
"Apa Ketua besar yakin dia memiliki kalung tersebut?" tanya Bieber
"Jika dia yang membunuh anak dan menantuku maka aku yakin dia memiliki kalung ini, kalung ini hanya bisa di miliki oleh keluarga ku, tentu dia harus mengembalikan pada ku jika tidak aku ingin mengambil nyawanya" jawab Lion dengan kesal
"Kalung inisial L hanya milik keluarga Lion orang luar tentu tidak layak memilikinya" ujar Kelvin
"Benar sekali" jawab Bieber dengan singkat
"Jika saja cucu perempuan ku itu masih hidup maka kalung itu menjadi miliknya, tapi sayang satu-satunya keturunan ku juga jadi korban ledakan" ucap Lion dengan merasa sedih
Mendengar perkataan Lion, Floris merasa kecewa karena dirinya tidak bisa mendapatkan hati sang kakeknya tersebut
"Aku adalah cucu mu juga walau adalah adopsi tapi aku sudah lama bersama mu, akan tetapi di hati kakek malah masih ingat dengan cucunya yang sudah lama mati, bahkan kalung itu saja dia tidak pernah memikirkan untuk memberikan pada ku" batin Floris yang merasa iri
Pasar keramaian..
"Lavendeeeeer" teriak Summy yang lagi-lagi memenuhi satu tokonya
"Bibi, kenapa suka sekali berteriak? padahal bibi kan belum tuli" bentak Lavender dengan kesal
"Apa yang kau buat sama kuali ku?"tanya Summy dengan kesal
"Ah..itu..tadi pagi aku ingin memasak daging kecap tapi jadi daging hangus" jawab Lavender dengan santai
"Apa kau sudah lupa pesanan ku jangan masuk ke dapur ku, lihatkah kuali ku sudah begini kau buat" bentak Summy yang kesal
"Kualinya di cuci saja, atau ganti baru saja" ujar Lavender yang tanpa rasa bersalah
"kau memasak dagingnya hingga hangus dan melekat di kuali ku, bagaimana mau di pakai lagi"
"Bibi, ini sudah lumayan"
"Lumayan apanya?"
"Lumayan hanya kuali saja yang hangus, setidaknya dapur bibi masih utuh" jawab Lavender yang tidak mau kalah
"Dasaaarrr anak tidak tahu rasa bersalah" bentak Summy dengan kesal.
Lavender yang berniat mengunjungi kakek Lion dengan berjalan kaki di tepi jalan besar itu karena tidak berhati-hati maka dia pun terjatuh karena menginjak batu kecil di jalan
Bruk
__ADS_1
"Aargghtt, sakit sekali" pekikan Lavender yang jatuh terlungkup dan simbol kalung yang dia kenakan jatuh keluar dari bajunya dan mengena lantai
"Hei...kenapa kau terlungkup di sini?" tanya seseorang yang tiba-tiba muncul di sana
Di saat Lavender mengangkat kepala ke atas melihat ke arah wanita yang berdiri di depannya itu dia pun langsung berdiri
"Kenapa kau juga di sini?"
"Aku sedang ingin makan siang di restoran mewah apa kau mau ikut?"
"Untuk apa ikut dengan mu?"
"Oh..iya juga. kau adalah anak pasaran jadi mana mungkin kau layak makan di sana" sindir wanita itu
"Apa kau kira kau orang kaya?" balas Lavender dengan kesal
"Tentu saja, jika aku tidak kaya mana mungkin aku bisa makan mewah, sedangkan makanan dari toko mu itu adalah makanan murahan" sindir wanita itu dengan menghina
"Jangan sombong, kau kaya semua uang juga dari kakek Neon bukan uang mu" Bentak kesal Lavender yang berpaling ke arah lain akan tetapi lengannya di tarik kuat oleh wanita itu
"Hei.."teriak Floris yang menarik lengan Lavender
Di saat itu Floris melihat simbol kalung yang di pakai oleh Lavender mirip dengan kalung yang di miliki kakeknya
"Kenapa wanita ini memakai kalung yang sama dengan kakek? inisial L adalah milik keluarga Lion, ini mirip dengan yang punya kakek" batin Floris yang melihat ke arah kalung tersebut
"Ada apa dengan mu? apa yang kau lihat?" tanya Lavender
"Kalung ini di mana kau beli?" tanya Floris dengan berpura-pura
"Aku membelinya di tepi jalan"jawab Lavender dengan sengaja
"Jangan-jangan dia ada hubungan dengan pembunuh yang membunuh keluarga kakek, jika saja aku memberitahu kakek maka aku yakin kakek pasti lebih sayang pada ku, tentu saja kakek akan benci padanya karena hanya pembunuh yang memiliki kalung ini tersebut" batin Floris dengan yakin
"Kenapa kau tersenyum? kau kesurupan ya?" tanya Lavender yang merasa heran pada Floris
"Tidak, apa aku boleh meminjam kalung ku ini?"
