Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Saling menyindir


__ADS_3

"Tuan, silahkan di minum" ucap Lavender dengan sopan


"Hm." jawab Kaneshiro dengan bersikap sombong


Tidak lama kemudian Summy menghidangkan makanan ke atas meja di depan Kaneshiro


"Silahkan Tuan" ucap Summy dengan ramah


"Siapa nama mu?" tanya Kaneshiro dengan menatap tajam ke arah Lavender


"Lavender" jawabnya dengan cuek


"Apakah kau tahu siapa aku?" tanya Kaneshiro


"Tidak! kelihatannya anda dari kota ini juga" jawab Lavender dengan santai


"Hari ini tujuan ku bukanlah untuk makan, tapi tetap akan ku bayar pesanan ku ini"


"Jika bukan untuk makan lalu kenapa Anda memesan makanan?" tanya Summy dengan penasaran


"Ada sesuatu yang ingin aku beritahu pada mu, aku ingin beri peringatan pada mu mengenai mulai hari ini jangan mendekati putra ku lagi, atau jika tidak maka jangan salahkan aku tidak bersikap sopan" kecam Kaneshiro dengan tatapan aura membunuh


"Siapa anak mu?" tanya Lavender yang tanpa rasa takut


"Tuan muda kami bernama Kurashi" jawab Akira dengan sopan


"Kurashi? dia adalah anak tuan ini?" tanya Summy dengan heran


"Benar kata Anda" jawab Akira


"Tuan, mungkin Anda sudah salah, aku tidak pernah pergi mencarinya, tapi dialah yang datang mencari ku, dan kami juga tidak ada hubungan apa pun, dia datang hanya untuk makan saja dan setelah itu dia pergi" jelas Lavender dengan menahan emosi


"Dia adalah penerus ku untuk di masa depan, dan tentu wanita yang boleh bersamanya harus wanita dari dunia yang sama dengan kami"


"Dunia yang sama? memang Anda dari dunia mana?" tanya Lavender yang mengira mereka dari dunia lain


"Kami adalah mafia dari jepang" jawab Akira


"Itu aku sudah tahu" jawab Lavender

__ADS_1


"Kalau kau tahu itu bagus, tapi jika kau masih dekat dengannya maka aku akan membuat mu kehilangan segalanya" kecam Kaneshiro


"Anda sudah salah, aku sama sekali tidak berminat pada anak mu, dan dia sendiri yang datang bukan aku yang suruh, jadi tidak perlu mengancam ku, karena walau di dunia sudah tidak ada pria aku juga tetap akan memilihnya" jawab Lavender yang tidak sadar dengan ucapannya


"Yang benar adalah tidak akan memilihnya" kata Summy dengan berisik di telinga Lavender


"Oh..maksud ku adalah aku tetap tidak akan memilihnya seandainya pria di dunia ini sudah pupus" kata Lavender dengan tegas


"Hahahaha...bagus..bagus, aku ingin kau pegang kata-kata mu, jangan sampai di suatu saat kau mendekatinya lagi"


"Sudah ku bilang aku tidak mendekatinya, kenapa kamu tidak bisa mengerti bahasa ku, dan jangan karena diri mu mafia jadi bisa seenaknya mengancam ku hidup ku juga selalu bertemu dengan mafia, tapi mafia yang ku kenal semuanya orang baik, tidak asal mengancam orang yang tidak bersalah" ketus Lavender yang mulai kesal


"Ini hanya sebuah peringatan saja" ucap Kaneshiro


"Katakan pada anak mu itu jangan muncul di hadapan ku lagi, aku juga sudah punya tunangan yang lebih tampan dan baik darinya, jadi aku tidak berminat bersama nya apalagi menjadi menantu mu lebih baik aku menjadi perawan tua" ucap Lavender dengan kesal


"Pa" suara panggilan Kurashi yang melangkah masuk ke toko itu


"Tuan muda" sapa Akira yang bangkit dari tempat duduknya


"Hm" jawab Kaneshiro dengan cuek


"Aku hanya ingin mencoba makanan sini, bukankah kau sangat gemar ke sini?"


