Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Lavender menangis


__ADS_3

"Lavender, ada apa dengan mu?" tanya George dengan khawatir dan menyentuh kepala Lavender


" Ada darah, apa aku pendarahan?" tanya Lavender dengan merasa sakit dan menangis


"Ini bukan pendarahan tapi karena pertama kali bagi mu makanya kau mengeluarkan darah karena terluka" jawab George dengan nada lembut


"Kalau bukan pendarahan, apakah aku keguguran ya?" tanya Lavender yang tidak mengerti apa pun


"Kau tidak hamil mana mungkin kau bisa keguguran" jawab George dengan bersikap sabar


"Mana mungkin tidak hamil, kita sudah melakukannya, pasti sudah hamilkan?" jawab Lavender dengan kesal


"Gadis ceroboh, memang kita sudah melakukannya tapi aku belum menyelesaikannya kau sudah berulah, jadi mana mungkin kau bisa hamil" jelas George dengan menahan emosi


"Tapi kita memang sudah melakukannya, bisa jadi sudah ada janin mu di dalam perut ku" ucap Lavender dengan tanpa menoleh ke arah George


"Lavender, kau tidak akan hamil, jika kita menyelesaikannya ada kemungkinan kau akan hamil, tapi malam ini kau tidak akan hamil jadi jangan khawatir, darah ini adalah luka karena pertama kali bagi mu" jelas George dengan penuh kesabaran


"Lalu apa kau juga pertama kali?" tanya Levender dengan melihat ke arah George


"Iya, ini pertama kali juga bagi ku"


"Kenapa kau tidak mengeluarkan darah?"


Mendengar pertanyaan gadis itu George serasa ingin menelannya hidup-hidup


"Kakek...Bibi..." teriak Lavender yang menangis


"Lavender, kenapa kau menangis? apa kau sakit?" tanya George dengan merasa cemas


"Aku terluka pasti sudah luka dalam, makanya perih sekali" ucap Lavender dengan menangis histeris


"Luka ini akan segera sembuh, mari biar aku periksa dan aku akan mengoles obatnya" kata George dengan ingin menarik selimut yang menutupi tubuh Lavender


"Jangan menarik selimut ku" teriak Lavender dengan kesal

__ADS_1


"Aku ingin memeriksa luka mu" jawab George


"Tidak usah, aku mau tidur, jika aku bergerak lagi maka aku akan sakit" jawab Lavender yang tidur dengan membelakangi George


"Baiklah, kalau begitu tidurlah. selamat malam" ucap George dengan mengecup dahi Lavender


Tidak lama kemudian Lavender pun ketiduran dengan menutupi tubuhnya dengan selimut tebal, George menatap senyum di saat melihat gadis nakal itu yang sudah ketiduran


"Kau bukan saja nakal, tapi tidak bisa di jinakkan sama sekali, malam ini aku akan melepaskan mu, tapi lain kali aku akan membuat mu patuh pada ku, malam ini adalah malam yang gagal bagi ku, ternyata malam pertama ku sangat menyenangkan karena gadis ini telah meninggalkan banyak luka gigitan di tubuh ku" batin George


"Kenapa jadi senyap? apa mereka baik-baik saja?" tanya Shances dengan heran


"Mungkin luka di tangan Nona Lavender sudah tidak sakit, makanya sudah diam" jawab Patrick dengan alasan


"Aku masih penasaran beo yang di sebutkan oleh Nona Lavender, apakah seganas itu sehingga membuat mereka berteriak sepanjang malam?" ujar Tony dengan penasaran


"Patrick, apa kau pernah melihatnya? kenapa tiba-tiba saja ketua mau pelihara beo?" tanya Rocky


"Jangan bertanya itu lagi, beo itu milik Nona Lavender, jadi pura-pura tidak tahu saja" jawab Patrick dengan ingin mengelak


"Apa beo itu sangat berharga sehingga harus di simpan di kamar?" tanya Tony


"Aku penasaran juga, apakah karena beo adalah kesukaan Nona Lavender makanya ketua membelinya?" ujar Rocky


"Apa kalian bisa jangan menyebut BEO lagi? kita tidak perlu merasa penasaran karena beo itu hanya akan di simpan oleh ketua kita dan hanya akan di beri makan oleh Nona Lavender" jelas Patrick dengan merasa risih


