Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Lion merasa cemas


__ADS_3

Setelah satu jam kemudian


Dokter yang merawat Lavender keluar dari ruang rawatnya


"Dokter, bagaimana dengan kekasih ku?"


"Tuan, luka di kepala pasien telah di obati, untung saja benturannya tidak kuat, jadi tidak bahaya, dan mengenai tubuhnya jangan banyak bergerak dulu istirahatlah di rumah sakit selama beberapa hari" jelas Dokter


"Dokter, terima kasih" ucap George dengan menghela nafas lega


"Ketua, jangan khawatir Nona Lavender sudah melewati masa kritis" bujuk Patrick


"Iya, aku ingin melihatnya dulu dan sebentar lagi aku baru melihat kakek Lion" kata George yang masuk ke kamar Lavender


"Gadis ceroboh, apa yang terjadi pada mu? kenapa diri mu bisa terluka siapa pelakunya?" ujar George yang duduk di samping Lavender dengan tatapan khawatir


"Melihatnya tidak sadarkan diri ini sangat tidak biasa, dia yang biasanya ceroboh dan sifat hebohnya membuat orang kesal dan ketawa, gadis ceroboh cepat buka mata mu" batin George dengan mencium wajah Lavender


Setelah satu jam kemudian George keluar dari kamar Lavender dan menuju ke kamar Lion.


Klek


"Kakek" sapa George yang baru masuk ke kamar Lion


"Ketua Hamilton" sapa serentak Bieber dan Kelvin


"George, kenapa wajah mu seperti ada masalah? apakah ada yang terjadi di markas"" tanya Lion yang menoleh ke arah George yang duduk di sampingnya


"Markas baik-baik saja, Kek. kakek bagaimana dengan luka mu?"tanya George


"Ini tidak masalah hanya luka kecil saja, beberapa hari lagi sudah bisa keluar dari rumah sakit" jawab Lion


"Aku mendengar kabar jika pelurunya melekat ke kalung kakek" ujar george dengan sopan


"Iya, kalung keluarga Lion telah melindungi ku"jawab Lion dengan menarik nafas panjang


"Lalu bagaimana dengan pelakunya?" tanya George dengan penasaran


"Belum dapat, pembunuh yang di utuskan telah tewas dalam ledakkan, untung saja Lavender datang di saat itu jika tidak kami kalah jumlah pasti sudah mati" jelas Lion

__ADS_1


"Lavender?" ucap George dengan penasaran


"Iya, Nona Lavender membawa bom yang telah di pasang oleh mereka yang di bawah mobil Ketua dan melepaskannya dan membawa ke dalam restoran itu,setelah Nona melemparnya tidak lama kemudian bom itu langsung meledak, pihak lawan langsung tewas" jelas Bieber


"Gadis ceroboh ini memang tidak pernah rasa takut sama sekali" kata George yang khawatir


"Benar, dia sama sekali tidak tahu jika bom itu sangat bahaya, tapi niatnya memang menyelamatkan kami" Ujar Lion yang melihat ke arah George


"Kakek, dia terluka dan sekarang ada di kamar lain" kata George yang menoleh ke arah Lion


"Apa? terluka? ada apa dengannya?" tanya Lion dengan merasa cemas


"Saat aku menemukan dia, dia pingsan di depan rumah sakit ini, dahinya terluka dan tubuhnya juga kena hantaman kuat, dan sekarang sudah di rawat" jawab George


"Siapa pelakunya?"


"Belum tahu, aku ingin tunggu dia sadar dan menanyakannya, jika aku tahu siapa dia tidak akan ku lepaskan dia" kata George dengan kesal


"Bawa aku ke sana aku ingin melihat anak itu" perintah Lion yang melihat ke arah Bieber dan Kelvin


"Baik Ketua besar" jawab serentak Bieber dan Kelvin yang membantu menurunkan Lion ke kursi roda


Klek..


Lion yang sedang duduk di kursi roda di dorong Bieber masuk ke kamar itu dan menghampiri Lavender yang masih belum sadarkan diri..


