
Apartemen
"Bos, beberapa hari ini pihak Lion tidak ada tindakan apa pun, sepertinya mereka tidak tahu jika kita telah kembali" Kata anggotanya
"Si tua itu walau cacat tapi dia memiliki banyak kaki tangan di luar, jadi jangan pernah anggap remeh, apakah orang yang kita upah sudah sampai?" Tanya Tevez yang sedang duduk di temani wanita penghibur
"Bos, orangnya sudah tiba di kota, aku sudah mengaturnya tinggal di hotel, kita hanya tinggal atur waktu kapan bertindak dia akan menjalaninya" Jawab anggotanya dengan sopan
"Awasi Si tua itu, jika dia keluar maka bunuh saja, dia sudah hidup lama sudah seharusnya dia pensiun dan seharusnya kedudukannya adalah milik ku dari dulu" ketua Teves dengan meneguk minumannya
"Baik Bos" Jawab anggotanya dengan hormat
Keesokan harinya
Kediaman Hamilton
"Ketua, kenapa tiba-tiba saja kita menyediakan begitu banyakn barang wanita? apakah ini mau di berikan pada panti asuhan? tapi di sana masih anak-anak jadi mereka belum bisa memakainya" Tanya Patrick yang kebinggunan melihat setumpuk kado berisi baranh wanita
"Bukan untuk mereka" Jawab George yang duduk santai di sofa
"Ketua, jadi mau berikan ke siapa? apakah untuk wanita itu?"
"Wanita mana maksud mu?"
"Floris wanita pembuat masalah itu"
"Bukan, ini untuk di berikan kepada gadis ceroboh itu" Jawab George dengan senyum
"Ha? untuk Nona Lavender? kenapa ?"
"Ini untuk lamaran, aku ingin bertunangan dengannya, siapkan mobil aku ingin membawanya ke mari" Ucap George
"Tu-tunangan? Ketua, ingin tu-tunangan?" Tanya Patrick yang kebingunan
"Kenapa? memangnya aku tidak boleh tunangan?"
"Ah..tidak bu-bukan begitu, Ketua" Jawab Patrick dengan terbata
"Siapkan mobilnya aku mau mencarinya" Perintah George yang berjalan ke arah pintu besar
"I-iya" Jawab Patrick dengan ikuti langkah Ketuanya
"Akhirnya Ketua sudah normal, selama ini Ketua hanya sendirian tidak dekat sama wanita mana pun, akhirnya gadis ceroboh itu mampu menarik perhatian Ketua kami" Batin patrick
Pasar keramaian
"Lavender, nanti antar pesanan untuk Tuan Orance Hustan"Suruh Summy yang menyerahkan bingkisan makanan kepada Lavender
"Iya, Bi. siapa namanya?"
"Tuan Orance Hustan, ingat namanya jangan salah sebut, itu alamatnya dan catat namanya di sana" Jawab Summy yang berjalan masuk ke dapur
"Iya aku tahu" jawab Lavender yang mengambil penanya dan mencatat nama pelanggan itu
__ADS_1
"Siapa namanya, Biiii?" Teriak Lavender dengan nada tinggi
"Jangan berteriak, Jarak kita hanya beberapa langkah saja, Bibi mu ini belum tuli" Bentak Summy dengan kesal
"Aku lupa namanya"
"Orance hustan itu namanya"
"Dia orang mana, Bi. kenapa aneh sekali namanya?"
"Kalau mau tahu nanti kau tanya saja padanya, jangan salah sebut namanya"
"Iya sudah ku catat" Jawab Lavender yang sambil menulis nama pelanggan tersebut
"Mana biar aku baca, dari pada nanti kau salah panggil" Kata Summy yang merebut kertas catatan Lavender
"Lavendeeeeerrr"teriak Summy yang sedang kesal membaca tulisan Lavender dan sedang berdiri di samping keponakannya itu
"Bibi, jangan berteriak Bibi kan belum tuli" jawab Lavender yang tidak mau kalah
"Bukan bibi yang belum tuli tapi kamu yang belum tuli, kenapa kau selalu salah bicara" Bentak Summy dengan kesal
"Jadi kenapa Bibi teriak pada aku? aku kan di samping, Bibi" tanya lavender dengan kesal
"Apa kau tahu apa yang kau tulis?" Tanya Summy dengan menahan emosi
"Itu nama yang Bibi bilang tadi" Jawab Lavender dengan cepat
"iya" jawab Lavender yang sedang membaca tulisan itu
"Dasar tidak bergunaaa" teriak Summy menarik telinga Lavender
"Aaargghhhtt..sakitttt, kenapa menarik telinga ku?" Bentak Lavender dengan menahan sakit
"Apa kau tidak bisa baca atau menulis dengan baik?"
