
"Kau memang ingin mencari mati karena merendahkan Papa ku" bentak Celine dengan kesal
"Memangnya kenapa jika kau anak mafia? apa hebatnya? tidak perlu mengancamku dengan identitas mu itu" jawab Lavender dengan mengejek
"Hari ini jika aku tidak memberi pelajaran pada mu maka aku tidak layak menjadi putri Wallace" ucap Celine dengan berlari ke arah Lavender dengan berniat menabraknya
Melihat wanita itu berlari ingin menabraknya Lavender pun mengelak ke samping sehingga membuat Celine menabrak tembok karena tidak sempat untuk menghentikan langkahnya
Bruk...
Benturan kepala Celine yang mengenai tembok
"Aaargggtt" teriakan Celine
"Kau adalah wanita yang benar-benar gila," ucap Summy dengan mengeleng kepala
Tidak puas karena tidak bisa membalas Celine pun tidak putus asa ingin menyerang Lavender yang berdiri di sampingnya dengan mengunakan kedua tangan mengcengkram leher Lavender
"Ingin melukai ku jangan berharap kau akan menang" bentak Celine dengan dahinya yang telah terluka sambil mengcengkram erat leher Lavender
Lavender yang tidak puas karena lehernya di genggam kuat oleh wanita itu dirinya pun membentur kepala Celine
Bruk
"Aaarrtttggt" pekikan serentak Lavender dan Celine yang menahan sakit dengan memegang bagian dahi mereka
"Ingin membunuh ku? rasakan ini, Hiaaaaaakkk" teriak Lavender yang menendang kuat ke tubuh Celine sehingga jatuh terpelanting keluar dari toko
"Baguusss.. memang tidak salah kau keponakan ku" teriak Summy dengan kegirangan
"Aaarggtt, perut ku sakiit" rintihan Celine yang kesakitan
"Dasar Lilin, kau datang menghina ku dan ingin melukai ku, kau kira aku mudah di tindas?" bentak Lavender yang keluar dari tokonya dan berdiri di hadapan wanita itu
"Aku akan mengadu pada papa ku" ucap Celine yang sedang kesakitan
"Ngadu saja memangnya aku takut sama Papa mu itu, aku tidak peduli siapa dia, kau adalah anak manja sengaja mencari masalah dulu kemudian ingin mengadu kepada orang tua mu dasar anak mafia tidak punya takut" ketus Lavender
"Bukan tidak punya takut, tapi tidak punya nyali" sambung Summy
"Aku akan membawa mu pulang dan menghajar mu di depan pacar mu si brengs*k itu" bentak Lavender yang menghampiri Celine dan menarik telinganya dengan kuat
"Sakiiittt" teriak Celine yang di tarik telinga sehingga berdiri dan mengikuti langkah Lavender
"Lavender, kau ingin kemanaa?" teriak Summy dengan penasaran
"Bawa si Gorila betina ini ke rumah Gorila Hamil dan menghajarnya di sana" jawab Lavender yang sedang menarik telinga Celine tanpa ingin melepaskannya
__ADS_1
"Ingat jangan meledakkan rumah orang kita tidak akan bisa mengantinya" pesan Summy yang sudah tahu ulah keponakannya itu
"Bibi, tenang saja, aku hanya akan menghancurkan barangnya"
"Bukankah itu sama saja buat keributan? apa mungkin George akan melakukan hal yang seperti di katakan oleh wanita itu?" gumam Summy
"Aaarrttggghhh" teriakan Celine di sepanjang jalan pasar keramaian itu akibat Lavender menarik telinganya sambil berjalan
Di sisi lain Goerge dan Patrick sedang duduk di ruangan tamu nya sedang membahas urusan bisnis sambil menikmati secangkir kopi, di saat mereka meneguk minuman tiba-tiba saja mereka di kagetkan oleh.~β
"GORILA HAMIIIIILLLL" teriakan Lavender yang menembus ke dalam ruangan rumah
"Uhuk..uhuk...uhuk..uhuk" suara batuk serentak George dan Patrick yang terkejut dengan teriakan yang tiba-tiba terdengar itu
"Gorila Hamil, ternyata kau di sini" bentak Lavender dengan kesal
"Sakit! cepat lepaskan tangan mu" teriak Celine yang telinganya di tarik sepanjang jalan
"George, tolong aku" pinta Celine yang kesakitan
George dan Patrick menatap heran dengan luka pada 2 wanita itu, Celine terluka bagian dahi dan pakaiannya telah basah karena di siram serta rambutnya yang kusut, sementara Lavender dahinya memar karena benturan dengan Celine
