Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
George emosi terhadap Floris


__ADS_3

"Benar! kalung ini adalah milik keluarga Lion. semasa muda aku mencari orang yang ahli untuk membuatnya, di dunia ini hanya ada dua, yang satu aku berikan pada Merliza, tapi di saat dia meninggal kalung ini ikut hilang tanpa jejak, dan tidak tahu mengapa jika kalung ini ada bersama Lavender" jawab Lion dengan sambil memerhatikan kalung itu


"Kata bibi Lavender kalung itu dia beli di tepi jalan di saat Lavender masih kecil, dan inisial L adalah namanya" jelas George


"Tidak benar, aku yakin dia pasti ada menyimpan rahasia di sebalik ini, aku ingin menemuinya" ujar Lion


"Kakek, bibi Lavender besok akan datang melihat Lavender, jadi besok Kakek bisa bertanya padanya" kata George dengan menatap ke arah Lion


"Ketua besar, ada yang ingin ku katakan tapi aku tidak tahu apa aku harus mengatakannya" sebut Bieber dengan ragu


"Katakan saja jika memang ada yang harus di katakan" jawab Lion yang melihat ke arah Bieber


"Ketua besar, jika nona Lavender bukan cucu anda aku berharap anda jangan merasa sedih dan terluka" kata Bieber dengan sopan


"Aku juga memilkirkannya, aku tidak berani berharap jika cucu ku masih hidup, karena aku takut jika aku akan kecewa dengan dalam, jika Lavender bukan cucu ku aku juga tetap akan menganggap nya sebagai cucu ku karena dia membuat ku merasakan hubungan yang sangat dekat" jawab Lion


"Jika saja nona Lavender ada hubungan keluarga dengan pembunuh itu?"lanjut Bieber


"Mungkin aku akan sedih, tapi aku tidak akan melukainya dan aku tetap akan membalas dendam, mungkin di saat itu Lavender pasti sudah jauh dari ku dan aku juga" jelas Lion dengan khawatir


"Kakek, jangan berpikir seperti itu dulu, aku rasa Lavender bukan dari keluarga pembunuh, semasa dia masih bayi orang tuanya sudah meninggal dan bibinya yang selama ini merawatnya dan mereka hidup di pasar selama ini, walau sebenarnya aku merasa bibinya menyimpan rahasia tapi aku yakin mereka tidak ada sangkut paut dengan para pembunuh itu" jelas George


"Aku berharap begitu juga" jawab Lion dengan menarik nafas panjang


Di sisi lain Floris kesal dengan wajahnya yang terluka merasa dendam semakin membara, niatnya ingin memprovokasi Kakeknya dengan mengunakan kalung Lavender akan tetapi rencananya tidak berhasil.


"Sialan, wajah ku jadi terluka akibatnya cakarannya, maunya di saat itu aku tikam saja mengunakan pisau buah itu, kenapa kakek tidak mau ambil tindakan, aneh sekali, gara-gara dia aku malah harus tidur di rumah sakit yang di penuhi bau obat ini" kata Floris yang sambil mencermin dirinya


"Sekarang aku tidak bisa mendekatinya lagi ada Patrick yang sedang berjaga di luar pintu kamarnya" Batin Floris

__ADS_1


Prak


Bantingan pintu yang kuat dari George yang emosi


"Aarhgggtt, kakak George, kau membuat ku terkejut" teriakan Floris yang kaget melihat George yang tiba-tiba masuk ke kamarnya


"Jika bukan karena kakek aku pasti sudah membunuh mu dengan tangan ku sendiri" bentak George dengan kesal


"Kakak, apa maksud mu? kenapa kau marah- marah pada ku?" tanya Floris dengan pura-pura


"Tidak perlu kau berpura-pura di depan ku, aku tahu kau pelakunya, kau ingin membunuh Lavender dan kau akting di depan kakek, sangat memalukan" ketus George dengan kesal


