
"Apa bisa jelaskan kenapa bisa seperti ini? apakah akan mempengaruhi hidupnya?" tanya George dengan merasa khawatir
"Selain perubahan mendadak apakah ada keanehan lain?"
"Dia sering saja salah menyebut nama orang, tidak pernah benar, dan juga pelupa selalu saja menyasar bila ke suatu tempat"
"Salah menyebut nama adalah bawaan dari lahir dan sering lupa sehingga menyasar karena masalah ingatannya yang lemah, ini bukan suatu penyakit, dan akan sembuh di saatnya tiba"
"Tapi dia sangat kekanakan, bahkan ikan hias kakek saja di jadikan lemparan"
"Hehehehhe....usianya hanya 20 tahun, jadi ini adalah sifat kekanakan dan bukan hal serius, dia akan dewasa di usianya beranjak dewasa"
"Lalu, bagaimana dengan perubahan sikapnya yang tiba-tiba?"
"Kau mengatakan jika istrimu berubah di saat kejadian kakeknya, ini karena dia tertekan sebab mendapatkan tamparan hebat, kejadian itu terjadi di depan matanya sehingga membuatnya berubah menjadi orang lain dalam seketika, dan kemudian dia berubah lagi seperti semula jadi ini tidak bisa di katakan jika kejadian ini adalah suatu penyakit, ini hanya masalah waktu saja, jika usianya sudah dewasa maka dia akan bersifat dewasa, sebenarnya bukan tidak bagus jika sekarang berubah menjadi kekanakan ini terbukti jika dia hidup tanpa tekanan" jelas Ferry dengan panjang lebar
"George, apa kamu bisa menerimanya dengan sifatnya sekarang?"
"Aku tidak masalah sama sekali, Lavender adalah Lavender jadi dia mau berubah seperti apa dia tetap gadis yang ku suka asal tidak mempengaruhi hidupnya saja"
"Di saat sifatnya berubah menjadi dewasa itu karena hidupnya tertekan jadi bisa berubah, walau kedengaran sangat tidak masuk akal tapi itulah hidupnya, kasus seperti ini aku sudah pernah melihatnya, jadi tidak ada yang perlu dicemaskan, sebenarnya ada baiknya jika dia kekanakan karena ini membuktikan jika dia bahagia tanpa beban" jelas Ferry dengan senyum
"Dengan sebutan yang mudah adalah Lavender memiliki dua kepribadian, ini akan menjadikan hidupmu lebih berwarna" kata Ferry dengan seraya bercanda
"Lebih berwarna? iya setiap saat aku akan takut jika dia meledakan dapurku dan selain itu dia juga sangat kekanakan, dan yang paling parah adalah dia tidak takut dengan apapun bahkan dengan bom juga di anggap sebagai maianan" kata George
"Haahahahaha...George...George, kau adalah ketua mafia yang di segani tapi sifat istrimu sangat berlawanan denganmu, heheheheh....kelihatannya hidupmu akan dipusingkan dengan istrimu itu" ucap Ferry
"Dia sangat manis dan aku sangat menyukainya, pernikahan kami hanya hitungan hari, aku hanya berharap dia jangan berulah saja atau melarikan diri"
Mendengar perkataan temannya Ferry tertawa lucu
"Apa begitu nakal istrimu itu?"
