
"Tuan, lauk sudah siap" kata Summy yang menyajikan lauk-lauk di atas meja
"Terima kasih" ucap Kurashi dengan sopan
"Sama-sama, Tuan" balas ucapan Summy
"Selamat untuk Kakek Nona yang ingin menikah lagi" ucap Kurashi dengan senyum
"Kakek mu ingin menikah?" tanya Summy dengan penasaran dan menoleh ke arah Lavender
"I-iya Bi, Kakek bilang ingin menikah dalam waktu dekat karena ingin punya istri baru, anak baru dan cucu baru" jawab Lavender yang asal-asalan
"Anak ini pasti salah bicara lagi, sudahlah biarkan saja" batin Summy dengan menarik nafas panjang
"Kakek, maafkan aku karena harus mengorbankanmu " batin Lavender
Tidak lama kemudian di saat Kurashi menyelesaikan makan siangnya Lavender pun mengantar pria itu sampai di luar tokonya, dan sesaat kemudian George datang menemui Lavender.
"Lavender" suara panggilan George yang menghampiri Lavender
Mendengar suara panggilan itu Lavender dan Kurashi sama-sama menoleh ke arah George yang datang menghampiri mereka
"Gorila, kau datang" sapa Lavender
Di saat itu George dan Kurashi saling menatap dengan tatapan tajam
"Lavender, kenapa kau mengenal orang asing juga tidak memberitahu ku?" tanya George yang sedang menatap tajam ke arah Kurashi
"Tuan ini adalah pelanggan kami" jawab Lavender
"Nona, tuan ini adalah?" tanya Kurashi yang menatap tajam ke arah George
"Aku adalah tunangan Lavender, George Hamilton" jawab George dengan menatap kesal
"Senang bertemu dengan anda, nama ku Kurashi" ucap Kurashi dengan pura-pura senyum
"Kenapa mereka seperti bermusuhan?" batin Lavender yang merasa heran
"Nona Lavender, lain kali jika ada waktu aku berharap anda bisa menemani ku" kata Kurashi dengan senyum menatap ke arah Lavender
"Tuan Kurashi, sepertinya tidak baik, karena Lavender adalah tunangan ku, anda harus jaga jarak dengannya" kata George dengan menahan emosi
__ADS_1
"Tuan George, anda belum menikahi Nona Lavender jadi aku sebagai temannya masih bisa untuk mengajaknya berjalan-jalan" jawab Kurashi dengan tatapan tajam
"Jangan mengatakan pada ku jika anda ingin menjadi pria yang tidak punya harga diri" ujar George dengan menyindir
"Nona Lavender saja tidak mengatakan apa pun, kenapa anda malah melarangnya? bukankah ini sama saja anda ingin mengawasinya dengan ketat" kata Kurashi yang berpura-pura senyum
"Aku adalah tunangannya tentu saja aku berhak membatasi pergaulannya dengan pria lain"
"Kenapa mereka sepertinya ingin berkelahi saja ?" batin Lavender yang melihat ke dua pria itu yang sedang berdebat secara halus
"Nona Lavender, apakah anda tidak keberatan jika aku mengajak mu keluar?" tanya Kurashi dengan senyum menatap Lavender
"Aku selalu sibuk makanya tidak ada waktu, apa lagi Kakek ku ribut mau menikah cepat jika tidak dia akan memutuskan hubungan dengan ku jika aku tidak membantunya" jawab Lavender yang lagi-lagi mengunakan kakeknya sebagai alasan
"Jika butuh bantuan aku bisa membantu apa saja, Nona tinggal mengatakan pada ku butuh bantuan apa" kata Kurashi
"Tidak! tidak! Kakek ku sangat galak dia tidak suka ada orang luar yang tahu dia ingin menikah lagi, jika dia tahu aku beritahu pada mu maka aku akan di bunuhnya" jawab Lavender dengan alasan
