Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Di kejar buaya


__ADS_3

"Tuhaaaaaan, tolong keringkan air sungainyaaaaaa, agar buayanya tidak bisa berenang ke siniiiiii" teriak Lavender sambil melihat ke atas langit


"Apa kau sudah gila ya karena minum terlalu banyak air asin? walau tanpa air buaya tetap bisa berjalan, jadi percuma kau berdoa"


"Dia sudah mulai masuk ke air jadi bagaimana? apa kita lepaskan tangan kita saja dan ikut arus air?"


"Kalau kita lepas pasti kita akan mati dan terhanyut entah kemana"


"Aku sudah berusaha berunding dengannya, tapi dia tidak mendengarkan ku, lihat saja satu kakinya sudah mulai masuk ke air" kata Lavender yang sedang menatap ke arah hewan itu


"Aku sudah tidak tahan, arusnya terlalu deras, dan kepala ku sakit sekali"


"Hei....jangan menyerah, bagus kita berteriak meminta tolong"


"Di sini tidak ada orang siapa yang bisa mendengarkan teriakan kita"


"Aku akan mencoba untuk berbicara dengan dia"


"Dengan siapa maksud mu?"


"Buaya itu"


"Apa kau gila? apa kau mengira dia bisa mengerti bahasa mu" ujar pria itu yang mulai lemas


"Ehem....Tuan buaya yang tampan, tolong jangan memakan kami ya, nanti setelah aku pulang dalam keadaan hidup-hidup, aku pasti akan menyuruh bibi ku masak makanan enak untuk mu sebagai ucapan terima kasih, atau kalau kau tidak percaya maka kau bisa ikut aku pulang aku akan memperkenalkan bibiku pada mu, aku yakin kalian pasti akan berteman baik" ujar Lavender yang sedang berusaha menyakinkan hewan itu


"Apa kau sadar apa yang kau katakan?"


"Sadar. kenapa?"


"Kau sudah tahu dia adalah buaya mana mungkin akan mengikut mu pulang dan berteman dengan bibi mu, sebenarnya dulu kau sekolah di mana? kenapa bisa begitu bodoh?" ketus pria yang mulai risih


"Kau yang bodoh, dari tadi kau menangis terus, bukannya pikirkan cara untuk membujuknya"


"Kau gila, dia mana bisa di bujuk" ketus pria itu sambil menangis ketakutan


"Bagaimana kalau kita melepaskan tangan kita saja? dia sudah mulai masuk ke dua kakinya" ujar Lavender


"Jika kita lepas maka kita akan mati" kata pria itu

__ADS_1


"Jika tidak lepas maka kita akan mati lebih cepat" jawab Lavender


"Jika kita ikuti arus kita pasti akan mengalir ke laut besar sana, di sana ada hiu juga"


"Hah...di sini ada buaya di sana ada hiu? di hutan ada anggota singa dan si cumi itu, jadi di mana tempat yang aman?"


"Lihatlah dia sudah masuk ke dalam air, cepat lepaskan tangan kita dan saling berpegangan" kata Lavender yang memegang tangan pria itu


"Iya..ya.., kita adu nasib saja kali ini" jawab pria itu yang melepaskan pegangannya


Karena buaya itu berniat untuk menghampiri mereka maka Lavender hanya bisa lepas pegangannya dan ikuti arus sungai deras itu.


"Aaaragggtttttt" teriakan serentak Lavender dan pria itu yang saling berpegangan yang sedang di bawa arus


Tanpa mereka sadari buaya itu juga terbawa arus dengan jarak yang tidak jauh dari mereka


George dan lainnya telah sampai ke tempat Lavender menghilang tadi


"Ini adalah senjata miliknya, tapi di mana Lavender?" ujar George yang sedang memungut senjata milik Lavender


"Mari kita berpencar saja" kata Patrick


Pria itu dengan cepat menangkap ranting itu dan kemudian Lavender pun ikut memegang erat rantingnya, mereka berusaha melawan arus sambil berenang mendekati rumput-rumput yang tumbuh di tepi sungai dan kemudian mereka pun berhasil berjalan naik ke atas tanah di tepi hutan itu


Di saat sampai tempat aman mereka sama-sama terkapar di atas tanah karena merasa kedinginan serta tubuh yang sudah terasa lemas


