
"Apa benar kamu tidak terluka?sini biarkan aku memeriksanya" tanya George
"Tidak perlu aku tidak terluka, kenapa aku bisa mengenal mu yang sangat lamban ini, bahkan buaya itu lebih hebat dari mu" jawab Lavender dengan merasa kesal
"Kau membandingkan ku dengan dia?"
"Iya, setidaknya dia mampu mengejarku dari sungai sampai ke hutan, dan dengan setianya dia menunggu di bawah pohon sambil mendengar ku bernyanyi" jawab Lavender dengan ketus
"Dia setia karena ingin memakan daging mu" jawab George
"Tapi setidaknya saat di hutan aku tidak sendirian" jawab Lavender
"Kau memang tidak waras" ujar George
"Masih mending aku tidak waras, lebih parahnya aku memiliki calon suami yang lambatnya macam kura-kura" jawab Lavender dengan kesal
"Kau mengatakan aku kura-kura?"
"Iya, andaikan kau lincah seperti monyet maka nasib ku pasti tidak begitu malang hari ini" ketus Lavender
"Lavender, jangan bandingkan aku dengan hewan" kata George dengan kesal
"Dia bukankah anggota Kaneshiro? kenapa bisa bersama Nona?" tanya Patrick dengan melihat ke arah Bruce yang sedang terkapar di atas tanah
"Dia ingin menangkap ku kemudian aku mendorongnya dan kami sama-sama masuk ke sungai" jawab Lavender
"Apa dia melukai mu?" tanya George
"Tidak sempat, karena kami sama-sama melawan arus sungai yang deras dan melarikan diri dari buaya dan monyet, kemudian sampai ke sini" jelas Lavender
"Kalian jatuh ke sungai? arusnya sangat deras bagaimana caranya kalian bisa selamat?"tanya Shances dengan penasaran
"Kami memegang ranting dan berusaha untuk melawan arus, dan kami harus berterima kasih juga sama buaya itu" jawab Lavender
__ADS_1
"Dia sudah membuat mu takut tapi kau masih ingin berterima kasih padanya?" tanya George
"Iya, kalau bukan karena dia memutuskan untuk masuk ke air maka kami tidak akan melepaskan tangan kami dan ikuti arus dan berhasil sampai kembali ke hutan lagi, lain kali kami harus berterima kasih padanya kalau kami berkesempatan bertemu dengannya lagi" jelas Lavender
"Tidak....jangan mengajak ku..aku tidak mau bertemu dengan buaya atau pun monyet" jawab Bruce yang sedang trauma
"Hei...kau adalah musuh kami tidak seharusnya kau hidup" gertak Tony dengan menarik krah kemeja Bruce
"Jangan melukai dia" teriak Lavender yang berdiri
"Kenapa? dia ingin menangkap mu dan kalau bukan karena dia kau tidak akan menemui begitu banyak masalah" tanya George dengan penasaran
"Gorila Hamil, kau sudah salah, memang awalnya gara dia aku baru di kejar oleh para hewan itu, tapi setidaknya kami sama-sama berendam air sungai dan sama-sama merasakan takut , sama-sama di kejar buaya dan di kejar monyet, jadi bisa di katakan kami sudah berjuang bersama-sama sampai tahap ini" jelas Lavender
"Dia benar, aku tidak mau lagi kembali ke sana dan aku ingin mencari mama ku saja" jawab Bruce dengan menangis terisak
"Hei....kau adalah pria tapi kenapa kau menangis seperti wanita..ha?" bentak Shances
"Di saat kau menjadi mafia kau sangat galak, tapi sekarang kau malah menjadi cengeng dan menangis seharian" ujar Lavender.
