Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Ledakan


__ADS_3

Pelabuhan..


George dan anggotanya mendatangi pelabuhan untuk memeriksa barang-barangnya yang baru tiba.


"Tuan Hamilton, semua barang telah tiba, silahkan di periksa" kata seorang pria yang mengirimkan barang dengan kapal


"Shances, kalian semua periksa barangnya" perintah George


"Baik Ketua" jawab serentak semua anggotanya


Shances dan anggota lainnya membuka peti kayu dan periksa semua isi-isinya..dalam peti kayu tersebut terdapat beberapa senjata dan bahan peledak, karena George memang melakukan jual beli senjata api.


"Ketua, semua senjata lengkap" sebut Shances


"Ketua, di sini juga lengkap dengan bahan peledak" ujar Tony


"Ketua, sini tidak ada masalah, semua lengkap" lanjut Steven yang sambil memeriksa isi peti kayu itu


"Kerja yang bagus, tidak mengecewakan" ucap George yang merasa puas dengan barang yang dia pesan


"Pindahkan ke gudang" perintah Tony


"Siap" jawab serentak anggota lainnya


Markas Jericho.


"Bos, hari ada info dari pelabuhan, George Hamilton datang ke sana untuk memeriksa barangnya, semua barangnya itu dia pindahkan ke gudangnya yang tidak jauh dari pelabuhan itu" kata Wilson dengan sopan


"Bagus sekali, malam ini langsung bertindak saja, ini yang ku inginkan, pesan anggota kita untuk perhatikan setiap langkah mereka jangan sampai ada kesilapan" jawab Jericho yang berharap bisa menghancurkan gudang milik George


"Siap Bos" jawab Wilson dengan sopan


Malam hari


Sesuai keinginan Jericho para anggotanya melakukan perintah bos dengan niat ingin meledakan gudang milik kumpulan Black White


Pelabuhan yang sepi tanpa siapa pun di sana membuat anggota Jericho mudah melakukan keinginan mereka dengan tanpa kesulitan apa pun.


"Mari, di sini gudangnya, ayo cepat siram minyak tanah" perintah salah satu anggota dengan suara pelan


Semua anggotanya menyiram keliling gudang besar itu tersebut, setelah selesai maka mereka pun mengunakan pemetik api dan melemparkan ke tempat yang sudah tersiram minyak tanah itu.


Api semakin membesar dan mengelilingi gudang itu tersebut, setelah berhasil melakukannya para anggota Jericho langsung meninggalkan pelabuhan itu.

__ADS_1


Tidak lama kemudian terjadilah ledakan kuat di gudang yang telah terbakar milik George Hamilton, karena gudang itu adalah gudang penyimpanan senjata dan bahan peledak


Duar..duar...duar...duar...duar....duar...duar....duar...


Bunyi ledakan besar gudang yang terbakar itu


Setelah mendapat kabar dari pelabuhan George dan anggotanya langsung mendatangi ke pelabuhan itu. di saat tiba di sana semua seisi gudangnya telah hancur sehingga tidak menyisakan apa pun, api masih membesar karena isi gudang itu adalah bahan ledakan yang menghabiskan seluruh gudang itu


"Ini sangat keterlaluan" ketus Tony dengan kesal


"Kelihatannya dia sudah mulai" ujar Shances yang sudah tahu dalang utamanya


"Ketua, apa rencana kita selanjutnya?" tanya Steven yang berdiri di samping George


"Jalankan saja rencana kita sebelumnya" jawab George dengan bersikap tenang dan kemudian berjalan menuju ke mobilnya


Keesokan harinya


Markas Jericho


"Ini bagus! ini bagus! aku masih mau melihat apa reaksi seorang George Hamilton setelah melihat hartanya meledak di pelabuhan sana" ucap Jericho dengan ketawa kecil


"Ini membuatnya mengalami kerugian yang cukup besar, karena baru semalam semua barangnya di pindahkan ke gudang itu, anggota kita melihatnya dengan mata sendiri" lanjut Wilson dengan senyum


"George Hamilton ingin melawan ku? 180 anggota ku tewas sia-sia, dan aku membalasnya dengan cara membuatnya rugi besar" ujar Jericho sambil meneguk minuman


Wallace dan Celine mendengar kabar ledakkan di pelabuhan merasa tidak percaya, karena ledakkan yang terjadi adalah di gudang George Hamilton. tentu kabar ini membuat mereka merasa penasaran.


