Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Kejamnya Kaneshiro


__ADS_3

Di malam itu Kurashi berada di ruang baca sambil duduk bersandar dan mengingat di saat dia bertemu dengan George Hamilton


"Banyak kejutan untuk ku, tidak menyangka jika gadis itu adalah tunangannya, tapi kenapa aku malah merasa tidak gembira di saat aku mengetahui jika dia sudah memiliki kekasih? padahal keinginan ku adalah gadis kecil yang ku temukan dulu, tapi mengapa aku malah merasa dekat setiap melihat Lavender?" batin Kurashi


Kediaman Hamilton


"Ketua, Kurashi mengenal Nona Lavender apa ini akan membahayakan Nona?" tanya Patrick


"Bisa di katakan iya, aku bisa melihat dia ada niat mendekati Lavender, tidak tahu karena ingin menentang ku atau pun keinginan sendiri tetap tidak akan ku biarkan dia berhasil" jawab George


"Dia bisa mencari Nona kapan pun"


"Aku akan selalu mengawasi gadis itu, agar mereka tidak dekat"


"Ketua, kurashi tidak ada tindakan sama sekali setelah membunuh anggota kita waktu itu, tidak tahu dia memiliki rencana apa lagi?"


"Kita lihat saja nanti, selidiki berapa jumlah anggotanya di sini dan di mana markas mereka"


"Baik! segera ku lakukan" jawab Patrick dengan menurut


Keesokan harinya..


Kediaman Lion


"Buka pintunya, buka pintunya, aku adalah Nona besar dan cucu Lion kalian beraninya mengurung ku di sini" teriak Floris yang dalam kurungan di ruang bawah tahanan


"Buka pintunyaaa" teriakan Floris dengan nada tinggi


"Ketua besar, nona Floris berteriak terus dari tadi" kata Bieber yang berdiri di hadapan Lion


"Biarkan saja, tidak usah pedulikan dia, dia harus menerima hukuman agar cepat sadar" ujar Lion


"Baik" jawab Bieber dengan sopan


Kota jepang


Seorang pria paruh baya yang sedang menjemur di halaman rumahnya dan di temani oleh beberapa anggotanya.. pria paruh baya itu yang tidak lain adalah ayah angkat dari Kurashi, Kaneshiro.


"Tuan besar, tuan muda berada di kota S selama ini belum ada tindakan apa pun, tuan muda hanya ingin mencari keberadaan gadis kecil yang dia temukan di saat 10 tahun yang lalu" kata pengawalnya dengan sopan


"Akira, bukankah dia sangat ingin membunuh ketua Black White? lalu kenapa dia masih belum melakukannya?" tanya Kaneshiro sambil memejamkan mata


"Tuan besar, tuan muda tidak mengatakan alasannya, kelihatannya tuan muda sangat serius dengan gadis itu, bahkan sudah 10 tahun tapi tuan muda masih belum bisa melupakannya"


"Awasi dia dan jika dia sudah dapat gadis itu maka bunuh saja gadis itu" perintah Kaneshiro dengan raut wajah yang serius

__ADS_1


"Baik Tuan besar" jawab Akira dengan menurut


"Siapa saja yang dia jumpa di sana?"


"Selain bersama anggotanya, tuan muda berkenalan dengan seorang gadis, tidak tahu hanya kebetulan atau bagaimana, dan Jusimo sudah di bunuh oleh tuan muda"


"Apa? Jusimo di bunuh? dia sudah lama mengikut Kurashi kenapa sampai bisa membunuhnya?" tanya Kaneshiro dengan menoleh ke arah Akira


"Demi gadis yang tuan muda kenal itu, anggota kita yang mengikuti tuan muda melihat kejadiannya, di saat itu Jusimo ingin membunuh gadis itu dan tuan muda menembak tepat pada jantung Jusimo dan sesaat kemudian dia tewas"


"Apakah anak ini sedang jatuh cinta? apakah gadis itu adalah teman kecilnya yang dia cari?"


"Sepertinya bukan, Tuan besar. tuan muda masih mencari jejak gadis kecil itu"


"Kurashi anak ini selama ini tidak pernah lepas jika menginginkan sesuatu"


"Siapa gadis yang membuat Kurashi membunuh Jusimo yang telah lama mengikutinya?"


