
Setelah satu jam kemudian Patrick dan lainnya telah meninggalkan kediamannya George pun kembali ke kamarnya dan menghampiri Lavender yang sudah ketiduran
"Nyenyak sekali tidur mu, di saat kau sadar kau sangat liar dan terkadang aku malah merasa kau sangat susah di dapatkan, apa luka mu sangat sakit? sehingga kau berteriak memanggil Kakek dan Bibi?" kata George dengan mengecup dahi Lavender
George mengambil obat dengan niat ingin mengolesnya di bagian luka Lavender, dengan perlahan dia membuka selimut dari bagian bawah dan memerhatikan bagian inti milik Lavender yang masih mengeluarkan darah itu
"Apa aku tadi terlalu kasar padanya? sehingga masih mengeluarkan darah yang banyak, pantas saja dia menangis" batin George dengan merasa bersalah
"Jangan ganggu, aku mau tiduuurr" kata Lavender yang sedang mengigau
"Besok aku mau meledakkan kediaman Gorila" kata Lavender yang sedang ketiduran
"Gadis nakal, sudah tidur juga masih nakal saja" gumam George
Keesokan harinya
George yang sudah bangun sedang menyiapkan sarapan untuk pujaan hatinya, setelah selesai memasak George membawa sarapan tersebut ke dalam kamar
Jam dinding menunjukan pukul 8 pagi
Klek
George membawakan sarapan dan menarohkan ke meja yang berada di samping kasur. dan kemudian George pun melihat Lavender yang masih tidur dengan nyenyak sambil menatap senyum wajah gadis itu
"Selamat pagi, calon istri ku" ucap George yang berisik di telinga dan mencium wajah Lavender
"Bibi, aku mau tidur jangan ganggu, ini baru jam 3." kata Lavender yang belum sadar
"Ini sudah jam 8 pagi istriku, sudah waktunya kau sarapan" ujar George dengan nada lembut
Mendengar panggilan George, Lavender membuka matanya dan melihat George yang sedang tersenyum dengannya
"Kenapa kau ada di kamar ku?" tanya Lavender yang lupa sesaat jika dia tidur di kediaman George
"Ini adalah kamar ku, oleh sebab itu aku ada di sini" jawab George dengan senyum
Lavender yang baru bangun lupa sejenak kejadian semalam, dan setelah itu dia mendapati jika dirinya tanpa balutan sehelai benang dan kemudian dia pun mengingat apa yang telah terjadi di antara dirinya dan George
"Hah...gawat kami melakukan semalam, apa aku akan hamil" batin Lavender dengan menepuk kepalanya
"Lavender, ada apa dengan mu? apa kepala mu sakit?" tanya George yang duduk di tepi kasur
"Aku mau pulang, dimana baju ku?" jawab Lavender
"Baju mu sudah basah, aku sudah siapkan baju baru untuk mu di lemari, jadi pilih saja yang mana kau mau"
"Apa kau bisa keluar dulu?"
__ADS_1
"Kenapa?"
"Aku mau pakai baju"
"Apa kau malu?" goda George dengan mendekati Lavender
"Jangan mendekat"
"Aku sudah melihat semuanya, dan aku sudah menghafal semuanya, berapa ukurannya dan rasanya" kata George dengan sengaja mengoda Lavender
"A-apa kata mu? rasa apa maksud mu?"
"Rasa aroma di tubuh mu dan.."