"Akhirnya kita lolos" ucap Lavender yang sedang berbaring


"Iya, aku bersumpah selama hidup ku aku tidak mau lagi masuk ke dalam hutan atau pun main di air" ujar pria itu yang sedang baring di samping Lavender


"Aku rasa jodoh kita sama buaya itu pasti sudah berakhir" ucap Lavender yang bangkit dan duduk di sana


"Jangan menyebutnya lagi, dia membuat kaki ku lemas"


"Siapa nama mu? setidaknya kau adalah orang yang pernah berjuang bersama ku" tanya Lavender


"Nama ku Bruce"jawabnya sambil memejamkan matanya


"Tu...tuan bu..buaya" sebut Lavender yang lagi-lagi melihat buaya itu yang merangkak naik ke atas tanah yang tidak jauh dari jaraknya

__ADS_1


"Kenapa kau masih saja menyebutnya" kata Bruce itu yang masih berbaring sambil memejamkan matanya


"Kaki ku sudah lemas aku tidak bisa lari lagi, dia ada di sini" ujar Lavender sambil menepuk tangan pria itu


"Ada apa dengan mu?" tanya Bruce yang bangkit dan duduk dengan matanya melihat hewan yang ada di depan mereka


"Ka..kapan di...dia a ada sini?" tanya Bruce dengan merasa kaget


"Tadi barusan dia sampai, kelihatannya jodoh kita bertiga masih belum berakhir" jawab Lavender yang bercoba untuk berdiri


"Apa kau yakin masih bisa lari?" tanya Bruce yang ikutan berdiri dengan perlahan


"Tidak tahu, kaki ku sudah lama di air, aku merasa lemas" jawab Lavender yang kakinya gemetaran karena kelamaan terendam air


"Apa kaki mu baik-baik saja?" tanya Bruce


"Kaki ku lemas, untuk berdiri saja susah. kau cepat pergi dulu"


"Tidak, jika ingin pergi maka kita pergi bersama, apalagi kita sudah sampai di sini" jawab Bruce


Hewan berkaki empat itu mulai merangkak selangkah demi selangkah, Lavender yang kakinya gemetaran hanya bisa berdiri tidak mampu bergerak


"Apa kau bisa berjalan? dia sudah semakin dekat?" tanya Bruce yang sedang ketakutan


"Aku tidak bisa berjalan lagi, tapi aku rasa aku masih bisa berlari. cepat Lariiiiiiiii" jawab Lavender yang langsung mengunakan jurus seribu langkah


"Tunggu akuuuu, dasar kau baru mengatakan tidak bisa berjalan tapi kenapa kau bisa berlari dengan cepat" Teriak Bruce yang sedang berlari mengikuti langkah Lavender


"Aku hanya tidak bisa berjalan bukan berarti aku tidak bisa lari, kita cepat berpencar" jawab Lavender sambil berlari dengan cepat


"Baiklah kita berpencar" jawab Bruce yang berlari ke arah lain


"Dasar, kenapa kau tidak mengejarnya malah mengejar ku? sebenar kamu siluman dari mana kenapa jalan mu bisa begitu cepat" ketus Lavender yang sedang melarikan diri


"Di sana aku di kejar oleh singa jepang dan si cumi dan di sini aku di kejar oleh buaya, kenapa aku selalu saja di kejar" ngoceh Lavender selama pelariannya


"Di sana ada pohon bagus aku memanjat saja, kaki ku sudah lemas" kata Lavender yang kemudian langsung memanjat pohon itu


"Woii...dasar buaya, kenapa kau mengejar ku ha..? aku sudah baik pada mu aku mau mengajak mu ke rumah ku dan berteman dengan Bibi ku, tapi kau malah mengejar ku dari sungai sampai ke hutan" ketus Lavender yang berada di atas pohon sementara buaya yang berukuran jumbo itu diam di bawah pohon yang di mana tempat Lavender berdiri

__ADS_1


"Apa aku berhutang pada mu? kenapa kau sepertinya berdendam dengan ku? apa kau tahu nasib ku sangat buruk hari ini, seharian aku di kejar kelompok mafia dari jalan lari ke hutan sampai ke sungai, dan kemudian di kejar oleh mu dari sungai sampai ke hutan, kenapa paras mu bisa begitu jelek, dasar buaya brengs*k, cepat pergiiiiii" celoteh Lavender tanpa berhenti sambil melihat ke bawah yang di mana buaya itu sedang diam di sana


__ADS_2