
"Lempar lagi peledaknya, ratakan markas mereka" teriak Tony kepada anggotanya
Mendengar perintah Tony semua anggotanya sama-sama melempar bahan peledak ke arah markas
Duar...duar....duar...duar...duar...duar...duar...
Ledakkan besar yang terjadi di markas Jericho sehingga berhasil membunuh 400 anggota sehingga tidak tersisa. semua anggota yang berada di dalam markas tidak memiliki kesempatan untuk membalas sama sekali, mereka di serang tembakan dan peledak yang membuat mereka kesulitan untuk melarikan diri.
Setelah berhasil semua anggota George meninggalkan markas yang telah berhasil di ratakan oleh nya.
Keesokan harinya
Markas Black White
"Perkiraan anggota Jericho sekitar 600, mereka semua berada di markas utamanya" kata Steven
"Jika kita ingin menyerang markasnya maka kita harus mengerahkan lebih banyak anggota kita untuk lebih mudah mengalahkan mereka, tanpa harus mengorbankan anggota kita seperti semalam" ujar Shances
"Nanti kita rencanakan lagi untuk penyerangan ke markasnya, jangan sampai ada kesilapan apa pun, setelah kejadian semalam aku yakin mereka pasti akan bersiap-siap jika terjadi penyerangan lagi" ucap George
"Siap Ketua" jawab serentak Tony, Shances dan Steven
"Perintahkan anggota kita untuk berjaga di setiap wilayah kita, jika ada yang datang maka bunuh saja, Jericho pasti akan mencari masalah dengan kita karena dia pasti akan mencurigai jika kita yang meledakkan markasnya" ucap George
"Baik Ketua, akan ku lakukan sekarang juga" jawab Steven dengan menurut
Markas Jericho
Setelah mendapat kabar ledakkan yang terjadi di markasnya Jericho lagi-lagi di buat murka
"Perintahkan anggota kita jika nampak anggota Black White maka bunuh saja, aku sangat yakin semua yang terjadi ada hubungan dengannya" perintah Jericho dengan tatapan aura membunuh
"Baik Bos" jawab Wilson
"Bos, George memiliki banyak senjata dan bahan peledak dan rencananya di susun sangat rapi sehingga anggota kita tidak memiliki kesempatan membalas sama sekali, dan pada akhirnya mereka hanya bisa dikorbankan begitu saja" kata Wilson
"Dia membalas dengan selangkah demi selangkah, di saat kita lalai maka dia pun mengambil kesempatan, club, markas serta anggota ku lenyap di buatnya, George Hamilton dia lupa jika diri nya berada di kota ku, maka akulah yang berkuasa sepenuhnya" ujar Jericho dengan merasa dendam
"Ketua, jika kita melawannya secara terang-terangan ini hanya akan membuat kita kalah, dan kita hanya bisa melawannya dengan secara diam" ujar Wilson
Prak...
Hentakan meja di lakukan Jericho yang masih kesal
__ADS_1
"Mulai hari ini peperangan di mulai, siapa kalah kita belum tahu" gumam Jericho
Kediaman Lion
"Lavender, kakek dengar info ada yang datang ke toko bibi mu membuat onar, apa kau tahu siapa dia?" tanya Lion yang sedang bersamanya di ruangan tamu
"Tidak tahu, Kek. tapi aku curiga adalah anggota suruhan dari Papanya Kura-kura jepang itu" jawab Lavender yang sedang duduk di samping kakeknya itu
"Apa kau tahu nama Papanya siapa?"
"Dia asal jepang tapi wajahnya bukan orang jepang, wajahnya jahat dan dia juga tidak mengatakan siapa dia, dia hanya mengatakan jika dia dari mafia jepang"
"Mafia jepang? di jepang banyak kumpulan mafia, bagaimana ciri-ciri mafia itu?"
