
"Tuan besar, Nicole adalah wanita yang sudah lama tinggal di panti asuhan, akan tetapi dia juga sudah lupa siapa yang membawa anak itu pergi, dia mengatakan akan mencoba periksa ulang data 25 tahun lalu, dan setelah itu dia akan mengabari kita" kata Akira yang sedang berdiri di depan Kaneshiro
"Hm...aku tidak percaya jika datanya tidak ada. kita tunggu saja jika dia berani mengatakan tidak ada, maka bakar saja panti asuhan itu" jawab Kaneshiro dengan ancaman
"Tuan besar, di rumah panti terdapat banyak anak-anak" kata Akira yang merasa tidak tega
"Biarkan saja, jika wanita tua itu tidak bekerja sama maka lenyapkan saja mereka semua" ketus Kaneshiro
"Baik Tuan besar" jawab Akira yang hanya bisa menurut
Kediaman Hamilton.
Di malam itu Patrick datang mencari George dengan niat untuk memberitahu mengenai anak yang di cari Kaneshiro
"Ketua, ada sesuatu yang ingin ku katakan" kata Patrick yang sedang berdiri di hadapan George
"Ada apa? katakan saja" tanya George yang sedang meneguk minumannya
"Ketua, mengenai informasi anak itu, kata Nicole anak Kaneshio dia....dia..." kata Patrick yang tidak tahu harus bagaimana mengatakannya
"Kenapa? apa ada masalah dalam penyelidikannya? atau ada sesuatu terjadi pada anak itu?" tanya George yang sedang menuangkan minuman ke gelas kosong
"Nama anak itu adalah Farlo dan memiliki kalung yang tercantum namanya sendiri" jawab Patrick dengan pelan
George yang mendengar jawaban Patrick dirinya langsung terdiam dengan rasa tidak percaya
"Ketua, bukankah dulu Anda memiliki kalung itu dan juga nama Anda adalah Farlo?" tanya Patrick dengan merasa cemas
"Ulang sekali lagi ucapan mu yang tadi?"
"Anaknya bernama Farlo dan memiliki kalung, dan keluarga yang mengadopnya adalah dari kalangan mafia"
"Farlo? di usia 5 tahun dia tinggal di sana dan memiliki kalung serta ayah angkat yang dari mafia? apakah maksud mu anak yang Kaneshiro tinggalkan adalah aku?" tanya George dengan mata memerah
"Semua ini sangat sama dengan kondisi Anda di masa kecil, setelah 5 tahun kemudian Anda di bawa pergi dari rumah panti oleh ayah angkat kita"
Prak..
Hentakan botol minuman yang di lakukan oleh George yang sedang menahan emosi
"Kaneshiro membunuh istrinya dan meninggalkan anaknya, apakah dia adalah ayah kandung ku? dan yang paling parah dia membunuh ibu ku? jika memang dia adalah ayah ku maka aku harus berhadapan dengan musuh ku yang tidak lain adalah ayah ku sendiri" ucap George dengan merasa tertekan
"Ketua, kita menunggu kabar dari Nicole, dia akan mengabari kita setelah mendapatkan nama keluarga itu"
"Tidak mungkin! ini tidak mungkin, dia tidak mungkin ayah ku, ini semua pasti ada kesalahan" ucap George dengan merasa tertekan dan menghabiskan minuman di gelasnya
"Ketua, jangan merasa tertekan" bujuk Patrick yang khawatir dengan ketuanya
__ADS_1
"Bagaimana mungkin aku tidak tertekan, selama ini aku sangat membenci keluarga yang telah menelantarkan ku, dan di saat aku sudah putus asa ayah angkatlah yang membuka jalan baru untuk ku, dan sekarang setelah 25 tahun aku baru tahu jika ayah kandung ku adalah musuh terbesar ku dan yang paling keji adalah dia membunuh ibu kandung ku, siapa yang tidak tertekan dengan semua ini, atas kejadian ini memaksakan ku harus membunuhnya dengan tangan sendiri" jelas George
"Aku lebih baik tidak mengetahui siapa dia, dan hanya tahu dia adalah musuh ku dari jepang ini akan lebih mudah untuk ku membunuhnya, jika dulu aku sangat tidak menyukainya tapi sekarang aku malah sangat membencinya" lanjut George dengan menghabiskan minumannya
George yang merasa tertekan melangkah ke arah pintu besarnya, Patrick yang melihat ketuanya itu langsung mengikutinya dari belakang
"Ketua, sudah malam anda ingin kemana? biar aku yang mengantar mu" kata Patrick yang khawatir dengan George
"Tidak perlu, biarkan aku sendiri, aku ingin menenangkan pikiran ku" jawab George yang masuk ke dalam mobilnya
George mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi karena merasa sakit dan luka di hatinya, bagaimana tidak musuh yang di kenal sangat kejam adalah ayah kandungnya dan selain itu ibu kandungnya juga di bunuh oleh pria kejam itu
"Ini semua tidak adil, kenapa harus menimpa diri ku? jika saja ayah ku meninggalkan ku karena ada kesulitan dalam hidup aku masih bisa menerimanya tapi sekarang dia meninggalkan ku karena ambisi besarnya dan paling parah adalah dia juga membunuh istrinya yang tidak lain adalah ibu kandung ku, Daverson kau adalah binat*ng" ketus George yang sedang mengendarai mobilnya
"Kelihatanya aku harus berhadapan dengannya, baiklah aku tidak peduli siapa kau dan apa hubungan kita, jika kau tidak memandang hubungan kita maka aku juga tidak akan berhati lembut pada mu" batin Goerge
Pasar keramaian
"Hiak...hiak...hiak...hiak" ucap Lavender yang sedang buat ulah
Bruk.....bruk....bruk...