"Kakak George, apa kau kira aku berani membunuh orang? bahkan mengunakan senjata saja aku tidak berani, jadi mana mungkin aku bisa membunuhnya. kakak, jangan percaya padanya ini semua tidak benar dia membohongi mu dan kakek" jawab Floris dengan alasan


"Apa kau kira aku bodoh? yang bisa kau bohongi? Floris, aku mengenal mu kau selalu saja suka menyombongkan diri mu dan suka menindas dengan mengunakan status kumpulan Lion, aku beri peringatan pada mu jika kau masih berani melukainya percaya atau tidak aku pecahkan kepala mu" kecam George dengan tatapan aura membunuh


"Kakak, kita sudah lama kenal, kenapa kau malah membelanya? ini buktinya jika dia melukai ku, wajah ku dan tangan ku ini semua karena ulah dia juga, tapi kau malah menyalahkan ku dan menuduh ku yang tidak berdosa ini, wajah ku bisa saja meninggalkan bekas di masa yang akan datang aku tidak bisa lagi menemui siapa pun" kata Floris yang sedang menangis


"Aarggghttt.. Kakak, jangan" jeritan Floris yang merasa sakit pada lehernya


"Sakit? takut? ini hanya peringatan untuk mu, jika ada lain kali maka aku akan mengambil nyawa mu dengan tangan ku sendiri" bentak George dengan kesal dan melepaskan tangannya


"Uhukkk.uhuk...uhuk..kenapa kau begitu tega pada ku? sudah puluhan tahun kita kenal tapi demi dia kau menyakiti ku" ujar Floris dengan mengeluarkan air mata


"Aku tidak peduli berapa lama kita kenal, aku hanya peduli pada sesuatu yang milik ku" jawab George dengan emosi


"Milik mu? apa maksud mu?"


"Dengar baik-baik! Lavender adalah wanita yang akan ku nikahi suatu saat nanti, dan siapa pun yang berani menyakitinya maka akan berurusan dengan ku" bentak George dengan kesal

__ADS_1


Sesaat kemudian George pun keluar dari kamar Floris sambil menghantam pintunya


Prak..


Floris yang mendengar perkataan George membuatnya terluka, bagaimana tidak karena selama ini Floris sangat berharap bisa menikah dengan pria itu dan selalu berharap bisa mendekatinya hanya saja selama ini George selalu bersikap dingin terhadap dirinya.


"Menikahi nya? aku mencintai mu sudah begitu lama tapi kau malah ingin menikahinya, tidak bisa aku tidak akan biarkan, ini tidak boleh terjadi, kakak George hanya boleh menikahi ku, aku adalah cucu kakek wanita itu hanya anak pasaran, dari status saja dia sudah kalah jauh dari ku, jadi dia tidak layak sama sekali" gumam Floris yang merasa cemburu


Keesokan harinya..


"Jangan banyak bergerak tubuh mu masih sakit" kata George yang sedang duduk di tepi ranjang


"Aku bosan tidur terus, aku ingin bangun" ujar Lavender yang ingin turun dari ranjang


"Habiskan dulu sarapan mu ini baru keluar" kata George yang sambil memegang mangkok yang berisi bubur


"Aku tidak mau makan, aku tidak lapar, mana wanita itu aku ingin mencarinya" ucap Lavender yang mulai kesal


"Apa yang ingin kau lakukan? memukulnya dengan kondisi tubuh mu yang masih sakit ini?"


" Aku masih belum puas memukulnya semalam"


"Sebentar lagi bibi mu akan datang, habiskan dulu buburnya jika tidak bibi akan khawatir lagi" kata George yang ingin menyuapi Lavender


"Aku bisa makan sendiri" ujar Lavender yang mengambil mangkok berisi bubur itu dari tangan George


Klek


"Nona Lavender, Ketua George" sapa Bieber yang masuk ke kamar Lavender bersama Lion

__ADS_1


"Kakek" sapa serentak George dan Lavender


__ADS_2