"Iya, masakan bibi Summy sudah terkenal dan rasanya juga sesuai" jawab Kurashi dengan sopan


"Oleh sebab itu aku tidak ingin melewatinya" ujar Kaneshiro dengan sambil menyantap makanannya


"Duduklah! temani aku makan bersama" ajak Kaneshrio dengan sengaja ingin mengancam Kurashi


"Baik Pa" jawab Kurashi dengan dengan menurut


"Kelihatannya si tua ini datang untuk mencari masalah, tadinya dia mengatakan tidak ingin makan tapi sekarang setelah kura-kura jepang datang dia malah sengaja makan, lihat apa lagi trik yang akan dia gunakan nanti" batin Lavender


"Kurashi, makanan ini memang enak, penampilan sayur ini juga cantik setelah di makan rasanya dangat lezat, tapi kalau di makan terus rasanya akan bosan, dan setelah bosan jangan di makan lagi, harus di buang saja, kau harus tahu makanan apa yang layak di konsumsi" ucap Kaneshiro dengan sindiran


"Ini sebuah sindiran tapi siapa yang di maksud sayur itu?" batin Lavender


"Iya, saya mengerti, Pa" jawab Kurashi dengan menurut

__ADS_1


"Nona, kau jual makanannya yang sangat lezat, dan tentu aku berharap jika bisnis makanan mu semakin lancar, jika saja kau menjaga bisnis dengan baik maka pasti akan aman saja, tapi jika di luar batas maka bisnis mu ini akan segera menghilang" kata Kaneshiro dengan peringatan


"Tuan, tenang saja, selama ini aku menjaga toko ku dengan baik, selagi tidak ada yang mencari masalah dengan ku maka aku tidak akan membalas, mengenai ulat yang Anda katakan tadi bagusnya di kurungkan saja, biar gk ke sini lagi, karena aku tidak mau terlibat dalam hal yang tidak penting" jawab Lavender dengan pura-pura senyum


"Ada lagi sayur ku ini hanya akan di makan oleh orang baik, orang yang berhati iblis setelah makan pasti kena penyakit sebanyak 8 keturunan" kata Lavender dengan senyum sambil menyindir


"Papa sudah mulai memberi peringatan, kelihatanya aku harus menjaga jarak dengan gadis ini agar tidak melibatkannya" batin Kurashi


Mendengar perkataan Lavender membuat Kaneshiro merasa ingin mencabiknya akan tetapi karena dirinya bukan berada di jepang makanya dia hanya bisa menahan diri.


"Andaikan di jepang maka gadis ini pasti sudah di bunuh" batin Akira


"Hahahha...bagus...bagus. nona, aku berharap ini pertemuan kita yang terakhir, aku tidak salah karena singgah ke sini untuk menikmati makanan selezat ini" kata Kaneshiro dengan ketawa kecil


"Terima kasih atas pujiannya, tuan" ucap Lavender dengan santai


Setelah selesai makan Kaneshiro meninggalkan toko Summy dengan di ikuti oleh Kurashi dan Akira


"Lavender, pria tua itu adalah Papanya Kurashi ketua mafia asal jepang?" tanya Summy dengan melihat kepergian mereka bertiga


"Iya, dia menyalahkan ku, padahal aku tidak menghampiri anaknya" jawab Lavender dengan kesal


"Iya sudah, lain kali jika melihat pria itu lagi lari saja jauh-jauh"


"Aku sudah lari kemarin sampai aku nyasar"


"Aku baru ingat, apakah pria yang kamu hajar kemarin itu adalah suruhannya?"


"Yang mana, Bi?"


"Ada yang mengikuti mu kemudian kau menghajarnya dan di bawa oleh kakek mu itu?"


"Tidak tahu, dia bunuh diri saat di dalam penjara markas, dia lebih memilih mati dari pada mengatakan yang sebenarnya"


"Atau mungkin memang suruhan si tua tadi? dan semalam 4 pria itu bisa jadi suruhan dia juga"


"Bibi, apa karena darah ku darah mafia maka kemana pun aku pergi bertemu dengan mafia terus?"


"Kalau mafia yang kau kenal semua baik, tapi yang ini tidak baik, dengar saja ancamannya sudah tahu"

__ADS_1


"Benar, aku berharap kura-kura jepang jangan datang lagi, jika tidak maka aku yang akan mengusirnya" ucap Lavender dengan merasa kesal


__ADS_2