"Wajahnya galak, rambutnya mirip zebra dan wajahnya banyak bulunya"
"Wajahnya galak? mirip zebra?" gumam Lion yang sedang penasaran dengan menoleh ke arah Kelvin dan Bieber
"Nona, maksud mu rambutnya seperti apa? misalnya warnanya warna apa?" tanya Kelvin
"Warna hitam putih, makanya dia mirip zebra dan Gorila" jawab Lavender dengan santai
"Gorila? maksud Nona adalah?"tanya Bieber yang kebinggunan
"Gorila Hamil?" tanya serentak Bieber dan Kelvin
"Benar"
"Jika ciri-ciri yang di katakan Lavender bisa saja dia adalah Kaneshiro yang terkenal sangat kejam di jepang, di jepang kumpulan mereka paling terkenal, dulu aku pernah mendengar jika dia memiliki 3 anak angkat, dua mati di tangannya dan sisa satu anak angkat yang bernama Kurashi dia di kenal cukup kejam dan dingin" ucap Lion
"Kakek, dialah yang ku katakan adalah kura-kura yang mengantar ku pulang kemarin itu, mereka ada datang ke toko ku dan si Zebra itu dengan beraninya mengancam ku"
"Dia mengancam mu? apa yang dia katakan?" tanya Lion
"Dia tidak ingin aku dekat dengan anaknya itu jika aku tidak mendengarkannya maka dia akan lenyapkan toko bibi".
"Lalu apa yang kau jawab?"
"Aku mengatakan aku tidak berminat dengan anaknya, dan aku juga tidak takut dengan ancamannya. kakek, aku ingin belajar menembak"
"Kenapa kau tiba-tiba mau belajar lagi?"tanya Lion
"Jika dia datang buat onar aku mau tembak kepala di zebra itu"
__ADS_1
"Cara menemba mu itu sangat buruk"
"Kakek, aku harus belajar lagi, aku kan keturunan mafia jika aku tidak bisa pegang senjata bukankah itu aneh?"
"Lavender, kakek bisa mengutuskan anggota untuk menjaga mu dan juga toko bibi mu, jadi tidak ada siapa pun yang bisa melukai kalian"
"Kakek, aku hanya ingin waspada saja, si zebra itu sangat membuat ku tidak suka sama dia, makanya aku ingin belajar menembak jadi jika dia berani macam-macam aku akan mengambil otaknya" kata Lavender
"Mengambil otaknya?" tanya serentak Bieber dan Kelvin
"Untuk apa kau ambil otaknya?" tanya Lion dengan heran
"Aku ingin menembak kepalanya dan ambil otaknya untuk di buang ke laut"
"Kau ini aneh-aneh saja, seharusnya anak gadis jangan memegang senjata"
"Kakek, karena aku adalah anak gadis maka aku harus bisa bela diri, jika aku ada apa-apa aku bisa melawan"
"Nona, kami bisa melindungi mu juga" ucap Bieber
"Tidak mau, Paman harus melindungi kakek ku, kalau aku masih muda jadi aku masih berlawan jika ada yang menindasku, aku akan mengunakan tumbukan dan tendangan ku" kata Lavender yang berjalan ke sana sini sambil menunjukan aksi nya
"Sudah! sudah! jangan bergerak kesana kemari, kau membuat kakek mu ini pusing" kata Lion dengan senyum
"Kakek, ajarin aku, jika ada yang menindas kakek dan bibi maka aku akan membalasnya" ucap Lavender sambil mengangkat tangannya
"Iya sudah, kakek akan suruh Paman Bieber mengajari mu ya" jawab Lion yang hanya bisa pasrah
"Benarkah? aku bisa belajar?" tanya Lavender dengan girang
"Benar, jangan melukai diri sendiri saja" jawab Lion dengan ketawa kecil
"Baiklah, terima kasih, Kakek" ucap Lavender dengan mencium wajah Kakeknya
"Bieber, bawa Lavender ke lapangan tembak" perintah Lion
"Baik Ketua besar" jawab Bieber dengan sopan
"Nona, silahkan ikut aku" ucap Bieber dengan sopan
"Baiklah" jawab Lavender dengan semangat sambil meloncat-loncat
"Anak ini benar-benar..." sebut Lion dengan senyum
__ADS_1
"Ketua besar, bukankah tidak ingin nona belajar tapi kenapa hari ini malah?" tanya Kelvin dengan penasaran