
Setelah setengah jam kemudian George meninggalkan rumah sakit, atas kejadian tersebut dirinya merasa bersalah terhadap Wallace, akan tetapi hukum dunia mafia tidak bisa di elakkan,
Kediaman Kurashi
Mimi adalah gadis pilihan Kaneshiro untuk di nikahkan dengan Kurashi, Mimi sendiri adalah putri salah satu mafia asal jepang datang ke rumah Kurashi karena mereka memang sudah ada perjanjian untuk pernikahan di antara dua keluarga tersebut
"Paman, maaf, jika aku ke sini hanya menyusahkan mu" ucap Mimi dengan senyum
"Mimi, kita adalah satu keluarga jadi jangan segan, Kurashi juga adalah calon suami mu, jadi kamu tinggal di sini saja" jawab Kaneshiro dengan senyum
"Kakak Kurashi, apa aku boleh tinggal di sini bersama mu?" tanya Mimi yang sedang duduk di sofa bersama mereka
"Tentu saja boleh, anggap saja rumah mu sendiri, hanya saja diri mu belum mengenal jalan sini jika ingin keluar harus di temani" jawab Kurashi dengan berpura-pura senyum
"Terima kasih, Kak" ucapnya dengan suara lembut
Mimi adalah gadis muda yang baru berusia 20 tahun, dengan kulit putih dan mulus serta wajahnya cantik dan manis, di jepang dia di kenal sebagai gadis paling cantik di kalangan mafia dan di sukai banyak pria, hanya saja dirinya hanya menyukai Kurashi yang memiliki wajah tampan dan sikap lembutnya
"Kurashi, Mimi akan tinggal bersama mu, jagalah dia dengan baik" pesan Kaneshiro dengan bermaksud lain
"Baik Pa" jawab Kurashi dengan menurut
"Aku berharap kau melakukannya malam ini, cepat ambil tindakan agar dia hamil maka posisi mu di keluarganya akan semakin kuat setelah kalian menikah" batin Kaneshiro
"Papa, benar-benar ingin aku melakukannya, aku hanya bisa menurut keinginannya agar tidak melibatkan Lavender lagi, jika aku menolak maka Papa pasti akan melukai gadis itu" batin Kurashi
Malam hari
Mimi sedang berada di kamar Kurashi, dengan melepaskan pakaiannya satu-persatu yang membalut tubuhnya itu, sementara Kurashi sedang membersihkan dirinya di kamar mandi
"Malam ini aku hanya bisa menuruti kata orang tua itu, demi untuk memuaskannya aku harus melakukannya dengan wanita bukan pilihan ku. Lavender, walau pun diri mu tidak pernah memandang ku aku tetap masih berharap suatu saat kau akan menerima ku, aku tahu di antara kita ada dinding pembatas, tapi yang ku inginkan hanyalah diri mu, demi melindungi mu dari si tua itu aku hanya bisa menuruti perintahnya" batin Kurashi
Setelah selesai mandi Kurashi membalut tubuh bagian bawahnya dan berjalan keluar dari kamar mandi. di saat dirinya menuju ke kamar dia melihat Mimi yang tubuhnya sudah tanpa sehelai benang berjalan menghampirinya, dengan tubuh mungil putih dan seksi itu Mimi datang memeluk pria pilihannya itu
"Kakak, ini adalah malam pertama ku, jaga aku dengan baik, ini adalah mahkotaku aku berharap kau menghargainya" ucap Mimi dengan memegang tangan Kurashi dan menyentuh bagian dadanya
"Apa kau tidak menyesal?" tanya Kurashi dengan pura-pura senyum
"Tidak! karena aku hanya ingin menyerahkan pada mu" jawab Mimi dengan mencium bibi Kurashi
"Walau tubuhnya seksi dan menarik tapi tidak tahu kenapa aku tidak ada reaksi?" batin Kurashi
"Mimi, gunakan cara mu untuk mengodaku agar malam ini menjadi malam terindah untuk kita berdua"
"Baiklah" jawab Mimi yang menarik handuk Kurashi sehingga membuat pria itu tanpa sehelai benang di tubuhnya
Mimi mencium Kurashi dengan liar, sementara Kurashi hanya pasrah demi ingin membuat wanita ini merasa puas pada dirinya
"Lavender, jika kau tahu aku berkorban demi diri mu apa kau akan tersentuh oleh ku?" batin Kurashi yang melakukan pemanasan dengan wanita itu di kasur empuknya
__ADS_1
Setelah beberapa menit kemudian Kurashi mulai menyetub*hi wanita itu
"Kakak, sakitt" rintihan Mimi yang kesakitan
"Apa kau ingin hamil anak ku?" tanya Kurashi yang sedang melakukan hubungan dengannya
"Aku mau, aku mau melahirkan untuk mu" jawab Mimi dengan keringat membasahi wajahnya
"Kalau begitu, kau harus bertahan, karena kita akan segera memiliki anak" ucap Kurashi yang melakukan pergerakan secara kasar
Mimi harus menahan sakit selama melakukan hubungan badan dengan pria itu, dirinya hanya bisa pasrah atas perlakuan kasar pria idamannya
"Ingin melahirkan anak ku? maka aku akan membuat mu menderita malam ini, aku akan membuat mu tidak sadarkan diri malam ini" batin Kurashi dengan penuh rasa kebencian pada wanita itu
Setelah dua jam kemudian
"Kakak, sudah cukup, ini sangat menyakitkan ku" pinta Mimi yang sudah lemas di seluruh tubuhnya akibat hentakan kuat dari pria itu
"Tapi aku masih menginginkan mu.