"Tidak" jawab Lavender dengan dingin dan berjalan ke arah lain
"Dasar Sombong! tidak peduli dari mana kau dapat kalung itu aku yakin jika aku membunuh mu maka aku telah bantu kakek balas dendam, dan di saat itu kakek pasti sayang pada ku"Gumam Floris
__ADS_1
"Kakak, pinjam kunci mobil mu, aku ingin beli sesuatu" kata Floris yang menghampiri Girvanlo yang sedang menyantap makanan di restoran itu
"Apa kau tidak makan dulu?"tanya Girvanlo yang mengeluarkan kunci mobilnya dan meletakkan di atas meja
"Tidak. nanti saja"jawab Floris yang mengambil kunci mobil dan meninggalkan restoran itu
Floris lalu masuk ke dalam mobil dengan berniat jahat pada Lavender, rasa iri dan cemburu terhadap Lavender membuatnya semakin ingin melenyapkan gadis itu tersebut.
"Wanita pasar lihat saja bagaimana aku membuat kakek membunuh mu dengan tangannya sendiri" gumam Floris dengan sambil menghidupkan mesin mobilnya
Lavender yang di saat itu ingin menyeberang jalan sambil melihat kiri dan kanan dan setelah itu Lavender berjalan ke seberang jalan, tanpa dia sadari Floris yang sedang memerhatikannya dari dalam mobilnya yang jaraknya tidak jauh darinya.
Floris yang melihat Lavender berjalan ke seberang lalu menginjak gas dan melaju ke arah Lavender
Bruk...
Tabrakan mengenakan kuat ke tubuh Lavender sehingga membuatnya jatuh terpelanting ke jalan..
"Aargghhtt, sakit" keluhan Lavender yang kesakitan di seluruh tubuhnya
Floris yang melihat Lavender tidak berdaya dia pun mendekati Lavender yang sedang bergeletak di jalan itu
"Bagaimana rasanya wanita pasar? aku hanya ingin meminjam kalung mu tapi kau tidak memberi" kata Floris yan menarik kalung Lavender hingga putus dan mengambilnya
"Ke-kembalikan" ujar Lavender yang kondisi lemas karena kesakitan dan berdarah di dahinya"
Setelah mengambil kalung itu Floris dengan senangnya masuk kembali ke mobilnya dan meninggalkan Lavender sendirian di sana yang dalam kondisi lemah karena sakit di seluruh tubuhnya
Tidak lama kemudian Lavender mencoba untuk duduk dan berusaha berdiri dengan sakit seluruh di tubuhnya
"Sakit sekali kepala ku dan tubuh ku, dasar wanita itu berani ambil kalung tu, aku ingin bertemu kakek" Batin Lavender yang berusaha berdiri dan menahan sakit
Di sisi lain Floris ketawa senang karena mengira rencananya telah berhasil, dengan mengendarai mobilnya kembali ke restoran dan menyimpan kalung itu tersebut.
"kakek sangat menginginkan kalung ini maka setelah tiba saat nya aku akan mengeluarkannya dan beri pada kakek, aku mau lihat apa reaksi kakek di saat itu dia pasti senang dan juga dia pasti akan membunuh siapa yang mengambil kalung tersebut" Batin Floris dengan senyum
Setelah di tabrak Lavender memaksakan diri untuk berjalan menuju ke rumah sakit, hanya tinggal beberapa langkah saja jaraknya dengan rumah sakit itu, akan tetapi karena sakit di kepalanya membuatnya tidak sanggup bertahan dan pada akhirnya Lavender pun pingsan di depan rumah sakit yang jaraknya sudah tidak jauh..
Tidak lama kemudian tiba-tiba ada nobil yang berhenti di sana.
Seorang pria yang turun dari mobil dan bergegas lari ke arah Lavender. dan langsung mengendongnya sambil berlari menuju ke rumah sakit itu
__ADS_1