Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Lavender di incar


__ADS_3

Setelah beberapa hari kemudian


Lavender yang telah sembuh dari lukanya pergi ke rumah sang kakeknya.


Di pagi yang cerah Lion bersama Bieber dan Kelvin di halaman luasnya sambil menikmati teh


"Kakek, aku datang" teriak Lavender yang baru tiba


"Lavender" Sebut Lion dengan senyum bahagia melihat cucu nya itu


"Kakek, Bibi masak lauk kesukaan, Kakek" ujar Lavender yang memperlihatkan rantangan yang di bawanya


"Nona," sapa serentak Bieber dan Kelvin


"Paman Bieber dan Paman Kelvin, mari makan bersama, lauk ini sangat banyak untuk kita makan bersama" ajak Lavender sambil membuka rantangan tersebut


"Terima kasih, Nona" ucap serentak mereka berdua


"Panggil saja nama ku, paman seusia Papa Robek" kata Lavender dengan santai


"Hahaha, Lavender benar, Bieber dan Kelvin seangkatan dengan Robert" ujar Lion dengan tertawa kecil sambil melihat ke arah Bieber dan Kelvin


"Mari kita makan bersama" ajak Lavender yang duduk bersama kakeknya di halaman itu


"Marilah, jangan sungkan, Cucu ku ini sudah mengajak kalian. jika tidak, nanti dia pasti akan menembak kalian" kata Lion dengan bercanda


"Kakek, selain datang mengantar lauk, aku ingin datang menagih janji"


"Menagih janji? janji apa?" tanya Lion sambil menyantap makanannya


"Belajar menembak, hari ini Kakek harus mengajariku sampai aku bisa" jawab Lavender sambil menyantap makanannya


"Baiklah! baiklah! Kakek sudah berjanji padamu tentu saja kakek akan melakukannya" ujar Lion dengan senyum


Setelah selesai makan Lion pun mengajar Lavender menembak di lapangan yang di belakang rumahnya.


Dor...dor...dor...dor..dor..


Tembakan dari Lavender yang tah nyasar kemana- mana


Tentu saja tembakan itu di saksikan Lion berserta Bieber dan Kelvin


"Lavender, papan itu ada di depan mu, kenapa kau malah menembak pohon yang ada di sampingnya?" tanya Lion yang merasa heran


"Kakek, peluru yang salah, lagi pula aku sudah mengarahkan ke depan sana tapi malah larinya ke pohon-pohon itu." jawab Lavender yang tidak mau kalah


"Anak ini benar-benar? pantas saja Summy sering emosi di buatnya" batin Lion dengan senyum sambil mengeleng kepala


Dor..dor...dor...dor..

__ADS_1


Tembakan Lavender yang menyasar ke pohon sampingnya sehingga daun-daunnya berjatuhan


"Lavender, sudah. kalau kau menembak lagi semua pohon di sini akan tumbang di buat mu" kata Lion dengan senyum


"Kakek, senjatanya tidak bagus lagi, dari tadi tembakan ku tidak ada yang tepat" ujar Lavender yang melihat senjata yang di tangannya


"Lavender, bukan salah senjatanya, tapi diri mu yang belum bisa mengarahkan ke sasaran yang tepat" jelas Lion yang menatap ke arah Lavender


"Kakek, apa mungkin senjatanya miring kalau tidak mengapa pelurunya larinya ke samping" ujar Lavender


"Kakek, lain kali aku baru belajar lagi"


"Iya, tidak apa-apa, istirahat dulu,


"Kakek, aku sudah lama di sini, aku mau pulang dulu, besok aku baru ke sini lagi"


"Baiklah, biar Bieber mengantar mu pulang"


"Tidak perlu, aku lebih suka berjalan kaki, kalau begitu aku pamit, sampai jumpa, Kek" pamit Lavender yang meninggalkan lapangan itu


"Anak ini benar-benar lucu, sifatnya sangat beda dengan Merliza. Merliza bisa menembak dengan tepat tapi anak ini belasan kali melepaskan tembakkan malah nyasar ke arah lain" sebut Lion dengan tertawa kecil


Di saat Lavender berjalan dengan santai melewati satu gang kecil dia menghentikan langkahnya karena dia melihat seseorang yang dia kenali.


