
"Wallace dan Jericho kenalan sudah cukup lama, selain sama di dunia mafia mereka juga tinggal di satu kota, sebelumnya aku sudah menyelidiki tentang kenalan Jericho, dan yang ku dapat adalah Wallace mereka ada bisnis gelap, Jericho menjual narkoba dan pembeli adalah Wallace" jelas George
"Bukankah ini sama saja jika ke depannya Wallace akan menjadi musuh Black White?" ujar Patrick
"Benar, tergantung Wallace memihak ke siapa, dia berhubungan baik dengan Jericho selama ini" jawab George yang bangkit dari tempat duduknya
"Tapi Celine menyukai Anda" lanjut Steven
"Jika demi anak maka Wallace akan memihak ke kita, tapi jika demi narkoba maka dia akan memihak ke pihak musuh kita" jelas Patrick
"Ketua, jika saja Wallace membelanya ini sama saja kita bertambah satu musuh" ucap Steven
"Kecuali jika?" ucap Steven yang ragu ingin melanjutkannya
"Kecuali apa?" tanya Patrick yang menatap ke arah Steven
"Kecuali jika Ketua bersama Celine dan aku yakin Wallace pasti akan memihak ke kita" jelas Steven
"Tidak mungkin" sebut George dengan santai
"Kenapa tidak mungkin? Celine adalah putri semata wayangnya tentu saja Wallace utamakan kebahagiaan putrinya" kata Steven
"Maksud ku adalah tidak mungkin aku bersama putrinya, aku dan Celine tidak mungkin sama sekali, selain rasa terima kasih aku tidak memiliki perasaan apa pun terhadapnya" jelas George dengan menatap ke arah Steven
"Walau di saat itu Wallace bekerja sama dengan Jericho ini juga tidak akan sulit untuk kita, andaikan terjadi pertarungan dengan 2 kumpulan itu kita masih bisa menghadapinya, selain California di kota S kita ada kumpulan juga, jika mereka ingin menyerang kita maka mereka harus berpikir ulang lagi" jelas Patrick
"Benar juga, tidak baik jika Wallace menyinggung kita" lanjut Steven
"Ketua, mengenai Celine dia sering saja mencari mu, bukankah ini hanya akan menganggu kerja, Ketua?" ucap Patrick
"Antara aku dan dia harus ada penyelesaian, aku tidak ingin dia mencari ku terus ini sangat membosankan" ujar George yang berjalan menuju ke ruangan lainnya dan meninggalkan Steven dan Patrick yang di ruang utama itu
"Patrick" sebut Steven
"Ada apa?" tanya Patrick yang menoleh ke arah Steven
"Apakah ketua kita belum punya kekasih?"
"Selama ini ketua hanya sibuk dengan bisnis dan markasnya"
"Celine yang begitu cantik juga gagal menarik perhatian ketua kita"
"Ketua kita sudah sering di dekati wanita cantik, jadi Celine hanya salah satu dari mereka yang akan di tolak oleh ketua kita"
"Bagaimana dengan Floris cucu dari ketua Lion, apakah gagal juga?"
"Iya, ketua menolak juga, walau mereka sudah lama kenal juga percuma, ketua kita tidak tertarik padanya" jawab Patrick
Di saat George berada di ruang pribadinya dia mengeluarkan handphone miliknya dan menekan nomor yang ingin di tujunya
__ADS_1
"Hallo" suara gadis di seberang sana yang menjawab panggilan George
"Gadis ceroboh, apa yang kau lakukan sekarang?" tanya George dengan senyum mendengar suara gadis itu
"Sedang bantu bibi jaga toko" jawab Lavender
"Selama aku tidak berada di sana apa kau ada memandang pria lain?"
"Setiap hari ada pria yang lalu lalang di sini, mana mungkin aku tidak memandangnya" jawab Lavender
"Dasar gadis ceroboh apa dia tidak bisa mengatakan sesuatu yang bisa membuat ku senang!" batin George
"Hallo, apa kamu masih di sana?" tanya Lavender
"Apa kau ingin ke California?" tanya George dengan berharap
"Aku tidak bisa, jika aku pergi maka bibi sendirian di sini, kenapa kau bertanya seperti itu?"
