Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Penyamaran


__ADS_3

"Tuan besar, aku akan memikirkan cara untuk anggota kita masuk ke dalam rumah sakit" kata Erick


"Sebaiknya jangan gagal lagi, aku ingin langsung melihat kepalanya terpisah dari tubuhnya" kecam Kaneshiro


"Baik Tuan besar" jawab Erick dengan menurut


Rumah sakit


Lavender di temani oleh George di kamar Lion


"Kakek, operasi berjalan sangat lancar, peluru sudah berhasil di angkat. kakek, jangan tidur terlalu lama, aku masih ingin kakek menceritakan tentang masa muda kakek" kata Lavender dengan memegang telepak tangan Lion


"Kakek pasti akan sadar, kakek hanya tidur sebentar apa lagi kakek sudah berjanji ingin melihat kita menikah, jadi kamu jangan cemas" ujar George yang berdiri di samping Lavender


"Aku ingin kakek hadir, kakek sudah berjanji ingin melihat ku berjalan di karpet mereka, jadi kakek harus melihatnya" ucap Lavender


"Jangan sedih, jangan lupa kakek adalah pria yang kuat, mampu melewati operasi dengan lancar jadi pasti akan sadar dalam waktu dekat" bujuk George dengan mengelus kepala Lavender


"Benar" jawab Lavender yang menatap sedih ke arah kakeknya


"Istirahat dulu ya, dari tadi kau belum tidur, luka mau masih belum sembuh"


"Aku masih ingin di sini"


"Di luar ada Patrick dan Kelvin yang sedang berjaga, jangan khawatir" ujar George dengan mengendong Lavender


"Kenapa mengendong ku? aku masih bisa berjalan"


"Jangan terlalu banyak bergerak, aku tidak mau melihat baju mu di lumurin darah lagi" ucap George dengan melangkah keluar dari kamar Lion


Sementara di luar rumah sakit terdapat 4 pria dan 2 wanita berpenampilan biasa yang ingin melangkah masuk ke rumah sakit, tujuan mereka bukanlah menjumpai dokter melainkan membunuh Lion.


"Berhenti" ucap Shances dan Tony dengan menghalang langkah mereka


Di saat langkah mereka di hentikan para anggota George langsung menghampiri dan mengepung mereka agar tidak berkesempatan untuk melawan, masing-masing dari anggota George memegang senjata yang di selipkan di dalam baju mereka


"Kenapa? kami ingin menemui dokter" kata salah satu pria itu


"Benarkah, kalau begitu aku ingin memastikan sesuatu dulu" kecam Shances dengan mendekatinya sambil menodong senjata ke bagian perut pria itu


Tony dan anggota lainnya langsung mendekatkan senjata mereka ke pria dan wanita penyamaran itu, sehingga membuat mereka sama sekali tidak berkutik, dan setelah itu mereka di bawa ke tempat lain untuk di beri pelajaran, sementara Shances tetap berjaga di luar rumah sakit


Mereka di bawa pergi oleh Tony dan anggotanya ke tempat yang sepi, dengan dalam kondisi di ikat dengan tali melilit seluruh tubuh mereka

__ADS_1


Setelah tiba di suatu tempat mereka di tendang dari mobil hingga terhempas ke jalan aspal itu


Bruk...bruk...bruk...bruk...


"Aaaarrrrhhhh" jeritan serentak mereka semua yang kesakitan


"Siapa kalian? kenapa membawa kami kemari?" teriak salah satu wanita dari mereka


"Jangan berpura-pura lagi, kalian semua adalah utusan Kaneshiro kan? apa kau mengira kami tidak bisa melihatnya?" ketus Tony dengan kesal


"Aku tidak mengerti apa maksud mu" ucap salah satu dari yang tidak mau mengakuinya


"Bagus, jika tidak mengakuinya maka kau lihat saja" ujar Tony


"Geledah tubuh mereka" perintah Tony dengan tegas


Atas perintah Tony semua anggota mengeledah tubuh para utusan Kaneshiro yang sedang terikat


"Jangan mendekat, awas kalian" teriakan mereka yang tubuhnya di geledah oleh anggota George


Di saat mengeledah anggota George mendapatkan senjata yang di slipkan di bagian pinggang mereka. masing-masing dari mereka memiliki satu senjata


"Apa aku salah menebak? lihatkah kalian ingin menjumpai dokter tapi dengan membawa senjata ke rumah sakit, apa kalian mengira bisa membohongi kami dengan menyamar menjadi orang lain?" bentak Tony dengan kesal


"Lepaskan kami, kami sudah melakukan penyamaran yang rapi, tapi mengapa kalian bisa mengetahuinya?" tanya salah satu dari mereka


"Tembak mereka dan buang jasad mereka ke laut" perintah Tony dengan tegas


"Baik" jawab serentak anggotanya


"Jangan" teriakan 6 utusan Kaneshiro yang sedang bergeletak dalam kondisi terikat


Para anggota George masing-masing mengeluarkan senjata mereka dan menodong ke arah 6 utusan Kaneshiro


Dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...dor...


