Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Gorila


__ADS_3

"Kakek, aku tahu aku sudah banyak melakukan kesalahan, di masa lalu aku selalu menimbulkan masalah, ini adalah satu pelajaran untuk ku, dan aku tidak akan berani lagi" ucap Floris dengan menunduk


"Aku ingat kata mu, jangan memalukan kumpulan Lion, ingat siapa diri mu, kau dari keluarga Lion jadi jangan mencemarkan nama baik keluarga ku" kata Lion dengan bersikap tegas


"Baik, Kek. aku akan ingat ajaran kakek" jawab Floris dengan menunduk


"Kembali ke kamar mu" kata Lion


"Iya, aku permisi" jawab Floris dengan menurut dan melangkah keluar dari ruangan baca


"Ketua besar, apakah nona sudah berubah?" tanya Bieber yang berdiri di belakang Lion


"Seseorang yang sifatnya keras kepala dan iri hati dari kecil tidak mungkin bisa begitu cepat berubah dalam waktu yang singkat, ini baru beberapa bulan, apa kamu percaya jika dirinya bisa berubah?" ujar Lion


"Benar juga, jika saja nona Floris masih menimbulkan masalah bukankah ini?"


"Jika masih saja terulang maka aku tidak akan berpikir lagi dan aku akan langsung mengusirnya" jawab Lion dengan tegas


"Benar, ketua besar" jawab Bieber


Keesokan harinya


Kediaman Hamilton


Prak...prak...prak.. prak...prak...prak...


Bunyi potongan ikan yang di lakukan oleh Lavender


"Nona, biarkan saya yang masak, Anda adalah tamu tuan" kata pelayan rumah tangga yang bernama Anisa dengan sopan


"Aku sedang bosan, Bibi, Gorila biasa suka makan apa?" tanya Lavender sambil sibuk dengan tangannya


"Go..gorila?" tanya Anisa dengan heran"


"Iya, biasa Gorila suka makan apa?"


"Biasanya...kalau tidak salah buah-buahan dan serangga" jawab Anisa yang gagal paham


"Serangga? memang dia makan serangga apa, Bi?" tanya Lavender dengan heran


"Eh...itu seperti semut, dan ada makan sayur-sayuran juga" jelas Anisa


"Apa dia tidak suka makan ikan? kenapa makanannya bisa aneh?"


"Aneh? saya rasa tidak aneh, itu makanannya wajar saja, Nona" jawab Anisa yang berdiri di samping Lavender


"Wajar? kenapa dia tidak pernah bilang jika dia ada makan serangga ya?" ucap Lavender dengan kebinggunan


"Nona, apakah nona ada pelihara Gorila?"


"Pelihara? untuk apa aku pelihara dia, dia bukannya tidak punya kaki tangan untuk cari makan sendiri" jawab Lavender dengan melanjutkan memotong ikannya

__ADS_1


Prak...prak...prok....prok...


Bunyi potongan ikan yang di lakukan Lavender


"Jadi Gorila yang punya nona jantan atau betina?"


"Jantan dan sangat menyebalkan" jawab Lavender dengan cepat


"Apa dia makan ikan?" tanya Anisa dengan penasaran


"Iya, aku pernah melihatnya makan ikan, ayam dan daging di saat di restoran bersama kakek ku dulu" jawab Lavender


"Restoran? Nona, apakah restoran juga di benarkan bawa Gorila masuk ke sana?" tanya Anisa dengan binggung


"Kenapa tidak bisa? bukankah restoran bebas siapa saja yang boleh masuk, asal punya uang saja"


"Sudah berapa tahun usia Gorilanya Nona?"


"Sekitar 30 tahun" jawab Lavender yang sedang mencuci ikannya


"Sudah tua juga, apa sudah punya anak?" jawab Anisa dengan polos


"Dia masih muda, Bi. hanya 30 tahun tidak tua, dan belum punya anak" jawab Lavender yang sedang sibuk dengan tangannya


"Ternyata begitu, apakah Gorila punya Nona sangat jinak?" tanya Anisa dengan penasaran


"Jinak? bisa di bilang dia tidak jahat sama siapa pun, dan hanya jahat sama orang yang jahat" jelas Lavender


"Berarti dia sangat pintar"


"Ke-keturunan mafia? apa Gorila juga ada keturunan mafia?" tanya Anisa dengan merasa binggung


"Bibi,kenapa malah merasa aneh dia kan memang keturunan mafia, Bibi sudah ikut dia mana mungkin tidak tahu jika dia adalah mafia"


"Ikut dia? keturunan mafia? apa yang di katakan nona ini sebenarnya?" batin Anisa yang kebinggunan


"Jadi biasa Bibi biasa beli serangga di mana?"