"Memang beo yang di beli ketua makan apa? kenapa hanya Nona Lavender yang bisa memberinya makan?" tanya Tony


"Kenapa sekumpulan orang ini menjadi bodoh, ketua cepatlah keluar aku tidak tahu lagi mau jawab apa" batin Patrick


"Patrick, kenapa raut wajah mu seperti kusam saja? apa ada masalah?" tanya Rocky


"Tidak ada, mungkin hanya lelah" jawab Patrick dengan alasan


Tidak lama kemudian George turun ke lantai dasar dan berkumpul dengan mereka

__ADS_1


"Ketua" sapa serentak mereka berempat


"Bagaimana dengan penyelidikan kalian?" tanya George yang duduk bersama mereka


"Ketua, saya menyelidiki para tetangga sana, Daverson yaitu Kaneshiro dan istrinya sudah tinggal di sana selama 3 tahun, hubungan mereka memang di kenal tidak baik, sering saja mereka bertengkar, setiap pertengkaran dia akan memukul istrinya, hampir setiap hari para tetangga mendengarnya" jawab Rocky yang masih belum mengetahui rahasia George


"Ada yang mendengar jika mereka bertengkar karena masalah ekonomi, Daverson terkenal dengan penyuka minuman keras, setiap malam di saat dia pulang maka dia akan memukul istrinya, para tetangga mengatakan jika istrinya sangat ramah terhadap semua orang, Daverson tidak bekerja dia hanya berjudi dan tidak pernah memberi nafkah untuk keluarganya, sedangkan mengenai biaya makan istrinya harus jual bajunya demi sesuap nasi dan juga susu anaknya, tetangga sana karena merasa simpati maka merekalah yang membeli baju dengannya dan sebagian yang merasa iba akan memberikan susu untuk anaknya" lanjut Rocky


"Bagus juga jika di saat itu dia meninggalkan anaknya, setidaknya anaknya masih bisa mulai hidup baru dan mendapatkan keluarga baru, dari pada ikut dengannya bisa jadi menjadi seperti dia" ujar Shances


"Benar, dia begitu kejam dan hanya tahu berjudi sehingga tidak memberi makan anak istrinya, jadi dia tidak pantas jadi orang tua bagi anaknya" kata Tony


"Bagaimana dengan keadaan dia sekarang?" tanya George dengan menatap ke arah Patrick


"Ketua, dia masih di rumah sakit dan belum bisa banyak bergerak, dan satu rumah sakit dengan Kurashi" jawab Patrick


"Lalu apakah Kurashi masih hidup?" tanya George


"Dia masih dalam keadaan koma, hantaman kuat mengenai kepalanya, sehingga menyebabkan pendarahan di dalam otaknya, dan mengenai hidup atau matinya ini belum bisa di pastikan" jawab Patrick


"Kelihatannya si gila ini sudah saatnya harus berakhir agar lain kali tidak mencari masalah lagi" sambung Rocky


"Aku juga mendapat info calon istrinya adalah putri mafia dari jepang, dan sedang menemaninya di rumah sakit" kata Patrick


"Dia sudah cacat tapi masih saja ada wanita yang menjaganya? apa lagi putri dari ketua mafia?" ucap Shances dengan penasaran


"Aku ingat dia ada mengatakan jika dia telah memiliki anak dari wanita yang bukan pilihannya, aku rasa wanita itu adalah putri dari mafia jepang yang sedang menjaganya sekarang" ujar George


"Jika dia masih hidup dia akan tetap membuat masalah" lanjut Tony


"Selagi Nona Lavender berada dalam Pengawasan kita Kurashi tidak akan bisa berbuat apa-apa" jelas Patrick


"Kaneshiro ingin menangkapnya, jika bukan aku dan kakek segera tiba aku tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi" kata George


"Ketua jangan khawatir, Nona Lavender akan baik-baik saja, kita akan melindunginya" ujar Shances

__ADS_1


"Jika dia berani menyentuh gadis nakal ku walau dia ada hubungan dengan ku aku tetap akan membunuhnya" ucap George dengan menahan emosi


__ADS_2