"Kenapa dia ada di sini? dan siapa orang itu?" batin Lavender yang melihat ke arah dalam gang itu, ada 2 pria yang sedang berbicara


"Bos masih belum bisa muncul di saat ini, anggota Lion masih mencarinya"


"Tenang saja, si tua itu akan mati tidak lama lagi, jika sudah mendapatkan kelemahannya maka dia tidak bisa apa-apa lagi" jawab pria itu dengan penuh keyakinan


"Kapan kita menculiknya?"


"Di saat ada kesempatan maka tangkap saja"


"Dia pengkhianat ingin membunuh Kakek, tapi siapa yang mereka ingin tangkap?" batin Lavender


Di saat Lavender ingin meninggalkan tempat itu tiba-tiba saja ada yang menghadangnya


"Nona, kelihatannya anda sudah tahu semuanya" kata pria itu yang tiba-tiba muncul di hadapan Lavender


Bruk


Tumbukan Lavender mengenai mata pria itu


"Aarggthhh" pekikan pria itu yang sakit di matanya


Di saat pria itu kesakitan Lavender langsung melarikan diri


"Siapa di sana?" teriakan anggota Tevez yang masih di dalam gang itu

__ADS_1


"Wanita itu sudah mendengar semuanya" jawab pria itu dengan menunjukkan ke arah Lavender yang sedang melarikan diri


"Cepat kejar tangkap dia" perintah pria yang membelot Lion itu


Lavender yang berusaha berlari dengan sekuat tenaga ke arah simpang yang terdapat banyak orang. dengan berusaha mempercepatkan langkahnya.


Para pria itu berjumlah lebih dari 10 orang yang ikutan mengejar Lavender hingga ke arah persimpangan itu


Tiba di suatu tempat Lavender masuk ke sebuah cafee dengan cepat mengeluarkan Handphonenya untuk menghubungi seseorang yang di seberang sana.


"Hallo, Gorila, ada yang ingin menangkap ku, aku di sebuah cafee" kata Lavender yang sambil melihat ke arah luar


"Aku segera ke sana" jawab George yang di seberang sana


Setelah Lavender menceritakan semua yang di lihat dia pun segera memutuskan handphonenya dan mengirim sesuatu kepada George.


Anggota Tevez lalu mengejarnya hingga masuk ke Cafee itu


"Tangkap dia" teriak salah satu anggota Tevez


"Ingin menangkap ku tidak semudah itu" bentak Lavender dengan melempar kursi ke arah para pria itu tanpa berhenti


Tentu kejadian itu membuat para pengunjung di cafee itu ketakutan dan lari berhamburan keluar dari Cafee tersebut


Prak...prak. prak..prak


Lemparan kursi sebagian mengenai ke arah anggota Tevez


"Tangkap wanita sialan ini" teriak salah satu dari mereka


"Jangan bergerak jika kau tidak mau kepala mu ini di tembus peluru ku" ancam salah satu anggota Tevez yang menodongkan senjata ke arah Lavender


"Kalian semua pengecut, hanya berani mengunakan cara ini" bentak Lavender dengan kesal


Tidak lama kemudian seorang pria masuk ke Cafee itu dengan raut wajah tidak senang dan menghampiri Lavender


"Dasar pengkhianat, kau tidak layak di kumpulan Kakek ku" bentak Lavender yang melihat ke arah pria itu


"Sayang sekali, kau baru saja bertemu dengan kakek mu dan harus menerima penderitaan ini, jika kau bekerjasama maka aku tidak akan membunuh mu, aku akan melepaskan mu setelah si tua itu mati" kata pria itu dengan senyum sinis


"Sudah lama kau berada di sisinya kenapa kau tega mengkhianatinya?"


"Si tua itu tidak percaya pada ku, dia selalu saja tidak percaya pada semua orang, tentu saja untuk mendapatkan posisinya aku harus bertindak, dan aku tidak menyangka jika kau adalah cucunya jadi ini sangat membantu ku untuk mengantikan posisinya sebagai Ketua Lion"


"Kau tidak layak sama sekali, lebih bagus kau bercermin diri mu, dan aku yakin kau akan kehilangan semuanya" ketus Lavender


Bruk.


Pukulan dari pria itu membuat Lavender pingsan, dan setelah itu mereka pun membawa Lavender pergi dari tempat itu

__ADS_1


__ADS_2