"Di mana lagi kesalahan ku?"
"Di mana kesalahan mu? kau masih tidak sadar apa yang kau tulis? jika catatan ini berikan ke pelanggan aku yakin kau pasti di cincang olehnya" kata Summy dengan emosi
"Bibi, katakan salah ku di manaaa?" tanya Lavender dengan kesal
"Suruh kau menulis Orance Hustan tapi kau malah menulis Orang hutan"bentak Summy yang emosi tinggi
"Bibi, memang itu namanya orang hutan apa salahnya" teriak Lavender yang menahan sakit
"Kapan kau baru bisa pintar dasar anak bodoh" ketus Summy dengan emosi
"Permisi Bibi Summy" Sapa Patrick yang baru masuk ke toko itu dan di susul oleh George
"Tuan Hamilton, Tuan Patrick, kalian sudah datang" sapa Summy dengan senyum
"Tuan Gorila Hamil, Tuan Pistol, tolong aku telinga ku sakit" Teriak Lavender yang telinganya di tarik oleh Summy
__ADS_1
"Pis-pistol?" Ucap Patrick kebinggunan
"Bibi, hari ini aku ingin mengajak Lavender keluar"kata George
"Keluar? kita ingin kemana?" tanya Lavender dengan penasaran
"Aku ingin mengajak mu ke rumah ku" Jawab George dengan menatap Lavender
"Lavender, apa kau merusakkan barang Tuan Hamilton?" Tanya Summy dengan melihat ke arah Lavender
"Tidak" jawab Lavender
"Bibi, hari ini niat ku adalah ingin Lavender setuju bertunangan dengan ku"Kata George dengan terus terang
"Apaaa?" Tanya serentak Lavender dan Summy
"Seperti yang ku katakan kemarin aku ingin bertunangan dengan mu, dan aku serius" jelas George dengan senyum
"Tapi aku hanya anggap kau sedang bercanda" Kata Lavender yang kebinggunan
"Bibi, izinkan aku membawa keponakan mu pergi" Pinta George dengan sopan
"Tidak, aku tidak mau, aku masih mau antar pesanan" Kata Lavender yang sembunyi di belakang Summy
"Bawa saja tidak apa-apa, akhirnya kau sudah laku ini bagus sekali" ucap Summy sambil mendorong Lavender ke arah George
"Bibi, kenapa menyuruh ku keluar? kan aku harus antar pesanan" Teriak Lavender dengan kesal
"Tidak perlu, itu tidak penting" Jawab Summy sambil mendorong George dan Lavender keluar dari toko
"Aku tidak mau" Kata Lavender ingin lari ke dalam akan tetapi langkahnya di hentikan oleh George
"Lepaskan tangan mu"
"Kau tidak bisa lari, karena Bibi juga sudah mengatakan kau boleh pergi dengan ku" Ujar George dengan menahan lengan Lavender
"Iya..iya benar pergilah, Tuan Hamilton, lakukan saja apa pun yang kau mau, ambil saja, ambil saja, silahkan ambil" Ujar Summy dengan senang hati
"Bibi, kemarin baru menyuruh ku jangan dekat dengan mafia dan sekarang malah menyuruh dia membawa ku pergi, Bibi, pengkhianat" Bentak Lavender dengan kesal
"Lavender, kalau Tuan Hamilton bibi sudah kenal jadi tidak masalah jika kau bersamanya" ujar Summy dengan senang hati
"Tapi aku tidak mau bertunangan dengan siapa pun" kata Levender dengan meronta
Karena Lavender melawan maka George akhirnya mengangkat Lavender ke pundaknya sambil berjalan ke arah mobilnya
"Turunkan akuuuu" Teriak Lavender
"Bibi, selamatkan aku cepaaatt" Teriakan Lavender dengan nada tinggi
"Pergi saja, tidak pulang juga tidak apa-apa, main lah sepuas mu jangan ingat rumah" Teriak Summy dengan nada memenuhi satu pasar
"Bibi, pengkhianaaattt, jangan sampai aku pulang dalam keadaan hidup-hidup aku tidak akan melepaskan mu" Teriakan Lavender yang berada di pundak George sambil berteriak
__ADS_1