Puluhan tembakan dari anggota George yang berhasil menembus jantung semua utusan Kaneshiro


"Aaaaaarrrrhhh" teriakan serentak mereka yang di tembus puluhan peluru dan sesaat kemudian mereka tewas di tempat


Setelah berhasil membunuh mereka Tony dan sebagian anggota meninggalkan tempat itu, dan sebagian dari mereka memindahkan semua jasad itu dan melemparkan ke laut


Setelah kembali Tony melaporkan semua kejadian kepada ketua mereka, mereka sedang berada di salah ruangan

__ADS_1


"Kaneshiro masih tetap mencari masalah, jika bukan karena khawatir sama kakek aku sangat ingin langsung membunuhnya" kata George dengan merasa kesal


"Ketua, tidak tahu seterusnya apa lagi rencananya?" ucap Tony dengan penasaran


"Aku tidak peduli apa rencananya, yang penting jangan lengah di saat bertugas, sampaikan anggota kita agar lebih berhati-hati pada setiap yang keluar masuk di sini" jawab George


"Baik Ketua" jawab Tony


"Aku hanya berharap kakek cepat sadar, jika tidak Lavender pasti akan merasa sedih terus, aku tidak tega melihatnya begini, dan aku juga tidak bisa merasa tenang jika dalam kondisi seperti ini aku ke jepang" ujar George


"Ketua, bagaimana caranya untuk kita kesana tanpa di ketahui olehnya? jika anggota kita ke sana ini sangat menarik perhatian, dan mereka pasti mengintai gerak-gerik kita juga" ucap Patrick


"Aturkan mereka berangkat ke jepang akan tetapi jangan secara bersamaan mereka berangkat ke sana, misalnya lewat air, darat dan udara juga bisa, sampai di sana mereka juga tidak boleh berkumpul agar tidak menarik perhatian" jawab George


"Berapa anggota yang harus kita kirim?"tanya Shances


"Kaneshiro sudah bergabung dengan Yoshiro, perkiraan jumlah anggota Yoshiro sekitar 250 anggota dan Kaneshiro sendiri 300 anggota" jawab George


"Ini akan menjadi perkelahian antara 3 kumpulan" ujar Patrick


"Bukan 3 tapi 4 kumpulan" sambung Lavender yang baru masuk ke ruangan itu


"Nona" ucap serentak Patrick, Tony dan Shances yang sama-sama memandang ke arah Lavender


"Lavender, kenapa kau tidak tidur?" tanya George dengan menghampiri Lavender yang berdiri di pintu


"Aku tidak bisa memejamkan mata ku" jawab Lavender


"Mari sini duduk dulu" kata George dengan memapah Lavender duduk di sofa


"Untuk kali ini aku ingin mengatakan kumpulan Lion akan utuskan 250 anggota untuk ke jepang, hal ini sudah ku rundingkan dengan paman Kelvin" ucap Lavender yang duduk bersama George


"Aku setuju dengan mu, dan di pihak ku akan ku utuskan 300 anggota kesana, kita akan mulai ansur mengirim mereka pergi, agar tidak di curigai" kata George


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Terima kasih buat para readers setia menemani author dan dukungannya selama ini yaπŸ™ sehingga Author menulis dengan semangat sampai Bab yang sudah sejauh ini.


Untuk kabar karya Mafia Berhati Malaikat akan segera tamat, dan akan di lanjutkan update baru dengan


karya berjudul "Cruel Love Of Gangster"


Yang akan di publish setelah Mafia Berhati Malaikat tamat yaπŸ™πŸ™

__ADS_1


Harap dukungan dari para readers untuk karya terbaru saya agar tetap bersemangat untuk menulis dan semakin baik untuk ke depannya.πŸ™πŸ™


Dan jika ada salah dalam penulisan dan kalimat silakan berkomentar yaπŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2