"Baiklah kalau begitu, aku juga tidak akan memaksakan. Nona, lain kali kita akan bertemu lagi" ucap Kurashi dengan senyum
"Aku rasa bagus tidak bertemu lagi. Tuan Kurashi, jaga jarak mu akan lebih baik karena aku tidak suka jika ada pria lain mendekati kekasih ku" kata George
"Tapi anda belum menjadi suaminya, jadi anda belum memiliki hak sepenuhnya untuk melarang Nona Lavender bergaul dengan pria lain" lanjut Kurashi
"Ada lagi kalian jangan coba-coba mengajak ku keluar karena aku tidak mau kemana-mana, aku sibuk mau membantu Kakek ku agar dia bisa cepat menikah dan mendapat cucu lagi, jadi kalian pergi jauh jika ingin berkelahi, dasar anak kecil bersifat dewasa" kata Lavender dengan kesal dan tidak menyadari ucapannya yang salah
Lavender yang ingin mengelak dari Kurashi langsung berlari masuk ke dalam tokonya
"Tuan Kurashi, apa anda sudah melihatnya? aku rasa anda boleh pergi sekarang juga, jaga jarak dengan tunangan ku" kata George dengan tatapan tajam dan kemudian melangkah masuk ke dalam menyusul Lavender
Kurashi menatap tajam ke arah George yang melangkah masuk ke toko itu dengan perasaan benci yang sangat dalam.
Mereka sudah saling kenal dari sejak lama hanya saja mereka berpura-pura saling tidak mengenal di hadapan Lavender.
"George Hamilton, tidak menyangka kita bisa bertemu di sini, dan kau adalah tunangan gadis itu, ini sangat mengejutkan ku" batin Kurashi
"Lavender, katakan apa yang terjadi sebenarnya?" tanya serentak George dan Summy
"Apanya yang terjadi? maksud kalian apa?" tanya Lavender dengan penasaran
"Kenapa kau mengatakan kakek mu ingin menikah lagi? ini hanya candaan mu saja kan?" tanya Summy
__ADS_1
"Kenapa kau bisa mengenalnya? dan semenjak kapan?" tanya George
"Aku hanya berbohong untuk mengelak ajakannya, oleh sebab itu aku hanya bisa meminjam nama kakek" jawab Lavender
"Jika Tuan Lion tahu apa yang kau katakan tidak tahu bagaimana dengan reaksinya" ujar Summy
"Lalu kapan kau mengenalnya?" tanya George dengan penasaran
"Di saat aku nyasar dia yang mengantar ku pulang, aku pernah beritahu mu sebelumnya" jawab Lavender dengan melihat ke arah George.
"Jadi dia kura-kura jepang yang kau sebutkan itu?" tanya George dengan penasaran
"Benar"
"Lavender, jauhkan diri dengannya, lain kali jangan dekat dengannya lagi" pesan George dengan khawatir
"Aku tahu, aku juga sedang menghindar darinya"
"Kenapa kau ingin menghindarnya? apa dia melukai mu?" tanya Summy
"Tidak, Bi. dia adalah mafia dan Sumo juga di bunuh olehnya" jawab Lavender
"Sumo? siapa dia?" tanya George dengan penasaran
"Asistennya" jawab Lavender
"Asisten? seharusnya Jusimo"batin George
"George, apa kau mengenal Kurashi?" tanya Summy
"Dia mafia asal jepang"
"Lavender, kenapa kau bisa tahu jika asistennya itu di bunuh olehnya?" tanya George yang penasaran
Lavender menceritakan semua kejadian yang dia alami di saat Sujimo ingin membunuhnya.
"Penampilannya sangat sopan tidak sangka dia kejam juga" ujar Summy
"Tapi, di saat itu jika dia tidak muncul maka aku sudah di bunuh sama Sumo, walau aku merasa dia agak sedikit kejam tapi dia tetap menyelamatkan ku" jawab Lavender
"Lavender, walau pun begitu tetap jaga jarak dengannya, mengerti?" pesan George
__ADS_1
"Iya, aku mengerti" jawab Lavender