
Setelah membuang kalung itu George lalu melangkah pergi ke arah pintu besar
"Tunggu" ucap Kaneshiro yang bangkit dari tempat duduknya
"Ada apa?" tanya George dengan menoleh ke arah George
"Dengan semua ucapan mu tadi apa kau tidak menyesal?"
"Menyesal? untuk apa aku harus menyesalinya? kau sudah lama menghilang dari hidup ku, kau membuat ku menjadi anak yatim piatu, ayah ku hanya satu dia adalah Mike Hamilton dia memberi ku sebuah keluarga dan kasih sayang, jika kau sudah pergi maka jangan kembali lagi, jika kau kembali maka hanya sebagai musuh ku" jawab George dengan tegas dan melangkah pergi meninggalkan Kaneshiro
Prang....
Bunyi pecahan gelas yang di lempar oleh Kaneshiro
"Kurang ajar, berani sekali dia melawan ku" ketus Kaneshiro
"Tuan besar, apakah kita harus membunuh dia?" tanya Erick yang sedang berdiri di belakang Kaneshiro
"Jika dia mati di tangan kita maka semua anggotanya pasti akan menyerang kita, lagi pula pengawalnya itu kelihatannya tidak mudah juga untuk di hadapi" kata Kaneshiro
"Tuan besar, mereka adalah Shances dan Tony yang tinggal di california, dan mereka bisa muncul di sini bisa jadi George yang mengaturnya" jelas Erick
"Kenapa bisa di pindahkan ke sini?"
"Mungkin saja ada tugas untuk mereka"
"Dia memiliki banyak jumlah anggota di sini jadi ingin membunuhnya tidak mudah" jelas Kaneshiro
"Tuan besar, kita akan menyusun rencananya jika ingin membunuhnya" ucap Erick dengan sopan
"Dasar anak durhaka, lihat saja nanti di dunia mafia ini hanya ada aku dan tidak ada kamu" batin Kaneshiro
Pasar keramaian
Di malam hari setelah tutup toko Lavender sedang membuang sampah dan tiba-tiba saja~β
"Aaaarrrrhhhh, hantuuuuuuu" teriak Lavender yang mengunakan jurus seribu langkah ke arah lain
"Hei...jangan lariiii" teriak pria itu yang tiba-tiba muncul di hadapan Lavender sambil mengejar langkah Lavender
"Bibi....ada hantuuuuu" teriakan Lavender yang sedang berlari entah ke arah mana
"Hei....jangan lari..berhenti..kalau kau lari lagi di depan sana ke arah pelabuhan" teriak pria itu yang sambil mengejar Lavender.
"Kau hantu yang aneh, aku tidak berhutang pada mu kenapa kau mencari ku" teriak Lavender berlari tembus ke pelabuhan sana
"Jangan lariiiii, cepat berhenti" teriak pria itu yang kecapean
"Ah...gawat..ini adalah laut aku mana bisa masuk ke air" gumam Lavender yang menhentikan langkahnya
"Hei....kenapa kau berlari?" teriak pria itu yang menghampiri Lavender
"Kau mengejarku tidak mungkin aku tidak lari" jawab Lavender sambil menutup matanya
__ADS_1
"Kau lari makanya aku kejar" jawab pria itu yang sedang kecapean
"Jangan mendekat, kalau sudah mati kenapa mencari ku? seharusnya kau cari orang yang membunuh mu, aku tidak bersalah" ucap Lavender dengan menutup wajahnya
"Apa yang kau katakan? siapa yang mati? aku masih hidup" ujar pria itu
"Tidak mungkin, dia bilang sudah membunuh mu jadi mana mungkin kau masih hidup, jangan menganggu ku" jawab Lavender yang ketakutan
"Dasar wanita bodoh, memang kau pernah melihat hantu mengejar orang?"
"Tidak tahu, jangan menganggu ku, bagaimana kalau kita berunding saja, kau pergi ke asal mu dan aku akan membakar uang sebanyak-banyaknya untuk mu dan mobil dan rumah mewah, ah...rumah Gorila Hamil sangat luas besok aku ledakkan rumahnya dan kau pergi ambil besok, adalagi dia yang membunuh mu jadi cari dia saja" kata Lavender dengan memejamkan matanya
"Kau benar-benar gila" ucap pria itu dengan menahan emosi
"Kalau tidak cukup lagi, aku carikan wanita cantik untuk kau jadikan istri, apa kau bisa melepaskan ku?"
"Lavendeeeeerr, aku belum mati, aku masih hidup, aku dari kampung ke sini mau cari pekerjaan baru" teriak pria itu dengan sangking kesalnya
"A..apa? kau masih hidup? berarti kau bukan hantu?" tanya Lavender dengan membuka matanya dan melihat ke arah pria itu
"Memang kapan aku mengatakan jika aku adalah hantu?"