"Karena aku akan lama tinggal di California, mungkin dalam jangka waktu yang lama kita tidak bisa bertemu" jawab George yang merasa rindu pada gadis itu
"Tidak apa-apa, jika kamu sibuk selesaikan saja kerja mu di sana, di sini baik-baik saja semuanya" jawab Lavender dengan santai
"Dasar gadis ceroboh, aku merindukan mu setiap saat tapi kamu malah santai saja" batin George
"Sebentar lagi aku harus keluar antar pesanan, aku harus putuskan panggilannya"
"Baiklah, hati-hati saat di jalan" pesan George dengan perhatian
Sesaat kemudian mereka memutuskan panggilan
"Kelihatannya tanpa ku dia seperti biasa, gadis ceroboh aku bisa gila tidak melihat mu, kenapa setiap saat kau muncul di pikiran ku saja" gumam George
Malam hari
4 Anggota Jericho yang sedang berada di dalam mobilnya di saat perjalanan mereka tiba-tiba di serang..
Seorang pria yang tidak lain adalah Shances dengan menutupi wajah dan berpenampilan biasa mengeluarkan sebilah pedang tajamnya.
Shances yang tiba-tiba lompat dari lantai dua dari salah satu toko di jalan itu langsung ke atap mobil anggota Jericho
Prak...
Bunyi hentakan kuat dari Shances yang menginjak atap mobil mereka yang sedang berjalan
Setelah melompat ke atap mobil Shances langsung menusuk pedang ke atap mobil secara berkali-kali sehingga mengena 2 anggota yang duduk di belakang
Srek...srek...
Tusukan pedang menembus ke arah dua angggota itu
__ADS_1
"Aarhhhtt" teriakan serentak 2 anggota tersebut karena mengena tusukan di bagian pundak dan perut mereka
Anggota yang duduk di samping supir melepaskan tembakan ke arah atas dengan niat membunuh orang yang berada di atap mobilnya
Dor...dor...dor...dor...
Tembakan anggota Jericho menembus atap mobil
Shances yang mengelak dari tembakan tersebut langsung melompat turun dari mobil tersebut
Setelah itu mereka pun menghentikan mobilnya dan keluar dari mobil sambil memegang senjata dengan niat ingin menembak ke arah Shances, akan tetapi Shances tidak menampakan diri dengan sembunyi di suatu tempat
Dua anggota itu pun sambil mencari secara berpencar sementara yang dua tadinya terluka parah akibat tusukan yang sangat dalam sehingga membuat mereka tidak berdaya.
Salah satu anggota sambil menodong senjatanya ke semua arah dengan secara hati-hati, di saat dirinya masuk ke satu gang karena melihat ada bayangan dia pun mengejar bayangan tersebut
Tak...tak...tak...tak...
Hentakan kaki anggota Jericho yang sedang mengejar masuk ke dalam gang tersebut. setelah masuk ke dalam gang yang gelap itu dirinya pun menghentikan langkahnya, sambil menodong senjatanya ke semua arah kiri kanan dan atas dengan merasa cemas.
Srek...srek...
Bunyi pedang dari Shances yang membelah punggung anggota Jericho dari belakang
"aarrgghhtt" teriakan sesaat anggota Jericho sehingga membuatnya langsung tewas akibat luka parah di bagian belakangnya
Setelah berhasil membunuhnya Shances menyembunyikan diri karena mendengar bunyi hentakan kaki
Tak...tak...tak...tak...
Bunyi hentakan kaki dari temannya tadi yang berlari ke arah anggota Jericho yang barusan di bunuh
"Siapa pelakunya? kejam sekali" batin nya gemetaran melihat luka bagian belakang yang menampakan tulang dan organ dalam karena ketajaman pedang Shances
Srek...
Bunyi pedang Shances yang langsung menebas leher Anggota Jericho dari belakang
Bruk..
Anggota Jericho lagi-lagi tewas dengan kepalanya terpisah dari tubuhnya
Aksi Shances membuat 2 anggota Jericho tewas secara mengenaskan
Tidak cukup sampai di situ Shances kembali ke mobil yang di mana anggota Jericho yang terluka parah dan masih di dalam mobil tersebut.
"Kau siapa?" tanya salah satu yang terluka dalam di bagian pundaknya
Srek...srek...
__ADS_1
"Aarggtt" teriakan serentak mereka yang menerima tusukan di bagian perut mereka