"Sangat nakal dan tidak bisa dijinakkan" jawab George dengan senyum mengingat Lavender
Dua hari kemudian
Kediaman Lion
"Tuan besar, sekeliling kolam sudah di pagari, jadi sudah aman" kata Kelvin
__ADS_1
"Baguslah, apa ikan-ikan itu baik-baik saja?" tanya Lion
"Baik-baik Tuan besar" jawab Kelvin
"Setiap bocah nakal itu datang dia pasti mendekati kolam itu, aku sangat khawatir jika suatu saat ikan itu akan dilemparnya lagi olehnya" kata Lion
"Tuan besar, kemarin saat nona datang dia malah menangkap ikan itu dan mengelusnya" ujar Kelvin dengan tertawa kecil
"Lavender ini memang sangat unik tapi bisa membuatku kebinggunan, aku tidak bisa membayangkan bagaimana Summy menghadapinya selama ini" kata Lion dengan senyum
"Bibi Summy sangat menyayangi nona, walau mereka selalu berdebat tapi hubungan mereka sudah seperti ibu dan anak" jelas Kelvin
"Iya, benar katamu" jawab Lion
"Tuan besar, semalam pengawal ketua Anderson menghubungi ku, dia mengatakan besok ketua Anderson akan pergi ke korea, dan untuk acara ini dia tidak bisa hadir, dan dia akan mengirim wakilnya untuk hadir di acara pesta pernikahan nanti" ujar Kelvin
"Tidak apa-apa, dia mengirim wakilnya ini karena dia menghargai undanganku, wakilnya sudah lama bersamanya, semua bisnis di swedia David yang mengurusnya" kata Lion
"Benar Tuan besar" jawab Kelvin
Setelah beberapa hari kemudian
Para tamu berdatangan sambil bersalaman dengan Lion dan George, sementara Patrick, Kelvin dan Bieber sama-sama melayani kedatangan tamu-tamu mereka
Lavender yang masih berada di ruangan hias di temani oleh Summy, Lavender mengenakan gaun pengantin yang agak terbuka di bagian atasnya serta gaun dengan motif yang indah sehingga menampakan aura yang sangat mempesona, tampilan dewasa dan anggun kembali pada diri Lavender yang sebelumnya
"Lavender, kau sangat cantik dan anggun, aku yakin George pasti sangat suka dengan penampilan mu" ucap Summy dengan merasa bahagia sehingga mata berkaca kaca
"Bibi, kenapa menangis?" tanya Lavender
"Bayi kecil yang bibi gendong dari kecil sekarang sudah dewasa dan menikah, tentu saja bibi sangat bahagia oleh sebab itu bibi menangis karena terharu" jawab Summy dengan senyum
"Bibi, telah menjagaku selama ini dan sudah memberiku kehidupan baru, sehingga aku bisa menjalani hidupku dengan tanpa beban, ini semua karena jasa bibi"
"Lavender, kamu sudah seperti putriku sendiri, bibi hanya ingin melihatmu jatuh cinta dan menikah dengan pria yang tepat, dan semua keinginam bibi sudah tercapai, George adalah pria yang tampan dan baik dia bisa menjaga mu selamanya"
"Keberuntungan ku memiliki Bibi, Kakek dan George sebagai suamiku" ucap Lavender dengan merasa bahagia
"Setelah menikah jagalah keluarga mu dengan baik, seperti mama mu yang pintar menjaga keluarganya, mama mu sangat mencintai papamu, oleh sebab itu bibi hanya berharap kau dan George harus saling mencintai untuk selamanya" ucap Summy dengan menangis haru
"Bibi, kami akan bahagia selalu, Bibi jangan khawatirkan aku" kata Lavender yang memeluk Summy yang sedang menangis karena terharu
__ADS_1
Pelukan hangat yang di lakukan oleh Lavender karena merasa berat harus berpisah rumah dengan bibinya yang selama ini telah menjaganya selama 20 tahun, hubungan mereka bagaikan ibu dan anak yang tidak bisa dipisahkan, di siang itu Summy menangis karena merasa bahagia, sementara Lavender memeluk bibinya itu tanpa ingin melepaskannya
Di saat mereka sedang berpelukan Bruce muncul dengan mengacaukan suasana haru tersebut
"Bibi, Lavender, kenapa kalian menangis? hari ini adalah hari bahagia tapi kenapa kalian seperti mau mengantar orang ke pemakaman saja?" tanya Bruce dengan ceplas ceplos sambil melangkah masuk ke ruangan itu
Bruk..bruk...
Pukulan dari Summy mengenai kepala Bruce
"Aaargghhh, Bibi, kenapa pukul kepala ku?" tanya Bruce dengan emosi
"Mulut itu kenapa seperti buntut ayam saja?" bentak Bruce
"Bibi, jangan memukulku lagi nanti aku akan menjadi bodoh seperti Lavender" ujar Bruce
"Kau mengatakan aku bodoh, kau berani sekali" ujar Lavender yang menarik telinga Bruce
"Sakiiiittt, kenapa kalian sama saja suka menindas orang?" teriak Bruce yang merasa kesakitan
ππππππππππππππππ
Pemberitahuan untuk para readers setia yang mengikuti kisah George dan Lavender, besok adalah Bab terakhir ya..
Terima kasih karena sudah mengikuti ceritanya dari awal sampai akhirπ₯°π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°
Sambil menunggu up bagi yang belum pernah mampir ke karya author lainnya silakan mampir ya, klik akun author ada beberapa karya yang sudah tamat
Mafia Berdarah Dingin ( tamat)
Never Forget You( tamat)
"Gadis Incaran Pengusaha ( tamat)
"Gadis Amnesia dan Pria Misterius(tamat)
"Ceo'S A 3000 Year Old Mafia ( tamat)
Pembunuh Profesional ( On Going)
Cruel Love Of Gangster ( karya terbaru)
__ADS_1