengan kendaraan beroda empat
__ADS_1
"Hehehehe..sudah lama juga aku tidak melihat kembang api" batin Lavender
Posisi Lavender yang duduk pas belakang supir membuatnya memikirkan satu cara agar bisa lolos dari tangan mereka
"Woii...cumi, apa kau ingin membunuh ku? kalau tidak salah dalam perut mu sudah ada bayi si kura-kura itu, apa kau tidak takut dosa jika membunuh ku?" ujar Lavender
"Kalian berdua apa sudah menikah? kalau belum apa kalian sudah punya istri? kalau belum juga apa kalian sudah punya anak? kalau sudah punya siapa saja nama anak kalian? dan istri kalian ada berapa?" tanya Lavender yang tanpa berhenti
"Apa kau bisa diam? ajal mu sudah tiba tapi masih saja bising" kecam Mimi dengan kesal
Setelah beberapa menit kemudian
Bruk...
Tendangan kaki Lavender ke bagian kursi supir dengan kuat sehingga membuat tubuh supirnya langsung maju ke depan dan kepalanya terbentur ke kaca depan
Prang..
Benturan kepala supir mengenai kaca tersebut
"Aaargghhh" jeritan supirnya yang kesakitan di bagian kepalanya
Pria yang di samping Lavender ingin melepaskan tembakan akan tetapi tangannya langsung di tahan oleh Lavender dan mengarahkan ke arah supir dan~β
Bunyi tembakan terlanjur yang di lakukan oleh pria itu menembus kepala supir itu. sehingga membuat darahnya menciprak ke seluruh mobil dan mengenai wajah Mimi yang duduk di samping
"Aaartttthhh" jeritan Mimi yang wajahnya di kotori oleh darah pengawalnya itu
Sesaat kemudian supir itu tewas dan mobil pun hilang kendali dan berjalan tanpa ada yang mengendalikannya
Mobil berjalan ke sana kemari sehingga membuat Lavender dan yang lainnya menguncang ke kiri dan ke kanan
"Aaarggttthh" teriakan Mimi yang kepalanya terbentur kaca jendela yang di sampingnya
"Wooiiii...diaaaamm...dasar mobil kerasukan setan "Teriakan Lavender yang tubuhnya terguncang ke sana ke mari
Karena membelok ke sana ke mari pada akhirnya mobil mereka bertabrakan dengan mobil-mobil yang di tepi jalan sehingga mobil mereka terangkat dan kemudian berbolak-balik di jalan besar itu dan menyebabkan kemacetan yang panjang
"Aaarggttthh" teriakan serentak Lavender, Mimi dan pengawal itu
__ADS_1
Setelah mobilnya berbolak balik sebanyak puluhan kali di jalan mereka bertiga pun dengan posisi berantakan di dalam mobil, posisi mobil mereka dalam kondisi terbalik, Mimi yang di ikat Safety belt dalam posisi terbalik dan terluka di bagian kepala dan wajahnya yang terluka karena mengenai serpihan kaca jendela mobil, sementara pria yang di samping Lavender di timpa oleh Lavender yang sedang posisi terbaring
"Ini di mana? apa aku sudah mati?" ucap Lavender yang baru membuka matanya dan melihat sekitar dalam mobil itu
"Sakit sekali kepala ku" gumam Lavender yang mencoba bangkit dan ingin merangkak keluar dari jendela yang telah pecah
"Cepat selamatkan mereka, mobil mereka sudah terbakar" teriak orang-orang yang di sekitar sana
"Minyaknya bocor cepat keluarkan mereka" teriak para orang-orang di sana
Mereka secara ramai-ramai menghampiri mobil itu dengan berusaha menyelamatkan Lavender dan Mimi serta pengawal itu
Dengan cepatnya mereka di tarik keluar dari mobil itu dan tidak lama kemudian mobil itu pun meledak
Duar....duar....duar....
Bunyi ledakan mobil itu dengan serpihannya berterbangan ke semua arah
"Hah..apakah wanita ini hamil? lihatlah dia mengeluarkan banyak darah" kata salah satu orang yang di sana yang sedang melihat Mimi dalam kondisi pingsan
"Cepat bawa ke rumah sakit" ujar salah satu dari mereka
"Kenapa dia bisa mengeluarkan darah? apa dia keguguran?" gumam Lavender yang berada tidak jauh dari Mimi
"Nona, apa kamu tidak apa-apa? biarkan kami membawa mu ke rumah sakit" tanya salah satu pria yang menarik Lavender keluar dari mobil tadi
"Tidak! tidak! aku tidak mau" jawab Lavender yang mencoba berdiri dan masih merasa pusing akibat hentakan tadi
"Apa wanita dan pria itu adalah keluarga mu, Nona?" tanya mereka dengan melihat ke arah Lavender
"Aku tidak mengenal mereka, tadi aku hanya tumpang mobil mereka saja" jawab Lavender dengan alasan
"Apa kamu yakin baik-baik saja? bagaimana jika kami membawa ku ke rumah sakit
"Jangan...aku harus langsung pulang. bibi ku sudah mau melahirkan anak kembar tiga dan suaminya berada di udara sedang menangkap ikan jadi aku harus segera pulang menemaninya" jawab Lavender tanpa menyadari ucapannya dan kemudian langsung berlari meninggalkan tempat itu
"Tadi sepertinya aku mendengar dia mengatakan jika suami bibinya sedang menangkap ikan di udara" ucap salah satu yang menyelamatkan Lavender tadi
"Iya aku juga mendengarnya"
__ADS_1
"Apakah kepalanya terbentur kuat sehingga tidak tahu apa yang dia katakan"
"Bisa jadi"