
"Cepat usir dia kalau tidak maka aku akan membunuh dia dengan kursi ini lagi" teriak Lavender yang berdiri di atas meja
"Jangan coba-coba kau sentuh kursi ku lagi, sudah berapa kali kau menghancurkannya, setiap kali kau menghancurkannya maka aku yang sibuk mengantikan yang baru" bentak Summy yang trauma melihat tingkah keponakannya itu
Dor
Bunyi tembakan dari Kelvin yang mengenai kecoak itu
"Ini sudah mati kecoaknya cepat turun dari meja ku" kata Summy
"Tidak mau. Bibi, coba periksa dia masih bernafas tidak"
"Dasar bocah ini, tubuhnya sudah hancur karena peluru mana mungkin dia masih bisa hiduuupp" bentak Summy dengan menahan emosi
"Tapi kepala masih ada di situ" jawab Lavender yang masih belum mau turun
"Dia sudah mati mana mungkin bisa lariiii, cepat turuuunnn" teriak Summy dengan nada memenuhi ruangan
"Lavender, barusan kakek melihat mu begitu galak tapi kenapa kau berubah dalam sesaat setelah melihat binatang kecil ini?" tanya Lion dengan tertawa kecil
"Dia sangat jelek, Kek." jawab Lavender
"Apa kau sudah puas berdiri di sana? sudah bisa turun?" tanya Summy dengan menahan emosi
"Iya" jawab Lavender dengan menurut
"Bibi, tolong kuburkan tubuhnya itu" ucap Lavender yang masih belum mau turun
"Kubur ke dalam otak mu, binatang kecil begini saja bisa membuat mu takut" bentak Summy dengan kesal
"Tapi kepalanya belum hancur, bisa jadi dia hanya pingsan" jawab Lavender yang masih ketakutan
"Kalau kau tidak segera turun maka panci gagang ku akan segera melayang ke kepala mu" teriakan Summy dengan sangking kesalnya
Suara tertawa memenuhi ruangan toko itu atas tingkah Lavender yang takut pada sejenis binatang kecil itu.
Di sisi lain Bieber dan anggotanya membawa Wallace untuk menerima hukuman yang di perintah oleh Lion
Bieber mengunakan sebilah pedang tajam untuk melakukan perintah ketuanya. sementara Celine masih belum sadarkan diri.
"Ketua Wallace, Anda harus menerima hukuman, ini adalah kesalahan mu sendiri jadi jangan salahkan kami" ucap Bieber
"Lakukanlah" jawab Wallace yang berdiri di hadapan Bieber yang memegang pedang tajam untuk memotong tangan kanannya
Srek...
__ADS_1
"Aarrrtttggggg" teriakan Wallace karena kesakitan yang sangat luar biasa, tangan kanannya telah terpisah dari tubuhnya itu, dan tidak lama kemudian dirinya pun tidak sadarkan diri
"Bawa mereka ke rumah sakit" perintah Bieber
Lalu anggota Lion mengantar Wallace dan Celine menuju ke rumah sakit..
Tidak lama kemudian kejadian di toko Summy telah di dengar oleh George yang berada di markasnya
"Ketua, Ketua besar Lion sangat marah atas kejadian ini oleh karena itu dia menghukum Wallace" ujar Patrick
"Aku tidak menyangka jika Wallace bisa buat keributan hanya demi putrinya itu" ucap George
"Benar, tanpa selidiki lebih jauh dia langsung mendatangi nona Lavender"
"Apakah Lavender terluka?"
