Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
kelemahan Lion dan George


__ADS_3

"Lain kali jangan jalan sendirian lagi ya" ujar George


"Iya"


"Ayo kita pulang" ajak George dengan memegang tangan Lavender


"Pedangnya tajam sekali, aku mau main pedang" kata Lavender yang sedang berjalan bersama George


"Tidak bisa, pedang ini sangat tajam kau tidak boleh menyentuhnya" jawab George


"Dari mana kamu mengambilnya?"


"Di rumah, aku rasa pedang ini punya Kaneshiro, di saat aku ambil aku baru tahu kau tidak ada di rumah, makanya aku membawanya keluar dan begitu kebetulan aku melihat Akira sedang mengancam mu" jelas George


"Ajarkan aku main pedang"


"Tidak bisa"


"Aku mau belajar"


"Tidak bisa, ini sangat bahaya untuk mu"


"Aku mau belajar"


"Tidak boleh"


"Ajarkan aku"


"Tidak bisa"


"Aku mau belajar"


"Tidak ku izinkan"


"Tapi kelihatannya seru"


"Apanya yang seru? ini bisa melukai mu"


"Aku mau belajar, kalau kau tidak mau mengajarkan aku, aku bisa minta tolong sama kak Koky atau tuan Pistol"


"Aku tidak akan izinkan mereka mengajari mu" ujar George


"Aku mau belajar"


"Tidak bisa"


Begitu terus Lavender memaksa George untuk mengajarnya bermain pedang


Kediaman Hamilton


George kembali ke kediamannya bersama Lavender dan Rocky, saat tiba di rumah mereka di sapa oleh Patrick

__ADS_1


"Ketua, Nona Lavender"


"Patrick, kau sudah pulang" jawab George


"Iya Ketua" jawab Patrick yang lalu duduk bersama George, Lavender dan Rocky di ruang tamu


"Gorila Hamil, aku mau belajar" ujar Lavender


"Tidak ku izinkan kau menyentuh pedangnya" jawab George yang duduk di sofa


"Aku hanya ingin belajar" kata Lavender yang duduk di samping George


"Lavender, kau bisa minta apa saja, tapi kalau belajar pedang ini tidak cocok untukmu" ucap George dengan menyentuh wajah Lavender


"Aku tidak mau yang lain, aku hanya mau belajar pedang"


"Bagaimana jika aku memberi mu hadiah lainnya? apa yang kau inginkan?" tanya George dengan senyum


"Aku mau belajar pedang" jawab Lavender


"Bagaimana dengan tas bermerk?"


"Aku mau belajar pedang" ucap Lavender dengan menarik narik lengan George


"Bagaimana jika berlian?"


"Aku mau belajar pedang" jawab Lavender dengan berdiri sambil menarik tangan George


"Bagaimana kalau mobil? apa kau suka mobil?"


"Lavender, apa kau suka rumah? aku akan membelinya untuk mu, besok kita akan pergi melihatnya"


"Aku tidak butuh rumah, aku sudah punya rumah di pasar keramaian, jadi aku tidak butuh rumah yang lain lagi"


"Jadi apa yang kau suka..ha?" tanya George dengan menarik Lavender duduk di pangkuannya


"Pertama kali aku melihat ketua memanjakan seorang wanita, bahkan sangat sabar menghadapi nona Lavender dengan terkenal dengan kelasakkannya" batin Patrick


"Aku hanya mau belajar pedang saja" jawab Lavender dengan duduk di kaki George


"Ini sangat bahaya untuk mu, aku hanya tidak ingin kau terluka, dengar kataku jangan menyentuh pedang, itu tidak baik" kata Goerge


"Jangan meremehkan ku, aku bukan wanita lemah, jika aku bisa main pedang maka aku bisa melawan siapa pun yang ingin melukai ku, tadi ada 4 pria yang mengikuti ku, dan aku hanya bisa berteriak agar semua tetangga di sana pada keluar" jelas Lavender


"Apa? 4 pria? apa mereka ada melukai mu?"