"Apa yang telah terjadi?" tanya Patrick yang binggung melihat dua wanita itu
"Lavender, apa yang sudah terjadi?" tanya George dengan penasaran
"Celine, katakan kejadian yang sebenarnya"
"George, jangan percaya padanya, aku tidak ada mengancam atau pun menghinanya, dia hanya berbohong, kau lihatlah kepala ku sakit dan perut ku juga di tendang olehnya, seluruh tubuh ku juga sakit" kata Celine dengan manja dan menghampiri George
"Dasar siluman tidak tahu diri berani sekali kau menuduh ku, aku Lavender jika tidak mendidik mu maka kau tidak akan tahu salah mu di mana" ketus Lavender dengan menghampiri Celine dan menarik rambut Celine dengan emosi
"Aaarrttt....sakit..cepat lepaskan" teriakan Celine yang kesakitan
"Berani mengancam ku dan menghina ku, apa hebatnya diri mu anak dari seorang mafia tapi otak mu tidak ada bahkan ayam saja masih punya otak" bentak Lavender yang menarik rambut Celine dan mendorong kuat ke lemari yang di hiasi barang antik di sana
Bruk..bruk...bruk
3 Hentakan tubuh Celine mengenai lemari di lakukan oleh Lavender dengan sekuat tenaga
"Aaarggggtt" teriakan Celine yang kesakitan dan tidak berdaya
Prang...prang..prang
Bunyi pecahan 3 barang antik yang jatuh dari lemari akibat guncangan
"Ketua, ini jika di biarkan bukankah akan terjadi masalah besar?"tanya Patrick yang fokus ke arah dua wanita yang sedang berkelahi
__ADS_1
"George, tolong aku" pinta Celine yang tidak berdaya karena di dirinya di hentak ke lemari sebanyak berulang kali sehingga membuat barang antik berjatuhan karena hentakan kuat di lakukan oleh Lavender
Prang...prang...prang
Bunyi pecahan gelas dan jam antik yang berserakan di lantai
"Ketua, lama-lama semua barang antik kesukaan mu akan habis, dan bukan itu saja lemari itu juga akan tumbang jika di di tabrak berkali-kali, maka milyaran akan menghilang begitu saja"
"Biarkan saja, asal gadis nakal itu puas melampiaskan kemarahannya maka hancurkan saja tidak apa-apa" jawab George dengan santai karena sudah tahu sifat kekasihnya itu
"Ini memang gadis ku menghajar orang yang merendahkannya" batin George
"Lilin, aku beritahu pada mu aku tidak peduli mau ayah mu atau kakek moyang mu yang mafia aku juga tidak takut" ketus Lavender dengan menarik rambut Celine dan menghempaskannya ke lantai
"Aaargghhhh" pekikan Celine yang rambutnya berantakan sehingga tanggal akibat tarikan kuat oleh Lavender
"Dengar baik-baik, uang ini aku kembali kan pada mu, aku tidak butuh, ada lagi jika kau mau pria ini ambil saja aku juga tidak butuh" ketus Lavender sambil melempar uang ke udara sehingga lembaran uang itu berserakan
Setelah puas maka Lavender pun ingin melangkah keluar dari rumah George
"Apakah setelah puas kau ingin pergi begitu saja, gadis nakal ku?"tanya George yang menghentikan langkah Lavender
"Kenapa? apa kau ingin membalas karena aku melukainya?"
"Kau memecahkan barang antik ku, dan ingin pergi begitu saja" ucap George dengan senyum
"Pacar mu itu sudah menghina ku dan mengancamkan jadi ini impas"jawab Lavender dengan kesal
"Sayangnya dia bukan pacar ku, siapa yang mengatakan jika dia adalah pacar ku?" tanya George dengan senyum
"Itu urusan mu, urusan ku di sini sudah selesai, aku ingin pulang"
"Jangan berharap kau bisa pulang" ucap George dengan mengendong
"Wooiii..lepaskan aku"
"Diam! jangan bergerak terus" ucap George dengan melangkah ke arah kamarnya
"Patrick, antar Celine kembali ke rumah sakit" perintah George
"Baik Ketua" jawab Patrick dengan menurut
"George, aku sedang terluka" teriak Celine dengan merasa kecewa karena di abaikan oleh George
"Nona Celine, aku akan mengantar mu ke rumah sakit" ucap Patrick dengan sopan
"Sakit sekali, dasar wanita murahan" ketus Celine yang berusaha mencoba untuk berdiri
__ADS_1
Bab selanjutnya Lavender berhadapan dengan Wallace