
"Siap Ketua" jawab serentak mereka bertiga
Tidak lama kemudian mereka bertiga keluar dari ruangan itu
"George, terima kasih" ucap Lavender dengan senyum
"Jangan mengatakan seperti itu, urusan kakek urusan ku juga, jadi tidak perlu berterima kasih padaku" jawab George dengan mengecup dahi Lavender
"Untung saja saat ini ada diri mu di sini, jika tidak aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan" ucap Lavender dengan senyum
"Apa baru sekarang gadis nakalku ini menyadari jika aku sangat penting bagi mu?" ujar George dengan mengoda Lavender
"Jangan menertawakan ku"
"Aku serius, apa selama ini kau menyukai ku?"
"Kenapa tiba-tiba saja bertanya seperti itu? bukankah kau dulu mengatakan akan menikah dengan ku setelah setahun kemudian?"
"Benar, aku memang ada mengatakannya, tapi aku ingin tahu isi hati mu selama ini, aku tidak bisa menebak isi hati mu, kau sangat nakal dan tidak bisa di atur" ucap George dengan menyentuh wajah Lavender
"Jika aku membuat mu pusing maka jika kau menyesal sekarang masih belum terlambat"
"Jangan berharap aku akan menyesal, karena kau adalah pilihan ku, apa kau tahu aku sangat merindukan mu selama ini walau kau berada di sisi ku" kata George dengan mencium bibirnya Lavender
"Lavender, aku sangat ingin menikahi mu, tapi aku ingin kau menikah dengan ku karena perasaan mu pada ku dan bukan demi kakek, aku ingin tahu apa perasaan mu pada ku selama ini? apa kau menyukai ku?"
"Aku rasa aku menyukai mu"
"Kapan kau mulai ada perasaan dengan ku?"
"Aku tidak tahu, aku dari dulu tidak tahu cara menyukai seseorang, dan kemudian tiba-tiba aku merasakannya"
"Katakan pada ku jika kau mencintai ku"
"Aku mencintai mu" jawab Lavender dengan terus terang
"Aku juga mencintai mu, gadis nakalku" ucap George dengan mencium bibirnya Levender
"Ssssttttt.., Lavender, kenapa kau mengigit ku?" tanya George yang melepaskan ciumannya
"Karena aku suka mengigit mu" jawab Lavender dengan seraya bercanda
"kau memang nakal, dari dulu sudah sering mengigit ku" ucap George dengan menyubit wajah Lavender
"Aku akan meminta maaf dengan cara mencium mu" kata Lavender dengan mendorong George berbaring di sofa dan mencium bibirnya
George membalas ciuman sambil memeluk tubuh Lavender yang sedang menindihnya
__ADS_1
Di saat mereka berciuman tiba-tiba saja Bruce membuka pintu dan melihat semuanya lalu`β
Purgh
Lemparan bantal sofa di lakukan oleh George dan Lavender ke arah Bruce, sehingga membuat Bruce menutup kembali pintunya
Klek
"Hah...maaf.aku bukan sengaja melihat kalian begini, lagi lupa kenapa kalian tidak mencantumkan di pintu jika kalian sedang berciuman dan tidak di perbolehkan sesiapa pun yang masuk" teriak Bruce yang di depan pintu dengan ceplas ceplos
Brugh..
