
"Dokter, bagaimana dengan luka kakek?" tanya Lavender yang sedang di kamar Lion bersama George dan Kelvin
"Ini adalah keajaiban bagi pasien, di usianya yang sudah mendekati 70 tidak menghambat penyembuhannya, bahkan sangat cepat pemulihannya" jawab dokter
"Ini sangat bagus, jadi ketua besar pasti akan cepat sadar" lanjut Klevin dengan berharap
"Benar, kakek sudah sembuh dan sisanya kita hanya perlu menunggu kakek sadar, dan aku yakin kakek pasti bisa" ujar George dengan yakin
"Kakek, apa kakek sudah dengar kata dokter? luka kakek sudah sembuh jadi kakek harus cepat sadar. kakek, apa kakek tahu jika aku sangat tidak sabar untuk ke jepang, aku juga ingin merasakan bagaimana menjadi seorang mafia yang sebenarnya" ucap Lavender dengan memegang tangan kakeknya dan duduk di tepi ranjang
"Gadis nakal ku, apa kau mau meledakkan rumahnya?" tanya George dengan senyum yang sedang berdiri di samping Lavender
"Iya, aku ingin meledakkan semua miliknya" jawab Lavender dengan seraya bercanda
"Memang nakal" ucap George dengan mencium ujung kepala Lavender
"Ketua Hamilton, Nona, bagaimana jika aku pergi membeli makanan dulu? kalian juga belum makan siang" ujar Kelvin
"Baik Paman, terima kasih" ucap Lavender
Kelvin meninggalkan kamar Lion dan pergi untuk membeli makanan
Setelah beberapa menit kemudian
"Kakek, ayo cepat bangun, seluruh anggota kita sedang menunggu kakek, kakek harus semangat jika Lion tanpa Kakek maka ini sudah tidak seperti dulu lagi" panggil Lavender yang berusaha membangunkan kakeknya
"George, bisa aku pinjam sebentar handphone mu? aku ingin menghubungi paman Kelvin sebentar" kata Lavender
"Bisa, gunakan saja" jawab George dengan memberikan handphonenya
Lavender menekan nomor yang ingin di hubunginya
"Hallo" jawab Kelvin yang di seberang sana
"Paman, tolong hubungi 70 anggota ke rumah sakit" pinta Lavender
"Apakah ketua besar dan nona dalam bahaya?"
"Bukan Paman, aku hanya ingin mereka ke sini sekarang juga" jawab Lavender
"Baik Nona, segera aku hubungi mereka"
__ADS_1
Setelah setengah jam kemudian 70 anggota berdatangan ke rumah sakit dan menuju ke kamar Lion, mereka semua berdiri dengan rapi dan mengelilingi ranjang ketua mereka, Bieber dan Kelvin berdiri di ujung ranjang. semua tatapan fokus pada Lion yang tidak sadarkan diri itu, tentu saja bagi mereka ini sangat menyakitkan karena ketua mereka yang di anggap sebagai pria yang berani dan tidak takut mati dan kini telah koma.
"Kakek, lihatlah semuanya sudah di sini sedang menunggu mu, kalau kakek masih tidak membuka mata maka mereka akan sedih" ucap Lavender
"Ketua besar, semua saudara kita datang melihat mu ketua, bukalah mata mu dan lihatlah kami, kami sedang menunggu mu" ucap Bieber
"Ketua besar, seluruh saudara kita sangat sedih melihat ketua yang tidak sadar, dan sudah lama tidur dan tidak memperdulikan kami, kami mohon cepatlah sadar" kata Kelvin
"Ketua besar, kami di sini mendukung mu bukalah mata mu dan lihatlah kami, kami akan setia menunggu ketua sadarkan diri dan kembali lagi bersama kami" ucap serentak para anggota di dalam kamar itu
"Ketua besar, bukalah mata mu dan pulang bersama kami, kami akan setia bersama mu sampai akhir hayat kami, Lion tidak bisa tanpa ketua, kami semua membutuhkan mu" ucap serentak mereka dengan berusaha membangunkan Lion
"Kakek, mereka semua sedang menunggu mu, ayolah cepat buka mata mu, Kek" kata Lavender
"Kakek, jangan tidur lagi, jika kakek tidak membuka mata maka kami akan merasa sedih" ucap Lavender
"Ketua besar, bersemangatlah, jangan putus asa kami sedang menunggu mu ketua"
"Ketua besar, kami sudah merencanakan untuk membalas dendam terhadap Kaneshiro, kami menunggu waktu saja, kali ini bukan pertarungan kecil melainkan pertarungan besar-besaran, jadi kami butuh dukungan mu ketua" ujar Kelvin
"Ketua besar, ketua Hamilton sudah mengirim saudara kita ke jepang dan secara diam kita akan membunuh anggota lawan, agar tidak menyebabkan banyaknya jatuh korban di pihak kita" lanjut Bieber
"Ketua besar, ayolah sadar buka matamu dan lihatlah kami di sini sedang menunggu mu, kami selama ini sedang menunggu kepulangan mu."