"Wooooiiiii, apa kau sudah gilaaa?" teriak Summy dengan kesal
"Bibi, jangan bergerak"
"Diam berdiri jangan bergerak, Bibi. Hiak...hiak....hiak...hiak" teriak Lavender
Bruk...bruk...bruk...
"SUDAH HENTIKAAAAAAN" Teriakan Summy dengan nada memenuhi ruangan dapur itu
"Hiak...hiak...hiak...hiak" teriakan Lavender yang sedang berlatih meninju
Bruk...bruk...bruk...
"Kalau kau masih tidak mau berhenti akan ku hantam kepala mu dengan panci"
Teriak Summy yang sangking kesalnya
"Kenapa tidak membiarkan aku berlatih?" tanya Lavender yang menghentikan aksinya
"Apa kau masih waras ya? kau berlatih meninju dengan cara meninju punggung ku tanpa berhenti di saat aku sedang mencuci piring, apa kau gila ya?" teriak Summy dengan kesal karena ulah Keponakannya
"Bibi, jika aku berlatih di luar maka kena biaya lagi, lagi pula badan bibi begitu gemuk dan banyak lemaknya jadi cocok untuk berlatih meninju" jawab Lavender dengan terus terang
"Kau memang semakin lama semakin tidak waras ya, masa mengunakan tubuh ku untuk berlatih tinju" bentak Summy dengan kesal sambil mencuci piringnya
__ADS_1
"Bibi, aku ingin menjadi wanita kuat, maka aku harus mempelajari semuanya, agar aku bisa menghajar lebih banyak penjahat" Jawab Lavender dengan melanjutkan aksinya
Bruk...bruk...bruk...bruk
"Woooiii, hentikan jangan meninju ku lagi, aku sedang mencuci piring, cepat keluaaaaaarrrrrrr" teriak Summy dengan sangking kesalnya
"Aku masih ingin berlatih"
"Berlatih kepala mu, jika kau masih tidak keluar jangan salah kan aku mengunakan piring untuk menghajar mu" kecam Summy dengan menoleh ke arah Lavender
"Bibi, ini ide yang bagus"
"Ide apa yang bagus? apa maksud mu?'
"Piring terbang bisa menghajar musuh juga"
"Jangan coba-coba untuk berpikir mengunakan piring ku untuk di jadikan senjata" ujar Summy
"Kenapa, Bi?".
"Masih saja bertanya kenapa, cepat keluaaaaarr, kalau mau belajar pergi cari paman mu sanaaaaa" teriak Summy
"Mereka sedang sibuk dengan Kakek"
"Keluar dari dapur ku sekarang juga"
"Aku masih ingin berlatih"
"Berlatih kepala mu, mana ada orang berlatih meninju dengan mengunakan tubuh orang" bentak Summy
"Tapi tubuh Bibi macam badak makanya bisa, Bi" jawab Lavender dengan ceplas ceplos
Prang..prang...prang
Bunyi pukulan panci gagang mengenai kepala Lavender
"Aaarrrggttt, sakiiiit" teriak Lavender
"Keluaaaarr, jangan menganggu ku" teriak Summy dengan emosi
"Iyaaaa" jawab Lavender sambil berlari keluar dari dapur
"Hufffff..Robert, Merliza, kenapa putri kalian bisa begitu nakal, aku sangat kasian dengan nasib George jika berhadapan dengan anak ini" gumam Summy dengan menghela nafas panjang
Bab selanjutnya
Kaneshiro berniat membunuh Nicole dan di hentikan oleh George
__ADS_1