Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Pertemuan Ketua Mafia Lion dan Lavender


__ADS_3

Seorang pria tegap dan berbadan tinggi datang ke tempat yang di mana Lavender di ikat itu..


"Kakak, wanita gila ini menendang ku." Gerutu Floris yang kesakitan


"Apa wanita ini yang mengalahkan tiga anggota kita itu serta melukai mu?" Tanya Pria itu


"Benar. Kak, dia lah orangnya dan berani sekali dia menghina kumpulan kita" Tambah Floris yang masih di lantai sambil memegang perutnya


Pria itu berjalan mendekati Lavender dan menatapnya dengan tatapan tajam.


"Kau adalah wanita pasaran dan dengan beraninya kau menyinggung kami dan menyakiti adikku, apa kau tahu akibatnya?" Tanya Kakak Floris tersebut


"Oh..anda adalah Kakak dari wanita yang tidak punya tata krama ini yang bernama Gigolo?" Ujar Lavender dengan tatapan kesal


"Gigoloo?" Batin semua para anggota yang melihat ke arah Lavender


"Lebih bagus anda didik adik anda dengan baik, agar tidak menyusahin orang lain" Ketus Lavender dengan kesal


"Nona, anda sangat tidak takut?"


"Kenapa harus takut?"


"Apa kau tahu menyinggung kumpulan Lion tidak akan berakhir baik"


"Apa kalian memang selalu menggunakan nama Neon untuk menindas orang?" Balas Lavender yang lagi-lagi salah sebut nama


"Siapa nama mu?"


"Bukan urusan mu"


"Jika aku mengatakan aku akan membunuh mu apa kau takut? jika kau ingin mengaku salah maka aku bisa saja mengampuni mu"


"Tidak perlu, karena aku tidak salah maka aku tidak akan mengakuinya" Jawab Lavender yang tidak merasa takut


"Gadis muda, hidup mu masih panjang tapi kau malah memilih jalan kematian" Kata Pria itu dengan memegang dagu Lavender


"Memang kalian mafia sehebat apa? selain suka menindas orang lain, sebelum membunuh ku maka awasi dulu adik mu itu" Kata Lavender


"Tidak ada baiknya jika kau melawan ku. aku Girvanlo tidak pernah beri ampun kepada orang yang mencari masalah dengan ku, jika kau mengakui kesalahan mu mungkin saja kau akan hidup lebih lama" Kata Girvanlo dengan tatapan serius


"Jika kau merasa layak lakukan saja, ingin aku mengakui kesalahan itu tidak mungkin. adik mu itu yang salah dengan bangganya ingin memamerkan nama kumpulan kalian" Balas Lavender


"Kakak, beri dia pelajaran. suruh mereka tampar dia, dia telah menyakiti ku" Kata Floris yang masih kesakitan

__ADS_1


"Kau sangat memalukan jika dari kumpulan mafia, tidak bisa membedakan yang benar dan yang mana salah, dan tahunya hanya menindas orang. didikan apa yang kau dapat selama ni?" Ketus Lavender yang melihat ke arah Floris


" Kau keterlaluan, lihat saja bagaimana Kakak ku memberi pelajaran pada mu" Balas Floris yang coba berdiri


"Kalian semua tampar dia" Perintah Floris


"Baik, Nona" Jawab serentak para anggota itu


"Berhenti" Teriak seseorang yang tiba-tiba muncul di sana


Seorang pria paruh baya yang datang dengan mengunakan kursi roda dan di temani oleh beberapa pengawal andalannya


"Kakek" Sapa serentak Girvanlo dan Floris


"Ketua besar" Sapa serentak anggota di sana dengan hormat


"Kakek, kenapa kakek ada di sini?" Tanya Floris yang menghampiri pria paruh baya itu


" Masalah apa lagi yang kau timbul di sini? aku mendengar kabar jika kau bermasalah di cafee sehingga Kakak mu ini harus mengganti rugi" Tanya pria paruh baya itu dengan tegas


"Kakek, ini bukan salah ku. wanita itu yang menindas ku, dia yang menghancurkan semuanya, tapi dia menyalahkan ku" Jawab Floris sambil menunjukan ke arah Lavender


"Kakek, tadi dia melukai ku dan menendang perut ku, sangat sakit aku hanya ingin beri pelajaran padanya" Lanjut Floris dengan sikap manja


"Tapi dia.." Sebut Floris


"Sudah" Bentak Kakeknya dengan menghampiri Lavender


Di saat Kakek itu menghampiri Lavender tatapan Kakek itu menatap tajam ke arah Lavender, begitu juga dengan Lavender yang tanpa rasa takut..