Lion yang telah koma selama berminggu-minggu masih saja belum menampakan perubahan apa pun pada dirinya, sepanjang hari mereka sedang menemani dan memanggil Lion tanpa berhenti, sebanyak 70 anggota telah memenuhi ruangan kamar itu
"Kakek cepat bangun, jika tidak aku akan meledakan rumah kakek, aku akan meledakan semuanya" ujar Lavender dengan mengancam
"Kakek, jangan salahkan aku jika aku meledakannya, di saat itu jika kakek ingin pulang ke rumah maka rumah kakek sudah sisa jadi abu" ujar Lavender
"Lavender, apa kau sadar apa yang kau katakan? bahkan sama kakek saja kau berani mengancam" kata George dengan menyubit wajah Lavender
"Apa yang ku katakan adalah benar, aku sudah tidak sabar mau ke jepang, aku mau mewakili Lion untuk ke sana dan kalahkan si bajingan itu" jawab Lavender dengan semangat
"Uhuk...uhuk...uhuk" suara batuk berasal dari Lion
Semua mata berfokus pada Lion yang sedang membuka matanya dengan perlahan
"Kakek" ucap serentak Lavender dan George
"Ketua besar" ucap mereka dengan serentak dan menghampiri Lion
__ADS_1
"Kakek sudah sadar" kata Lavender dengan semangat
"Jika aku tidak cepat membuka mata ku maka rumah ku akan kau ledakkan, aku tidak mau kehilangan rumah ku" ujar Lion dengan melihat ke arah Lavender yang duduk di sampingnya
"Kakeeeek, akhirnya kakek sadar" kata Lavender dengan memeluk kakeknya
"Ketua besar selamat" ucap serentak Bieber, Kelvin dan anggota lainnya
"Terima kasih kalian semua sudah datang" ucap Lion dengan senyum
"Kakek, mereka semua setia menunggu mu" ujar George dengan senyum
"Kakek kapan sadar? kenapa bisa dengar perkataan ku?" tanya Lavender
"Di saat mereka semua memanggil ku" jawab Lion
"Kenapa di saat aku memanggil kakek tidak menjawab ku?"tanya Lavender yang melepaskan pelukannya
"Karena kakek ingin melihat tindakan mu, ternyata kau malah beraninya mengancam kakek" jawab Lion dengan seraya bercanda
"Kakek jahat pada ku, percaya atau tidak aku akan melakukannya"
"Lakukan saja kalau kau suka" ujar Lion
"Ketua besar kami minta maaf" ucap serentak Bieber dan Kelvin dengan merasa bersalah
"Kenapa kalian harus meminta maaf?" tanya Lion
"Ketua besar, kami lalai dalam melindungi Anda, kami rela menerima hukuman" jawab Bieber dengan menunduk
"Aku juga rela menerima hukuman. silakan hukum kami" ujar Kelvin
"Kakek, paman Kelvin dan paman Bieber selama di rumah sakit menjaga di luar pintu sama sekali tidak pernah beranjak ke mana pun, dan kami pernah di serang saat itu, paman Bieber juga terluka 4 tembakan sehingga harus di operasi, paman Kelvin berjaga selama 24 jam tanpa istirahat dan selalu saja memaksakan diri" kata Lavender
"Nona, melindungi ketua besar adalah bagian dari tanggung jawab kami" ucap serentak Bieber dan Kelvin
"Kalian berdua tidak bersalah, ini semua adalah perbuatan Kaneshiro, jadi bukan salah kalian jangan menyalahkan diri sendiri" kata Lion yang masih berbaring di ranjang
"Jika di saat itu aku lebih waspada maka semua ini tidak akan terjadi" kata Kelvin
"Aku juga lalai dalam perlindungan" ujar Bieber
__ADS_1