"Tidak ada, mereka belum sempat menyentuhku dan sudah di kejar oleh tetangga sana"


"Mereka pasti anggota Akira" jawab George


"Kelihatannya Kaneshiro selalu menyuruh anggotanya mengawasi nona, kalau tidak kenapa mereka bisa tahu jika nona ada di sana" ujar Patrick

__ADS_1


"Keterlaluan" ketus George


"Mereka ingin menangkap untuk mengancam mu dan kakek ku ya?" tanya Lavender dengan menatap ke arah George


"Benar, ini tujuan utama mereka, oleh sebab itu aku ingin kau selalu di sisi ku saja, agar aku bisa melindungi mu" jawab George


"Singa jepang itu benar-benar jahat" ucap Lavender dengan merasa kesal


"Lavender, lain kali jangan sendirian, aku tidak mau mereka melukai mu, Kaneshiro sangat keterlaluan demi keinginannya dia bisa melakukan apa saja, jadi jangan sendirian di luar lagi" kata George dengan khawatir


"Tapi bagaimana dengan toko Bibi? tidak mungkin aku di sini terus dan tidak membantunya?"


"Nona, mengenai hal ini nona jangan khawatir, kami akan mengaturkan anggota untuk membantu bibi Summy" ucap Patrick


"Baiklah, tapi apa aku boleh pulang?"


"Tinggal saja di sini akan lebih aman untuk mu, mereka akan mengambil kesempatan lagi jika kau di sana, jadi jika kau tinggal di sini maka mereka tidak akan berani menyentuh mu" jawab George


"Harus sampai kapan aku tinggal di sini? aku khawatir sama bibi, apa mereka akan mencari masalah dengan bibi ku?"


"Patrick akan mengutuskan anggota untuk berjaga di sana, jadi tenang saja" jawab George dengan senyum


Hotel


Prang....


Bunyi pecahan cangkir yang di lempar oleh Kaneshiro


"Dengan beraninya anak durhaka ini membunuh Akira, ini sama dia sedang menghina ku" ketus Kaneshiro dengan emosi


"Tuan besar, George Hamilton menjaga wanita itu dengan ketat, kelihatannya akan sulit untuk menangkapnya" kata anggotanya yang bernama Erick


"Sulit? aku tidak percaya aku tidak sanggup menangkapnya, jika tidak bisa menangkapnya maka tangkap saja Summy, jika menangkapnya sama saja bisa menangkap gadis wanita itu" ujar Kaneshiro


"Belakangan ini anggota Black White ada di sana, mereka sepertinya sedang melindungi toko itu, dan wanita itu kelihatannya tidak tinggal di sana"


"Tidak tinggal di sana? lalu dia ada di mana? di kumpukan Lion atau Black White?" tanya Kaneshiro dengan tatapan tajam


"Sepertinya di kediaman George" jawab Erick


"Hm...wanita ini sangat penting baginya, jangan sampai dia jatuh ke tangan ku, aku mau melihat Lion dan George Hamilton ingin mengunakan cara apa untuk menyelamatkan dia"


"Tuan besar, apa rencana seterusnya?" tanya Erick


"Tetap ikuti dia, awasi setiap gerak gerik mereka, Black White dan Lion adalah kumpulan besar tapi mereka ada satu kelemahan, Lavender" ucap Kaneshiro


"Baik Tuan besar," jawab Erick dengan hormat


"Tuan besar, mengenai tuan muda tadi pagi dia sudah sadar, hanya saja dia tidak mau bicara dan tidak mau makan" ujar Erick


"Anak bodoh ini masih tidak sadar, dia sudah terluka karena wanita itu tapi masih saja tidak bisa melupakan dia, dia juga sudah hancur hidupnya dan hanya bisa mengandalkan satu-satunya anak dalam kandungan Mimi"

__ADS_1


"Nona Mimi dengan setia menjaganya di setiap saat, tapi tuan muda tidak menghiraukannya"


"Dia sudah di sihir oleh wanita itu, aku tidak tahu apa kelebihan wanita itu sehingga mampu membuat 2 orang pria yang tergila-gila dengannya, apalagi mereka adalah saling bermusuhan, apa pun yang dia lakukan hanyalah sia-sia saja, di mata wanita itu dia bukan siapa-siapa sama sekali" ujar Kaneshiro


__ADS_2