"Papa, apakah ada musuh George yang melakukannya?" tanya Celine yang sedang duduk di sofa bersama Wallace


"Dia baru kembali ke kota ini dan sudah terjadi hal yang tidak menyenangkan ini" kata Wallace


"Pa, aku ingat dia mengatakan ada urusan penting maka dia kembali California, apakah karena ada yang mencari masalah dengannya?" ujar Celine yang merasa khawatir


"Celine, kau juga tidak perlu khawatir, George bukan pria yang lemah, dia bisa mengatasinya, ledakkan itu tidak akan bisa membuatnya jatuh, jadi jangan merasa cemas"


"Aku hanya penasaran siapa pelaku semua ini? dan aku ingin melihatnya"


"Apa kau ingin menemuinya?"


"Benar, di saat ini aku ingin di sisinya, apa pun yang terjadi aku ingin selalu menemaninya" jawab Celine yang bangkit dari tempat duduknya


"Pergi sajalah, Papa juga tidak akan melarang mu" ujar Wallace

__ADS_1


"Baik. Pa, aku pergi dulu" pamit Celine yang langsung meninggalkan rumahnya


"Mudah-mudahan saja anak ini mampu meluluhkan hati George jika tidak maka sampai kapan pun anak ini tidak mau menikah" batin George


Markas Black White


"Ketua, untuk membunuh secara senyap siapa yang akan kita utuskan?" tanya Steven yang sedang berdiri di hadapan George yang sedang duduk di kursi ketuanya


"Tony dan Shances yang akan melakukannya, jangan terlalu mencolok cukup hanya 2 orang saja yang melakukannya" jawab George


"Baik Ketua, akan kami lakukan" jawab serentak Tony dan Shances


"Gunakan senjata tajam kalian, buat seperti yang sudah kita katakan sebelumnya" ucap George


"Siap Ketua" jawab Serentak mereka berdua dengan menurut


Tony dan Shances pun meninggalkan markas untuk melanjutkan tugas mereka masing-masing


"George" suara panggilan Celine yang baru masuk ke dalam markas Black White


"Celine, kenapa kau bisa di sini?" tanya George yang melihat ke arahnya


"Aku telah mendengar tentang ledakkan itu, apakah banyak kerugian mu? dan apa sudah tahu siapa pelakunya?" tanya Celine dengan khawatir


"Di dunia mafia bukankah ini sudah biasa, mengenai pelakunya masih dalam penyelidikan" jawab George dengan santai


"George, jika butuh bantuan katakan saja, Papa ku pasti akan membantu mu" ujar Celine


"Tidak perlu, ini adalah urusan Black White tidak baik jika harus melibatkan Paman" jawab George dengan niat menolak


"George, di antara kita tidak perlu begitu segan, aku sudah menganggap mu seperti keluarga ku sama seperti Papa ku juga sudah menganggap mu sebagai keluarga sendiri" jelas Celine mencoba mengambil hati George


"Celine, bagaimana jika kamu pulang dulu, aku masih ada urusan lain yang harus ku kerjakan" pinta George dengan alasan


"Baiklah, jika butuh sesuatu katakan saja, jangan kelelahan juga" ucap Celine dengan suara lembut


"Iya aku tahu, pergilah" jawab George dengan cuek


Sesaat kemudian Celine pun meninggalkan markas mereka. kemunculan wanita itu membuat George merasa terganggu, hanya saja karena kebaikan Celine terhadap George makanya dirinya hanya bisa diam tanpa ingin menyingungnya..


"Ketua, kenapa merahsiakan tentang pelakunya?" tanya Patrick dengan penasaran


"Celine bukan bagian dari kita oleh karena itu ketua tidak ingin dia tahu" jelas Steven

__ADS_1


"Apakah kalian tahu, jika kumpulan Wallace ada hubungannya dengan Jericho" ucap George


"Apa?" tanya serentak Patrick dan Steven


__ADS_2