"Beli serangga untuk apa, Nona?" tanya Anisa dengan binggung


"Untuk makanan Gorila?"


"Eh..itu saya tidak pernah membelinya"


"Tidak pernah membelinya? jadi kalau Gorila mau makan serangga biasa ambil dari mana?"


"Saya rasa dia menangkapnya dia pohon-pohon atau di mana saja, lagi pula Gorila kalau makan tidak perlu beli" jawab Anisa


"Kenapa aneh sekali ya si Gorila Hamil ini" gumam Lavender dengan heran


"Gorila Hamil? maksud Nona Gorilanya sudah hamil?" tanya Anisa yang penasaran

__ADS_1


"Dia bukan sudah hamil, tapi namanya adalah Gorila Hamil, Bibi tinggal di sini tidak mungkin tidak tahu namanya" ujar Lavender


"Hah..?" ucap Anisa yang lagi-lagi kebingunan


"Gadis nakal, apa yang kau lakukan di sana?" tanya George dengan menghampiri Lavender yang berada di dalam dapur


"Tuan" sapa Anisa dengan sopan


"Aku ingin memasak" jawab Lavender


"Kau ingin memasak atau ingin meledakkan dapur ku?" tanya George dengan memeluk Lavender dari belakang tanpa menghiraukan Anisa yang masih di sana


"Jangan memeluk ku, cepat lepaskan tangan mu"


"Dapur serahkan saja pada Anisa, jadi istri ku tidak perlu di dapur" kata George dengan mengendong Lavender meninggalkan dapurnya


"Cepat turunkan aku, aku bosan tidak melakukan apa pun, aku juga tidak bisa pulang karena pintu depan belakang dan semua jendela rumah ini di kunci" ujar Lavender yang di gendongan George


"Aku sengaja menguncinya, agar kau tidak kabur dari rumah ini" kata George dengan melangkah masuk ke kamarnya


"Apa kau berencana mengurung ku selamanya di rumah mu ini?"


"Iya, aku ingin kau tinggal bersama ku di sini untuk selamanya" jawab George dengan senyum dan menidurkan Lavender di atas kasur


"Tapi aku tidak mau" jawab Lavender yang bangkit dan duduk bersandar.


"Memangnya kau mengira jika kau punya kesempatan untuk menolak" jawab George dengan mencium bibir Lavender


"Gorila, apa kau suka makan serangga?" tanya lavender dengan melepaskan ciumannya


"Serangga? siapa yang mengatakan jika aku makan serangga?" tanya George dengan merasa heran


"Bibi Anisa!" jawab Lavender dengan cepat


"Anisa? apa kau yakin dia berkata demikian?"


"Iya" jawab Lavender dengan mengangguk


"Gadis nakal, apa yang kau tanyakan padanya?" tanya George dengan menyubit pelan wajah Lavender


"Aku bertanya padanya Gorila suka makan apa dan dia menjawab ku jika kau suka makan Serangga"


"Anisa pasti sudah salah paham dengannya" batin George


"Iya sudah, ikut aku ke suatu tempat" ajak George dengan memegang tangan Lavender


"Mau kemana?" tanya Lavender yang turun dari kasurnya


"Aku ingin pergi melihat rumah tempat tinggal Mama ku dulu" jawab George yang sambil melangkah ke arah pintu


"Kamu sudah tahu di mana Mama mu?" tanya Lavender yang sedang ikuti langkah Geroge

__ADS_1


"Iya, aku sudah menyelidikinya"


Setelah mengetahui tempat tinggal masa kecilnya George pun ingin melihat ke rumahnya, walau dirinya tidak mempunyai bayangan masa kecil akan tetapi dia masih merindukan sesosok seorang ibu yang melahirkan dan merawat dirinya dengan sepenuh hati


__ADS_2