"Kakek tua ini sangat berwibawa dan kenapa aku malah merasa ada perasaan aneh terhadapnya " Batin Lavender yang melihat ke arah Kakek itu


"Gadis kecil ini sangat mirip dengannya, tidak mungkin. ini mungkin saja hanya kebetulan " Batin Kakek itu yang menatap ke arah Lavender tanpa beralih pandangannya


"Gadis kecil, kau menyakiti cucu ku. apa kau tahu akibat yang harus kau terima?" Ujar Kakek itu yang berhadapan dengan Lavender


"Apa mereka adalah cucu Kakek?" Tanya Lavender


"Benar, dia adalah cucu ku. nama ku adalah Lion, dan semua orang memanggil ku Kakek Lion" Jawab Lion


"Kelihatannya anda sangat berwibawa dan memberi kesan yang sangat baik, tapi sayang anda memiliki cucu yang tidak tahu tata krama dan hanya tahu ingin mencari masalah dengan ku" Kata Lavender dengan nyindir


"Kau berani sekali menghina ku, Kakek ku akan menghukum mu" Teriak Floris dengan rasa bangga

__ADS_1


"Diaaam" Bentak Lion dengan nada tinggi


"Kakek"


"Di saat aku sedang bicara belum giliran mu untuk berbicara, tidak tahu sopan santun" Bentak Lion dengan tatapan tajam ke arah Floris


"Gadis kecil, siapa nama mu?" Tanya Lion dengan suara rendah


"Lavender"


"Lavender?" Batin Lion


" Jika aku ingin membunuh mu apa kau takut?"


"Tidak"


"Apa kau tidak ingin minta maaf?"


"Tidak"


"Gadis kecil, apa kau tidak memohon untuk aku melepaskan mu?"


"Tidak"


"Maka aku akan mengambil nyawa mu jika kau tidak minta maaf pada ku"


"Apakah anda merasa anda layak mengambil nyawa ku?"


"Tentu saja, siapa yang menyinggung ku maka dia pasti akan mati di tangan ku"


"Kalau begitu maka cucu anda juga pantas mati"


"Kenapa? alasannya apa?"


" Dia memesan makanan di toko kami dan tiba-tiba membatalnya di saat pesanannya sudah ku antar ke depan matanya, aku menuangkan semua makanan ke tubuhnya, dan dia menyuruh 3 anggotanya untuk menangkap ku dan ingin memukul ku, tentu saja aku membalasnya, dan salah ku di mana?"Jelas Lavender dengan tatapan tajam


"Kakek, jika anda ingin mengambil nyawa ku maka aku ingin bertanya dengan cara apa Kakek mendidik cucu mu ini sehingga selalu saja ingin mengunakan nama kumpulan kalian untuk mengancam ku? apakah selama ini kalian suka menindas rakyat biasa seperti kami? jika iya maka sangat memalukan" Lanjut Lavender dengan ketus


"Diam, berani sekali kau bicara begini dengan Kakek" Bentak Girvanlo


"Gadis kecil ini benar-benar semakin mirip dengannya, tidak tahu rasa takut sama sekali dan degil" Batin Lion


"Kakek, maaf atas kejadian tidak menyenangkan ini. aku akan memberi pelajaran padanya" Kata Girvanlo

__ADS_1


"Kakek Neon, jika ingin membunuh ku maka silahkan saja, lagi pula kalian bukanlah kumpulan yang patut di hormati, lakukan saja" Ketus Lavender


__ADS_2