
Markas Jericho
"Bos, 10 anggota kita sebagian tewas di bakar dan 5 lainnya di bunuh dengan senjata tajam" lapor salah satu anggota Jericho
"Ini sudah keterlaluan, pembunuhnya memang sengaja menantang kita. Bos, bagaimana jika kita mengunakan umpan agar bisa memancing pembunuh itu keluar setelah itu baru kita kira serang ramai-ramai?" kata Wilson yang sedang berdiri di hadapan bosnya itu
"Lakukan yang seharusnya, jika dapat pembunuhnya maka siksa dia jangan langsung membiarkan dia mati, aku ingin mengeluarkan jantungnya dengan tangan ku sendiri" perintah Jericho yang menahan emosi
"Siap Bos" jawab Wilson dengan menurut
Markas Black White
"Ketua, gudang di pelabuhan itu akan di bangun ulang lagi oleh anggota sendiri" kata Steven
"Untung saja di saat barang kita masuk, kita langsung memindahkan barang kita itu ke gudang lain, semua gerak-gerik kita di awasi oleh Jericho oleh sebab itu dia bertindak langsung di malam itu juga" ujar Patrick
"Niatnya adalah balas dendam karena anggotanya yang tewas di tangan kita, membuatnya tidak puas" lanjutn Shances
"Bagaimana dengan Wallace? apakah dia ada bertemu dengan Jericho?" tanya George dengan wajah datar
"Belum ada, Ketua" jawab Steven
"Apakah Jericho akan meminta bantuan dari Wallace?" tanya Tony dengan penasaran
"Untuk sementara seharusnya tidak, karena nasibnya masih belum di ujung tanduk" jawab George dengan singkat
"Aku tidak yakin juga jika Wallace akan membantunya, karena dia hanya akan mencari masalah jika menyinggung kita" kata George
"Benar juga, dia tidak mendapat keuntungan apa pun jika melawan kita" ucap Patrick
"Ketua, apakah kita akan membunuh anggotanya lagi seperti biasanya?" tanya Shances
"Serang bar miliknya, hancurkan semua bar miliknya" perintah George dengan nada tegas
"Jericho memiliki 4 bar di California" ujar Steven
"Dia mendapat keuntungan yang cukup tinggi dari 4 barnya itu, pertama dari narkoba kedua dari bar, dua itu bagaikan jantung dan ginjalnya, jika kehilangan salah satunya dia pasti mengalami kerugian besar" lanjut Tony
"Lakukan di malam ini" perintah George
"Siap Ketua" jawab serentak
Pasar keramaian.
Prak...prak...prak...prak...prak.. prak.
Bunyi hentakan kursi yang di lakukan oleh Lavender sehingga membuat kursi-kursinya patah terbelah-belah
"Bibi, Toloooooonngggg" teriak Lavender dengan nada tinggi sehingga menembus keluar toko
"Ada apa dengan mu, ha.? tiba-tiba saja berteriak, lama-lama aku akan terkena serangan jantung, dan kenapa bising sekali?" teriak Summy yang keluar dari dapur
__ADS_1
"Lavendeeeeeerrr"teriak Summy dengan nada memenuhi ruangan itu
"Bibi, selamatkan aku" teriak Lavender yang sedang berdiri di atas meja
"Ada apa dengan mu? kenapa kau menghancurkan semua kursi ku dan kenapa kau berdiri di atas meja?" bentak Summy yang sedang emosi tinggi
"Bibi, itu-tu-tu-tu-tu" jawab Lavender dengan terbata sambil menunjuk jarinya ke arah lantai
"Apanya yang itu-tu-tu-tu-tu?" tanya Summy dengan kesal
"Iya itu"
"Apa itu?"
"Itu-tu-tu sangat menakutkan"
"Apanya? katakan dengan jelas"
"Itu Bibi singkirkan dia" teriak Lavender yang berdiri di atas meja dengan ketakutan
"Apa yang mau di singkirkan? kau menghancurkan semua kursi ku bagaimana aku mau berjualan lagi?" bentak Summy dengan kesal
"Bibi, jangan salahkan aku, salahkan saja dia" jawab Lavender sambi menunjukan ke arah patahan kursi sana
"Memang siapa yang harus ku salahkan jika bukan kamu ?"