"Sudah, Diaaamm, jangan bicara lagi, cepat keluaaaar" teriak Lavender yang merasa malu
"Aaahh" jeritan Lavender yang sedang merasa sakit
"Kenapa? apa kau masih sakit?" tanya George
"Ini semua salah mu, bagaimana caranya aku berjalan pulang jika sakit ku tidak hilang" bentak Lavender dengan kesal
"Tinggal saja di sini, sampai kau sembuh, aku akan menghubungi Bibi" kata George
"Aku tidak mau tinggal sini, aku mau pulang"
"Tidak mau, aku bukan anak kecil"
"Tapi kau memang masih kecil bagi ku" kata George dengan ngejek
"Sudah pergi sana, aku mau pakai baju" teriak Lavender yang merasa kesal
"Baiklah, aku akan keluar" jawab George yang bangkit dari tempat duduknya dan melangkah keluar dari kamar
"Dia sangat gila, bagus aku periksa ke dokter apa aku akan hamil, ini sangat menakutkan" gumam Lavender
"Dasar pria mesum, bisa saja dia memaksa ku, ini perih sekali, tidak mungkin dalam kondisi seperti aku bertemu dengan Bibi, bagus aku coba berdiri dan berjalan ke kamar mandi" batin Lavender
Lavender melilit selimut di tubuhnya dan berjalan ke arah kamar mandi, di saat berjalan karena masih merasa sakit maka dia berjalan dengan kaki terbuka lebar
"Dasar beo tidak berguna, sudah tampangnya jelek dan menyakitkan lagi, maunya ku tembak saja semalam" ngoceh Lavender tanpa berhenti
"Bagaimana aku bisa berjalan kalau seperti ini? kalau di tanya sama tetangga sana apa yang harus ku katakan? huff..sangat merepotkan pantas saja Bibi ku tidak mau menikah'' gumam Lavender yang berjalan dengan mengangkang kakinya
"Gadis nakal, habiskan sarapan mu" kata George yang sedang duduk di sofa kamar bersama Lavender
"Aku sudah kenyang, aku mau pulang" jawab Lavender"
__ADS_1
"Aku sudah menghubungi Bibi, aku memberitahunya kau akan tinggal di sini selama beberapa hari, dan aku sudah mengutuskan Rocky dan Patrick untuk membantu jaga toko Bibi mu".
"Kenapa kau melakukan itu? siapa Koky yang kau katakan itu?"
"Bukan Koky, tapi Rocky dia adalah anggota ku yang tinggal di california, aku menyuruhnya ke sini karena ada urusan penting" jawab George dengan menyuapin Lavender
"Bukankah aneh jika anggota mafia menjaga toko makanan? lagi pula tuan pistol adalah anggota yang sering berada di sisi mu"
"Tidak masalah, Patrick ada waktu luang, mengenai mengantar pesanan aku ada mengutuskan anggota lain, jadi kau tidak perlu khawatir lagi, tunggu sampai kau sembuh baru pulang" jawab George
"Kau jangan coba bermacam-macam lagi dengan ku, kau membuat ku sakit sehingga sulit untuk berjalan"
"Baiklah, gadis nakal, aku akan melakukannya setelah kau sembuh nanti" ucap George dengan sengaja mengoda
"Apa ulang lagi?"
"Tentu saja, karena kau adalah wanita ku oleh sebab itu aku ingin selalu melakukannya dengan mu" goda George dengan berisik di telinga Lavender
"Dasat mesum, aku tidak mau" jawab Lavender dengan kesal
George menarik pinggang Lavender mendekap ke tubuhnya dan mencium bibir Lavender tanpa berhenti
Lavender berusaha untuk mendorong tubuh George akan tetapi dirinya di peluk erat oleh pria itu.
"Lepaskan tangan mu, aku tidak bisa bernafas" ucap Lavender yang melepaskan ciumannya
"Aku akan mencium mu sebagai ganti malam tadi" kata George dengan berisik di telinga Lavender
"Sebagai ganti malam tadi?"
"Iya, aku belum puas melakukannya kau sudah mengigit ku berkali-kali, jadi untuk ganti ruginya adalah aku ingin mencium mu sampai aku puas" jawab George dengan melanjutkan ciumannya
"Hei....kau jangan melakukannya lagi, aku sudah terluka gara beo mu" bentak Lavender yang di tindih oleh George di sofa
"Tenang saja, aku hanya akan mencium mu saja, sebagai gantinya, jika kau berulah lagi maka lihat saja aku akan membuat mu koma selama satu bulan" jawab George dengan sengaja dengan melanjutkan ciumannya
Kediaman Lion
Setelah menjalani hukuman Floris akhirnya di bebaskan oleh Lion. dirinya berdiri di depan Lion yang sedang berada di ruangan bacanya
"Apa sudah sadar apa kesalahan mu?" tanya Lion dengan tegas
"Aku mengaku salah dan akan berubah" jawab Floris dengan menunduk
"Hm...ingat..lain kali kau tidak di izinkan lagi untuk bebas berkeliaran, setiap anggota yang menemani mu mereka bertugas hanya untuk mengawasi mu dan bukan untuk berbuat masalah" kata Lion dengan tegas
"Iya, Kek. tidak ada lain kali lagi, aku berjanji" jawab Floris dengan menunduk
__ADS_1
"Jika kau mengulangi kesalahan lagi maka aku tidak akan mengampuni mu" ucap Lion dengan tegas