Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Pembalasan dari George


__ADS_3

"Lain kali jangan mengajak ku kemari lagi" Jawab Lavender tanpa menoleh ke arah George


"Ini pertama kali aku melihatnya marah sangat lucu" Batin George yang tersenyum


"Katakan apa dia menghina mu?"


"Jika aku mengatakan iya apa kau percaya?"


"Kenapa kau merasa aku tidak percaya padamu?"


"Karena aku adalah anak pasaran, dan dia adalah sarjana"


"Lalu kenapa jika dia sarjana itu tidak ada hubungan dengan ku, yang ku ingin tahu adalah kebenaran" Kata George


"Aku tidak ingin ke sini lagi, jika bertemu lagi dengan dia bisa jadi aku akan menghajarnya, dan dia pintar berakting"


"Dia telah menghina mu bukan? oleh karena itu kau marah padanya, dan jika aku tidak salah melihat kau membalas dengan cara menyakitinya tadi. benarkan?"


"Iya, aku melakukannya, karena dia menuduh ku, dan aku tidak sepintarnya untuk berakting" Jawab Lavender yang kesal


"Baiklah, kau melakukanya dengan baik"Ujar George dengan senyum


"Baik? kenapa kau malah merasa senang?"


"Kenapa aku tidak boleh senang? jika ada yang ingin menyerang mu maka kau harus membalas, bukankah begitu?"


"Apa dia bukan pacar mu?"


"Kenapa kau bertanya seperti itu?"


"setiap perkataannya seperti dia sedang cemburu"


"Cemburu?"


"Iya, dia mengatakan jika aku adalah anak pasaran maka tidak layak datang bersama mu"


"Abaikan saja dia, tidak perlu peduli padanya" Ujar George


"Aneh, kenapa melibatkan ku ini masalah kalian" Ujar Lavender


Keesokan harinya..


Markas Black White


"Ketua, markas mereka terdapat 60 anggota yang sedang berjaga" Lapor Rocky yang sambil menyiapkan senjatanya


"Mari kita berangkat" Perintah George yang keluar dari markasnya dan menuju ke mobil yang sudah di tunggu oleh Patrick


George berangkat menuju ke tempat musuhnya dengan di temani oleh sejumlah anggotanya.


Setelah satu jam kemudian George dan anggotanya tiba di markas musuhnya. mereka berhenti jauh dari jarak lokasi musuh tersebut untuk agar tidak di ketahui oleh pihak lawannya

__ADS_1


Semua anggota Black White turun dari mobil dan masing-masing memiliki senjata di tangan mereka. mereka sama-sama berjalan menuju ke markas lawan dengan di pimpin oleh George Hamilton..


Di luar markas lawan di awasi oleh beberapa penjaga sambil memegang senjata mereka.


Kumpulan Black White yang datang langsung melepaskan tembakan secara serentak ke arah markas lawan


Dor..dor...dor...dor...dor...


Tembakan serentak mengenai penjaga yang di luar markas Pihak musuh


"Aargggtthh.." Teriakan Serentak lawan yang terkena tembakan tersebut


Tidak lama kemudian musuh keluar dari markasnya sambil melepaskan tembakan ke arah Back White


"Dor....dor...dor...dor..


Tembakan dari pihak musuh ke arah Black White


Dor...dor...dor...dor..dor..dor..dor..


Balasan tembakan dari Pihak George ke arah lawannya


Baku tembak terjadi di antara dua kelompok itu, pihak Black White yang menyerang secara tiba-tiba membuat lawan mengalami kesulitan


karena jumlah yang banyak dari kumpulan Black White membuat pihak lawan tidak ada kesempatan sama sekali untuk menyerang kembali.


George dan anggotanya sambil melepaskan tembakan ke arah lawannya sambil berjalan masuk ke markas mereka..


Tembakkan beruntun yang di lakukan oleh Black White


Dor...dor...dor...dor...dor


Balasan Tembakan dari musuhnya


Aaarggtthhh.."Teriakan serentak pihak lawan yang terkena peluru dari George dan anggotanya


di dalam markas lawan itu terdapat sejumlah anggota yang terkena tembakan dari Black White


Dor...dor...dor...dor...dor...