"Aaarhhh, siapa yang pukul kepala ku?" bentak Bruce dengan menoleh ke belakangnya
"Apa kau tidak sayang pada nyawa mu?" tanya serentak Kelvin dan Patrick dengan menatap tajam ke arahnya
"Kenapa kalian menatap ku seakan-akan ingin menelan ku saja?" tanya Bruce dengan menutup bagian dadanya dengan kedua tangannya
"Jangan menganggu ketua dan nona" jawab serentak Kelvin dan Patrick sambil menarik lengan Bruce berjalan ke arah lain
"Hei....hei...jangan menarik ku, biarkan aku berjalan" teriak Bruce
"Jangan menganggu mereka" ujar Serentak Kelvin dan Patrick
"Lepaskan tangan ku, kalian menarik ku kemanaaa?" tanya Bruce dengan kesal
"Kenapa kalian mengusir ku? aku ingin menemani ketua Lion" teriak Bruce
"Diam" bentak Patrick
"Hei....hei...hentikan, jangan menarik ku lagi, aku seperti pasien ganguan jiwa saja di buat kalian" teriakan Bruce
"Aku akan membawa mu bertemu dengan dokter" ujar Kelvin yang masih menarik lengan Bruce
"Bertemu dengan dokter untuk apa?" tanya Bruce
"Untuk berikan jarum suntik mati untuk mu" jawab patrick
"Hah....aku tidak mauuuuuu" teriakan Bruce
"Bibiiiii, Lavendeeeer, tuan Lioooooon, tolong akuuuuuu, aku tidak mau tidur di kamar mayat" teriak Bruce dengan nada tinggi
Di sisi lain Lavender dan George yang berada di dalam ruangan itu mendengar teriakan Bruce sehingga membuat mereka tertawa lucu, Lavender yang tertawa sehingga melupakan posisinya yang sedang menindih George
"Teman mu itu sangat lucu, jika dia masuk ke Lion pasti akan heboh dan bisa saja kakek pasti akan risih di buatnya" ujar George dengan tertawa
"Iya, dia sangat lucu" jawab Lavender dengan senyum
__ADS_1
"Lavender, aku ingin melihat senyuman mu ini, sangat cantik." ucap George dengan mencium bibirnya
Setelah beberapa saat kemudian Georgs melepaskan ciumannya
"Sudah waktunya untuk tidur, kau sudah minum obat jadi harus istirahat" ucap George sambil memeluk Lavender yang berada di atas tubuhnya
"Temani aku tidur ya " jawab Lavender
"Kau ingin aku menemani mu?" tanya George dengan senyum
"Iya, aku ingin kau memeluk di saat itu aku tidur" jawab Lavender dengan senyum
"Baik gadis nakal ku, aku akan melakukannya setiap kau ingin tidur"
"Ini janji mu, jangan lupa"
"Apa kau tidak takut jika aku melakukamnya?" tanya George dengan memeluk tubuh Lavender sambil berisik di telinganya
"Apa? rupanya kau ada niat lain"
"Hei..gadis nakal, kau adalah kekasih ku dan sekarang kau ada berada di atas tubuh ku, pria mana yang bisa menahannya dengan posisi tubuh mu yang menempel di tubuh ku" jawab George dengan seraya bercanda
"Kau sengaja mengoda ku ya"
"Kau yang mengoda ku, lihat saja posisi kita siapa yang mengoda siapa?"
"Sudah jangan bicara sembarangan, aku mau tidur" kata Lavender yang bangkit dari tubuh George
"Mari kita ke kamar mu" ucap George dengan mengendong Lavender
"Aku bukan tidak bisa jalan kenapa mengendong ku terus? sangat malu di lihat orang" kata Lavender
"Mereka semua sudah tahu kita sudah mau menikah jadi untuk apa malu, jika mereka tertawa maka aku akan menghukum mereka" ujar George sambil melangkah menuju ke kamar Lavender
Setelah masuk ke kamarnya George menidurkan Lavender ke atas ranjang, dan George sendiri tidur di samping sambil memeluk gadis idamannya itu.
"Tidurlah, sudah waktunya kau harus tidur" ucap George dengan mengecup dahi Lavender
"Iya" jawab Lavender dengan memeluk George dengan erat
"Lavender, jangan memeluk ku dengan begitu erat, apa kau tidak takut aku akan memakan mu" kata George yang merasakan dua buah dada Lavender yang menyentuh tubuhnya
'Kenapa?"
"Sudah lama aku ingin melahap mu, dan malam itu aku belum puas dan jangan memancing ku ya, jika tidak malam ini aku akan membuat mu menyesal" kecam George dengan sengaja mnegusiknya
"Apa kau mau melakukannya sekarang?" tanya Lavender dengan terus terang
__ADS_1
"Tidak, tubuh mu masih sakit dan aku bukan pria yang akan mengambil kesempatan pada wanita ku yang masih terluka" jawab Georgep