"Nona tidak terluka justru dia yang melukai Wallace dengan dua tembakan ke arah kakinya"
"Memang gadis berani, hanya saja ini semua terjadi adalah karena aku, aku seharusnya berada di sana"
"Ketua, jika berada di sana Anda pasti merasa serba salah karena jasa baik mereka"
"Tapi jika mereka melukai Lavender aku tetap tidak akan tinggal diam, aku tetap akan membalas jasa mereka tapi dengan cara lain"
"Celine juga terluka di bagian wajah dan pingsan, setelah menjalankan hukuman mereka dia antar ke rumah sakit"
"Baik Ketua"
Keesokan harinya
"Bibi, maaf masalah Celine aku sudah mendengarnya, dia dan Wallace datang buat keributan, seharusnya ini adalah bagian dari tanggung jawab ku untuk melindungi Lavender" ucap George yang merasa bersalah
"George, tidak apa-apa ini sudah berlalu, jangan di simpan dalam hati, lagi pula tuan Lion juga sudah ambil tindakan, aku yakin mereka tidak bisa melakukan apa pun, mereka sudah mendapatkan balasannya" jawab Summy
"Aku tidak menyangka Kakek bisa begitu cepat sampai ke sini, jika tidak maka toko ini pasti sudah di panggang oleh mereka" lanjut Lavender
"Gadis nakal, aku mendengar kabar kau telah menembak Wallace kelihatannya keahlian tembak mu sudah semakin bagus" kata George dengan senyum
"Aku masih harus belajar lagi, agar bisa menjadi lebih hebat seperti kakek, aku ingin menjadi wanita mafia kedepannya" jawab Lavender dengan bersemangat
"Menjadi wanita mafia? sama kecoak saja kau sudah takut" kata Summy dengan ngejek
"Apa kau tahu jika menjadi wanita mafia ini sangat bahaya untuk mu, dan aku tidak mengizinkan nya" ujar George dengan senyum
"Kakek tidak melarang ku, kenapa kau malah tidak boleh?"
__ADS_1
"Karena kau hanya boleh menjadi istri ku, oleh karena itu sebagai calon suami mu aku tidak akan membiarkan mu dalam bahaya" jawan George dengan menatap mesra
"Tapi aku memang cucu mafia, jadi keinginan ku adalah menjadi mafia"
"Aku dan Kakek akan mengutuskan pengawal untuk mu jadi kau tidak perlu lagi bertindak sendiri, aku juga tidak akan membiarkan mu dalam bahaya" jelas George dengan senyum
"Apa kamu sudah dengar? George memang benar, setelah kau menjadi istrinya kau tidak bisa lagi membuat ulah, jangan lagi berkelahi sama siapa pun dan juga kemana pun kau tidak bisa sendiri agar tidak nyasar" ujar Summy
"Aku belum menjadi istrinya saja sudah di atur begini begitu" gerutu Lavender dengan tidak senang
"Mari gadis nakal, temani aku ke panti asuhan" ajak George dengan memegang tangan Lavender
Panti asuhan
Kaneshiro mendatangi panti asuhan bersama Kurashi.
"Tempat ini adalah tempat aku meninggalkannya, walau perasaan ragu dan sakit tapi aku harus kejam padanya" kata Kaneshiro yang sedang berdiri di pagar panti itu
"Pa, maksud mu adalah putra kandung mu?" tanya Kurashi
"Di malam itu aku menarohkannya dia di sini, setelah 10 tahun kemudian aku masih mencari keberadaannya di saat itu mereka beritahu pada ku jika dia sudah menemukan keluarga baru, hanya saja tidak ada yang tahu alamatnya di mana" jelas Kaneshiro
"Pa, jika masih ada kesempatan apakah papa akan mengakuinya?"
"Tidak! setelah aku tinggalkan dia maka dia bukan anak ku lagi. Kurashi, kau jangan mengecewakan ku" ucap Kaneshiro dengan ancaman
"Pa, jika tanpa mu aku bukan siapa-siapa, aku akan setia selamanya"
"Baguslah kalau kau sadar"
Tidak lama kemudian George dan Lavender tiba di panti itu
Di saat mereka turun dari mobil Kaneshiro dan Kurashi sedang memandang ke arah mereka
George berpegangan dengan Lavender saat mau melangkah masuk ke panti itu
"Nona, kita bertemu lagi" ucap Kaneshiro dengan tatapan kejam
"Iya, sangat kebetulan sekali" jawab Lavender dengan cuek
Kaneshiro dan George saling bertatapan dengan raut wajah tidak senang
"Jika aku tidak salah menebak Anda seharusnya Kaneshiro?" kata George dengan pura-pura senyum
"Pa, ini adalah George Hamilton" ucap Kurashi
__ADS_1
"Anak ini kenapa agak mirip dengan ku? apakah ini hanya kebetulan?" batin Kaneshiro