"Lavender, anak baik kau harus cepat sembuh, kakek masih ada janji dengan mu ingin mengajari mu mengunakan senjata, masih banyak lagi yang kakek ingin bicarakan dengan mu" kata Lion yang merasa sedih melihat ke arah Lavender


"Aneh, kenapa hati ku bisa begitu sakit di saat melihatnya terluka? Floris dan Girvanlo juga pernah sakit tapi kenapa aku tidak merasakan apa-apa? dari awal kemunculan anak ini telah membuat ku ada perasaan aneh" Batin Lion yang matanya mengeluarkan air mata


"Ketua besar, apa anda tidak apa-apa?" tanya Patrick yang berdiri di samping George


"Ah..tidak" jawab Lion dengan singkat


"Ketua besar, anda mengeluarkan air mata, apa anda khawatir dengan Nona Lavender?" tanya Bieber


"Tidak tahu mengapa hati ku sangat sakit melihatnya terluka, dan tidak biasa melihatnya tidak bergerak seperti ini, dia sangat lincah tapi aku tidak biasa melihat nya diam begini" jelas Lion yang khawatir


"Aneh kenapa kakek bisa begitu peduli pada Lavender? tidak biasanya dia peduli sama orang yang tidak ada hubungan darah nya dengan dia" batin George

__ADS_1


"Patrick, kamu pergi beritahu Bibi Lavender jika Lavender ada di sini" perintah George yang menoleh ke arah Patrick


"Baik Ketua, segera saya kesana" jawab Patrick yang berjalan keluar dari kamar itu


"George, selidiki siapa pelakunya jika dapat beri pelajaran secukupnya" tegas Lion yang merasa kesal


"Itu sudah pasti, Kek" jawab George


Di sisi lain Floris yang telah mendapatkan kalung tersebut merasa senang dan yakin jika Lavender akan di bunuh oleh Lion.


"Wanita pasar, bukankah kau telah kalah dari ku, kalung ini adalah milik Keluarga Lion sedangkan kakek ingin mencari orang yang memiliki kalung ini, dengan begini maka kau pasti di curigai ada hubungan dengan orang yang membunuh keluarga kakek, dan aku yakin kau pasti ada hubungannya jika tidak mana mungkin kau memilikinya" kata Floris yang sedang melihat kalung itu dengan senyum jahatnya


"Aku mau lihat apa kalian masih bisa jualan di pasar itu, jika kakek marah maka dia sanggup menghancurkan apa saja, aku ingin melihat di saat itu bagaimana kau bisa bersikap sombong" gumam Floris dengan senyum


Pasar keramaian


"Apa? Lavender di tabrak? bagaimana dengan kondisinya sekarang?" tanya Summy yang merasa cemas


"Bibi, jangan khawatir Nona akan sadar besok, dokter mengatakan Nona hanya butuh istirahat selama beberapa hari" jawab Patrick


"Rumah sakit mana? aku ingin ke sana"


"Bibi, kita akan pergi bersama" jawab Patrick dengan sopan


"George, jika ada apa-apa segera suruh Patrick mencari ku" kata Lion yang keluar dari kamar Lavender


"Baik Kek, akan ku lakukan" jawab George dengan sopan


Tidak lama kemudian Bieber dan Kelvin membawa Lion kembali ke kamarnya.


"Tuan Hamilton" panggil Summy yang baru tiba muncul dari belakang George bersama Patrick


"Bibi" balas George dengan menoleh ke belakang


"Bagaimana dengan anak itu?" tanya Summy yang khawatir dan menangis


"Bibi, jangan khawatir mari kita masuk dulu" ajak George yang mengajak Summy masuk ke kamar itu


"Anak ceroboh ini pertama kali pingsan dalam hidupnya, siapa pelakunya jika dapat pasti aku lipat tubuhnya" ujar Summy yang merasa sedih dan sedang berdiri di samping ranjang Lavender

__ADS_1


"Bibi, setelah Lavender sadar akan ku tanyakan padanya, Bibi, jangan khawatir aku akan membalas dendam untuk Lavender" kata George yang mencoba menenangkan Summy


__ADS_2