Mimi, puaskan aku malam ini" kata Kurashi dengan sengaja
"Tapi aku sudah terluka, Kak"
"Menjadi istri ku harus kuat dan bisa menahan sakit, karena jika tidak maka kau tidak akan bisa bertahan setiap aku menginginkannya" kata Kurashi dengan sengaja
"Ini malam pertamanya, begitu banyak darah yang keluar, kalau bukan karena ingin memuaskan si tua itu aku juga tidak mau menyentuh tubuh ini, dan kau harus memuaskan ku malam ini sebagai penebusnya" batin Kurashi
"Karena kau aku terpaksa melepaskan malam pertama ku, selama ini aku tidak ingin menyentuh wanita mana pun demi gadis kecil ku itu, tapi malam ini aku malah harus melakukannya dengan mu, ini telah membuat ku harus merasa bersalah padanya" gumam Kurashi sambil menatap wajah gadis itu yang sudah tidak sadarkan dirip
Keesokan harinya
Pasar keramaian
"Bibi, aku pulang" teriak Lavender yang baru masuk ke tokonya
"Lavender, ini pesanan pelanggan kita, ini alamatnya jangan salah ya"
"Ini alamatnya di Supermen" jawab Lavender sambil membaca alamat pemesan
"Supermen kepala mu, aparteman bukan supermen, jangan menyasar ke tempat lain" jelas Summy dengan menahan emosi
"Nama pemesan siapa, Bi?"
"Namanya Atashi " jawab Summy
"Iya aku tahu" jawab Lavender dengan yakin
"Alamatnya kau sudah tahukan?"
__ADS_1
"Aku sudah pernah lewat sana"
"Memang kapan kau ke arah sana?"
"Di saat bibi menyuruh aku ke mall aku malah nyasar ke rumah sakit, dan alamat ini tidak jauh dari rumah sakit itu"
"Ingatan mu bagus juga masih bisa ingat, ya sudah pergilah"
"Iya Bi" jawab Lavender yang keluar dari tokonya
Tidak lama kemudian Lavender tiba di depan Apartemen itu
"Lalalalalala, Ups, coba lihat namanya dulu" kata Lavender sambil mencari kertas pemberian Summy tadi di sakunya
"Kenapa tidak ada ya? apa terjatuh di jalan? siapa namanya lupa lagi?" gumam Lavender sambil mengaruk kepalanya
"Namanya A...Atas sana, iya seharusnya itu kalau tidak salah" gumam Lavender yang berjalan masuk ke dalam
Ting...tong..ting...tong
"Tuan Atas sana, pesanan anda sudah sampai" teriakan Lavender yang berada di luar pintu
Klek
"Tuan Ataasss..."sapa Lavender yang terhenti karena melihat pria yang membukakan pintu itu
"Lavender" balas sapaan pria itu dengan senyum
"Tuan Kura-kura, apa aku salah alamat ya? apa kamu tahu pria yang bernama Atas sana di mana?"
"Lavender, aku yang memesannya, kau tidak salah alamat, mari masuk dulu" jawab Kurashi dengan senyum dan berjalan masuk ke dalam Apartemen dan di ikuti oleh Lavender
"Ini adalah totalannya" kata Lavender yang meletakkan pesanan Kurashi di atas meja sambil menyerahkan nota belanjaannya
"Ini bayarannya" ujar Kurashi dengan memberi lembaran uang
"Uang mu besar sekali, apa tidak ada uang pas?"
"Tidak perlu kembalian"
"Tidak, biar aku mencari di dompet ku dulu, kalau lebih harus di kembalikan" kata Lavender dengan mengeluarkan dompet dari saku celananya
Di saat mengeluarkan dompetnya Lavender tidak sengaja menjatuhkan dompetnya dalam kondisi terbuka memperlihatkan ada foto terselip dirinya saat masih kecil.
Kurashi yang ingin memungut dari lantai membuka matanya lebar-lebar di saat dia melihat foto gadis kecil itu
"Kura-kura, ada apa dengan mu?" tanya Lavender yang melihat Kurashi sedang menatap fokus pada fotonya
"Foto ini apakah milik mu?" tanya Kurashi dengan menatap ke arah Lavender
__ADS_1
"Iya, itu foto masa kecil ku" jawab Lavender dengan merasa heran
"Kau adalah gadis kecil itu? yang selama ini aku cari?"tanya Kurashi!