"Bibi, lihat sana ada binatang yang mirip kecoak"
"Aku takut sama dia, makanya aku lempar saja dengan mengunakan kursi, tanpa ku sadari kursinya hancur semua"
"Lavender, otak mu memang tidak beres, kau bisa melawan beberapa pria, dan berhasil menghancurkan cafe orang dan juga kau berani meledakkan restoran dengan memegang bom waktu, kau bahkan tidak takut saat di todong senjata, tapi kau bisa takut dengan kecoaaaakk" bentak Summy dengan kesal
"Bibi jangan salahkan aku, dia sangat jelek bahkan lebih jelek dari bibi"
"Apa? kau mengatakan aku jelek? Lavender, kau membuat ku tidak bisa jualan, semua kursi sudah kau patahkan hanya demi seekor kecoak ini"
"Singkirkan dia, dia sangat jelek, jika tidak aku akan menghancurkan nya dengan meja ini"
"Sudah! sudah! jangan menyentuh meja lagi, jika tidak maka meja akan hancur di buat oleh mu"
"Papa dan Mama mu begitu pintar kenapa diri mu bisa begitu bodoh?"
"Jangan salahkan aku bodoh, kan dari kecil aku tinggal bersama bibi, jadi mana mungkin aku bisa pintar" jawab Lavender yang tidak mau kalah
"Jadi kau menyalahkan ku dasar anak durhaka?"
"Jangan salahkan aku, salahkan saja kakak mu" balas Lavender tidak mau kalah
"Kakak ku? siapa kakak ku?" tanya Summy dengan heran
"Papa Robek" jawab Lavender yang masih berdiri di atas meja itu
__ADS_1
"Robert bukan robek, Papa mu itu adalah adik ku bukan kakak ku, kenapa kau semakin lama semakin bodoh" bentak Summy dengan kesal
"Aku bodoh bibi yang berikan" jawab Lavender yang tidak mau mengalah
"Apa kau sudah bisa turun?" .
"Bibi, singkirkan dia dulu"
"Dia sudah mati kau buat, mana mungkin dia hidup lagi"
"Tapi Dia masih di sana"
"Namanya juga sudah mati macam mana mau lariiii" teriak Summy dengan emosi tinggi karena ulah keponakannya itu
"Coba bibi periksa dulu apa dia masih bernafas"
"Periksa kepala mu, lihat saja bentuk nya sudah hancur, bahkan isi dalam saja sudah keluar mana mungkin dia masih hiduuupp" jawab Summy sambil emosi
"Apa benar di sudah mati, Bi? coba bibi sentuh dia"
"Lavender, kau mengunakan 8 kursi kayu melempar ke arah dia sehingga patah apa mungkin dia masih bisa hidup?"
"Hanya seekor kecoak saja kau sudah menghancurkan semua kursi di toko ini, kau memang nakal sekali, apa bisa turun sekarang dan bersihkan tempat ini"
"Iya" jawab Lavender yang turun dari mejanya
"Bibiii" teriak Lavender yang lagi-lagi mengagetkan Bibinya
"Apa lagiiiii?" teriak Summy yang merasa kesal
"Bibi, tolong buang tubuhnya, aku geli melihatnya"
"Lavender, kau benar-benar parah, dia sudah mati kau masih saja takut, kau adalah keturunan mafia tapi malah bisa takut sama seekor kecoak yang telah mati" bentak Summy dengan kesal
"Tapi aku geli melihatnya, bagaimana kalau dia hanya pingsan?"
"Pingsan kepala mu, tubuhnya sudah penyok akibat hentakan kursi jadi mana mungkin dia masih bisa hidup"
"Nona Lavender, Bibi Summy" suara panggilan seorang pria yang tiba-tiba masuk ke dalam toko
"Kura-kura" balas sapa Levender
"Tuan Kurashi"balas Summy dengan senyum
"Apa yang terjadi ? kenapa semua kursi ini?" tanya Kurashi yang melihat ke arah kursi-kursi yang patah itu
"Si hewan jelek itu datang tanpa di undang, maka aku bunuh saja" jawab Lavender
"Maaf Tuan, toko ku kacau di buat anak ini" ucap Summy dengan merasa segan
"Lavender, cepat ambilkan kursi yang di dalam"
__ADS_1
"Iya Bi"