"Dia bekerja di pasar keramaian"


"Latar belakangnya?"


"Tidak ada yang istimewa, hanya penjual makanan biasa"


"Selalu awasi Kurashi, jika dia mulai serius maka bunuh wanita yang dia inginkan itu, jika dia hanya sekedar main maka biarkan saja"


"Baik Tuan besar"


"Perhatikan setiap langkahnya, anak ini sedang mulai jatuh cinta, tidak peduli gadis pasar itu atau gadis kecil yang dia kenal jika dia sudah mulai serius maka lenyapkan gadis itu"


"Baik Tuan besar"


"Jika tidak kejam maka tidak akan berhasil. Kurashi, jangan sampai kau menentang ku maka aku tidak akan ragu membunuh wanita yang kau cari selama ini, jika aku bisa membuang anak ku sendiri maka aku juga bisa melakukan hal yang sama terhadap mu jika kau menghalang jalan ku" batin Kaneshiro


"Kelihatannya aku harus kembali ke kota itu, tidak tahu anak itu masih di sana atau sudah di bawa pergi oleh orang lain?" batin Kaneshiro


Pasar keramaian


Haciukkkk..hachiukkk....hachiukkk...


"Wooiiiii..brengs*k mana yang sedang mengumpat ku di sanaa? hachiukkkkkk...." teriak Lavender dengan nada tinggi


"Lavender, ada apa dengan mu kenapa teriak-teriak begini?" tanya Summy yang di kagetkan oleh Lavender


"Bibi, tidak tahu manusia mana yang sedang mengumpat ku dari tadii" jawab Lavender dengan kesal

__ADS_1


"Memang siapa yang mengumpat mu? jangan bicara sembarangan"


"Bibi, aku mau kura-kura"


"Apaaaa?" tanya Summy dengan nada tinggi


"Bibi, kenapa teriak? kan bibi belum tuli." tanya Lavender dengan emosi


"Semenjak kapan diri mu menjadi seperti ini?" tanya Summy dengan nada tinggi


"Kenapa dengan ku?"


"Kau sudah memiliki George tapi kenapa kau masih mau Kurashi?" tanya Summy dengan kesal


"Bibi, aku mau kura-kura apa hubungannya dengan mereka?"


"Bukankah kemarin sudah di ingatkan jangan dekat lagi dengan kura-kura asal jepang itu, kenapa kau masih mau dia?"


"Bibi, kura-kura yang ku mau bukan dia"


"Jadi kura-kura dari kota mana yang kau mau?"


"Di pasar, dia sangat lucu dan mengemaskan, dan aku ingin mendapatkannya"


"Apaaa?" teriak Summy dengan nada tinggi


"Bibi, kenapa berteriak lagi? kan bibi belum tuli" bentak Lavender dengan kesal


"Dasar durhaka, George begitu sayang terhadap mu tapi kau malah berpaling ke pria lain dan lebih parahnya adalah dia orang pasar" bentak Summy dengan emosi


"Bibi, kura-kura yang ku bilang bukan pria dari pasar. Bibi, jangan sembarangan"


"Jika bukan pasar jadi dari mana lagi? Lavender, jangan coba-coba untuk berpaling ke pria lain, bibi tidak peduli kura-kura yang kau maksud itu dari mana, yang penting kau harus ingat pria pilihan mu hanya boleh George Hamilton" kata Summy


"Kenapa bicara sama bibi selalu tidak sambung" ucap Lavender yang merasa kesal dan melangkah ke arah pintu


"Hei..kau kemana lagi?"tanya Summy


"Aku mau jalan-jalan, mau cari sesuatu" jawab Lavender dengan cuek


"Memang kau mau mencari apa lagi?" tanya Summy dengan penasaran


"Aku mau cari seorang pria"


"Untuk apa kau mencari seorang pria?"

__ADS_1


"Untuk menikah dengan Bibi, jika bibi di bawa pergi olehnya maka hidup ku sudah tenang" jawab Lavender dengan merasa kesal


"Dasar anak durhakaa" teriak Summy dengan nada tinggi


__ADS_2