"Aku tidak percaya, kau sudah di bunuh oleh Gorila Hamil, jadi kau bukan manusia"
"Apa kau tidak bisa bedakan manusia sama hantu?"tanya pria dengan kesal
"Semasa hidup kau sudah mirip dengan hantu jadi aku tidak membedakannya" jawab Lavender dengan terus terang
"Aku belum mati, tuan Hamilton sangat berbesar hati bukan hanya melepaskan ku tapi juga memberi ku uang untuk pulang ke kampung ku, dan sekarang aku ingin mencari pekerjaan baru di kota" jelas Pria itu
"Iyaaaa" jawabnya dengan kesal
"Bus, kau belum mati? apa iya? biar aku pastikan dulu" kata Lavender yang menghampiri pria itu dan menarik hidung dan telinga pria
"Jangan menarik hidung dan telinga ku, kau gila ya..nama ku bukan bus tapi Bruce" bentak Bruce yang kesal sambil mengelak ke sana ke mari
"Jangan lari aku ingin memastikannya" ucap Lavender yang masih menarik telinga Bruce dengan kuat
"Sakittttt, kenapa kau menarik telinga ku, sudah ku katakan aku adalah manusia bukan hantu" teriak Burce yang berjalan ke sana ke mari sambil mengelak dari tangan liar Lavender
"Biar aku coba tarik wajahnya mu dulu"
"Coba kepala mu, aku mulai menyesal karena mencari mu" bentak Bruce dengan mengelak sana sini
"Jangan bergerak" ucap Lavender yang mencubit wajah kiri kanan Bruce
"Sakiiitttt..." teriak Bruce
Di saat Bruce mengelak sana sini tanpa berhati-hati posisinya yang di jembatan langsung~β
"Aaarggthhh" teriakan Lavender dan Bruce
Plungggg
__ADS_1
Bunyi hentakan air yang kuat akibat mereka berdua terjatuh ke laut
"Lavender... kenapa setiap kali bertemu dengan mu aku pasti jatuh ke dalam aiiiirrr" teriak Bruce dengan kesal
"Uhuk...uhuk...uhuk...airnya sangat asin" kata Lavender yang sedang meredam di laut
"Ini air laut pasti asin, kalau mau manis campur gula saja" bentak Bruce dengan sangking kesalnya
"Ini semua salah mu, makanya kita jatuh lagi ke dalam air" ketus Lavender
"Apa kau masih waras? kalau bukan karena kau tidak mungkin kita jatuh ke laut" bentak Bruce
"Hah...ternyata kau adalah manusia asli" ucap Lavender
"Asli kepala mu, mana ada manusia palsu" bentak Bruce
"Kenapa kau tidak bilang dari awal kalau bukan hantu?"
"Kau gila ya? kau baru melihat ku sudah lari dan berteriak hantu, macam mana aku mengatakannya?"teriak Bruce sambil berenang ke tepi laut
"Jika bukan karena malam-malam kau tiba-tiba muncul mana mungkin aku mengira kau adalah hantu" jawab Lavender
"Hei..hei...itu apa?" tanya Lavender yang menunjuk ke arah depan mereka
"Apa?" tanya Bruce yang melihat ke depan sana ada sesuatu yang menuju ke arah mereka
"Itu adalah hiu, lariiiiiii" teriak Bruce dengan berenang cepat ke arah tepi laut
"Kenapa harus lari bukankah kita ajak berteman saja" ucap Lavender dengan santainya
"Kau gila ya? sama hiu kau ingin mengajak jadi teman?" teriak Bruce yang menarik lengan Lavender sambil berenang
"Dia mau mengincar kita cepat berenang" ucap Bruce
"Apa dia menakutkan seperti buaya?" tanya Lavender
"Buaya adalah jelmaan setan dan hiu adalah jelmaan hantu, sementara diri mu adalah jelmaan moyang vampir jadi sama-sama menakutkan " jawab Bruce yang naik ke tempat yang tinggi sambil menarik tangan Lavender
"Jodoh kita sama hewan sangat kuat, kemana-mana pasti bertemu dengan mereka" ujar Lavender
"Kau tidak waras, aku belum pernah melihat wanita seperti mu"ucap Bruce yang kecapean dan duduk di lantai sana
"Sakiiiittttt...." teriakan Bruce yang telinganya lagi-lagi di tarik oleh Lavender
"Kau memang bukan hantu" ucap Lavender yang sedang menarik ke dua telinga Bruce
"Sudah cukuuuupp, jangan menarik telinga ku lagiiii" teriak Bruce yang melarikan diri
"Jangan lariiiii" teriak Lavendeeer yang mengejar langkah Bruce
"Mama....aku mau pulang aku tidak mau ke kota lagiiii" teriakan Bruce yang sedang di kejar Lavender
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya berjudul MAFIA BERDARAH DINGIN
__ADS_1
bagi yang belum pernah singgah silahkan ya semoga sukaπππ