Tembakan dari pemilik markas itu yang bernama Wendy..


"Aaarggtthh ." Teriakan anggota Black white yang mengenai tembakan


"Akhirnya kau keluar juga" Kata George yang menatap tajam ke arah Wendy


"George Hamilton, kau berani sekali menyerang kawasan ku" Bentak Wendy dengan kesal


"Kau menyerang ku tentu saja aku membalas, bukankah ini impas?" Sebut George sambil menodong senjata ke arah Wendy


"Hari ini di antara kita salah satu harus mati" Ucap Wendy dengan tatapan kejam dengan menodongkan senjatanya ke arah George

__ADS_1


Para anggota Black White membunuh semua anggota Wendy sehingga tewas tanpa tersisa. Wendy yang sebagai ketua kelompok harus berhadapan dengan Ketua Black White, George Hamilton.


"Semua anggota mu sudah mati, apa kau masih belum menyerah?" Kecam George


"Aku tidak akan menyerah, walau aku akan mati hari ini juga" Jelas Wendy


"Baiklah, di antara kita hanya boleh satu yang hidup" Ucap George


George dan Wendy saling mengarahkan senjata ke arah masing-masing, niat Wendy memang ingin membunuh George untuk merampas wilayahnya. akan tetapi dia tidak menyangka dengan sifat degil George langsung membalas setelah mendapat penyerangan sebelumnya


"Siapa lebih cepat maka dia yang akan menang" Ucap Wendy dengan senyum sinis


Dor.....


Bunyi tembakan george yang ke arah Wendy.


" Kau?" Sebut Wendy yang terkena tembakan di bagian lehernya, sesaat kemudian Wendy tewas dan mengeluarkan banyak darah dari lukanya.


"Mari kita pergi" Kata George dengan pergi meninggalkan markas lawan bersama anggotanya


"Ketua, walau Wendy sudah tewas tapi dia masih ada pembunuh bayaran yang akan mengincar Ketua" Kata Rocky yang berjalan bersama George menuju ke mobil mereka


"Kalau memang iya kita layani saja" Jawab George yang masuk ke mobilnya


Di siang itu Lavender menemani Bibinya sedang berbelanja untuk keperluan bahan makanan.


"Bibi, aku mau jalan-jalan ke sana dulu" Kata Lavender yang menunjuk ke arah tempat jual ikan sana


"Iya, tapi jangan lari ke tempat lain ya" Pesan Bibinya


"Baik. Bi" Jawab Lavender dengan menurut


Di saat Summy sendirian sedang berbelanja dia melihat seorang pria yang berdiri tidak jauh dari posisinya. dengan membuka matanya lebar-lebar dia melihat ke arah pria itu dengan rasa takut gemetaran hingga sekujur tubuhnya..


"Kenapa dia ada di sini?" Batin Summy yang segera meninggalkan tempat itu dan mencari Lavender


Pria itu berpenampilan rapi dengan kalung emas di lehernya, gaya rambut panjang yang di ikat ke belakang, serta berpakaian serba hitam dan di temani oleh beberapa anggota di sisinya.


Pria itu berjalan sambil berbicara dengan anggota yang sedang menemaninya..Summy yang ketakutan langsung meninggalkan tempat itu untuk mengelak dari pria berambut panjang itu tersebut.


"Lavender, mari kita pulang" Ajak Summy yang menarik tangan Lavender meninggalkan tempat jualan ikan itu


"Bibi, kan belum siap belanja kenapa terburu-buru?" Tanya Lavender yang mengikuti langkah Bibinya


"Bibi, masih ingat sebagian bahan masih ada jadi kita pulang saja" Jawab Summy dengan alasan sambil berjalan secepatnya


"Jangan begitu cepat. Bi, jalannya"


"Sudah, mari kita masih banyak pekerjaan lain" Kata Summy yang merasa cemas


"Kenapa, Bibi, sepertinya sedang cemas?"

__ADS_1


__ADS_2