"Ketua, bagaimana dengan dia? apa kita lepaskan dia saja atau kita bunuh?" tanya Patrick
"Buang saja ke sungai" jawab George dengan sengaja
"Jangan....tuan Gorila Hamil..aku sudah berubah aku tidak mau kembali ke sungai lagi di sana ada makhluk aneh itu, dan dia pasti balas dendam padaku" pinta Bruce yang ketakutan
"Nama ketua kami George Hamilton bukan gorila hamil, jangan sembarangan panggil" bentak Tony
"Tapi bukankah tadi aku mendengar dia memanggil dengan nama itu? atau dia memang ada pelihara gorila ya?" tanya Bruce
"Diam...ini bukan urusan mu" bentak Patrick
"Biarkan saja dia pergi, lagi pula sekarang dia bukan anggota singa jepang itu lagi" pinta Lavender dengan menatap George
__ADS_1
"Kenapa kau malah membelanya?" tanya George dengan merasa tidak senang
"Dia kan sudah berubah jadi untuk apa membunuhnya?" jawab Lavender
"Aku ingin menyiksanya secara perlahan" kata George
"Hah...kenapa kau malah ingin menyiksanya lagi?"
"Kenapa kau begitu peduli padanya?"
"Karena di saat aku dalam bahaya setidaknya dia menghadapinya bersama ku, dan kami sama-sama bertahan sampai kami berhasil melewatinya" jawab Lavender
"Lavender, aku adalah calon suami mu tapi kau malah membela pria lain di hadapanku" bentak George dengan merasa cemburu
"Jangan membentak ku dasar, masih berani kau mengatakan jika kau adalah calon suami ku, di saat aku dalam bahaya kau ada di mana? di saat aku di kejar buaya dan monyet kau ada di mana? walau dia cengeng dan tidak berguna tapi setidaknya dia melarikan diri bersamaku dari kejaran hewan-hewan itu, jadi apa salahnya jika aku meminta mu melepaskan dia" bentak Lavender yang tidak mau kalah
Semua anggota hanya bisa diam sambil melihat pertengkaran mereka
"Apa kau sudah puas berteriak..ha?" bentak George
"Belum..aku masih belum puas, hari ini aku di buat kesal oleh para manusia jelmaan singa jepang itu dan si cumi, dan kemudian para hewan dan sekarang kau juga ingin membentak ku, lebih bagus kau jangan mencari ku tadi, tanpa bantuan mu kami juga akan lolos" teriak Lavender karena kesal
"Sudah diam, bukankah kau sudah lelah tapi kenapa masih saja berteriak seperti ini" ujar George dengan mengangkat Lavender ke pundaknya sambil berjalan meninggalkan tempat itu dan di ikuti oleh anggotanya
"Woiii.....lepaskan aku....kau tidak beda dengan buaya itu sama-sama menjengkelkan, dari kutub utara aku di kejar sampai ke kutub selatan dan masih saja kau berani mengatakan kau adalah calon suami ku, aku mau putus dengan mu sekarang juga, aku mau cari suami baru saja, cepat lepaskan akuuuu" teriak Lavender dengan nada tinggi
"Gadis nakal, kau sangat hebat mampu membuat sekumpulan monyet dan buaya mengincarmu, kau bukan saja mampu menghebohkan jalan besar tapi juga mampu menimbulkan kehebohan di hutan?" kata George
"Jangan menertawakan ku, ini bukan salah ku, cepat turunkan aku, lagi pula aku sudah mencoba berunding dengan buaya itu dan mencoba berdamai dengan para monyet itu tapi mereka tidak mau mendengarnya, mereka bodoh karena tidak mengerti bahasa ku jadi ini bukan salah ku lagi" jawab Lavender yang tidak mau kalah
"Aku belum buat perhitungan dengan mu lagi, cepat turunkan aku, aku bersumpah ingin meledakkan markas mu dan rumah mu, dan juga meledakkan markas milik singa jepang tidak berguna itu, aku ingin meledakkan kura-kura jepang sama cumi, sama hutan ini aku juga ingin meledakannyaaaaa" ocehan Lavender tanpa berhenti di sepanjang perjalanan mereka
George hanya diam seribu bahasa bersama anggota lainnya sambil mendengar ocehan Lavender
__ADS_1