
"Lalalalala..,ups, kenapa si Gorila itu kemari lagi?" kata Lavender yang menghentikan langkahnya
"Gadis ceroboh, kau ingin kemana?" tanya George yang berjalan ke arah Lavender
"Aku ingin mencari pria" jawab Lavender yang tanpa penjelasan apa pun
"Mencari pria? apa maksud mu?" tanya George dengan rasa cemburu
"Gorila, apa kau ada kenalan pria yang belum menikah? kalau ada aku mau satu"
"Lavendeeerr" teriak George yang sedang di landa api cemburu
"Kenapa kau sama dengan Bibi ku suka sekali berteriak padahal kalian tidak tuli" bentak Lavender dengan kesal
"Apakah kau tahu apa yang kau katakan?"
"Memangnya apa yang salah dengan ucapan ku?"
"Apa aku seorang tidak cukup? sehingga kau ingin mencari pria lain?" bentak George dengan kesal
"Apa maksud mu? aku ingin mencari pria untuk Bibi ku"
"Apa? Bibi mu?"
"Iya, aku ingin bibi ku segera menikah, agar di masa tuanya ada yang menjaganya"
"Tindakan bodoh" ucap George
"Kenapa bodoh?"
"Apa kau yakin Bibi tidak akan membunuh mu jika perkataan mu ini di dengar olehnya? sudahlah jangan main-main lagi, ayo mari kita pergi" kata George dengan memegang tangan Lavender dan berjalan ke arah mobilnya
"Kita mau kemana lagi?" tanya Lavender yang ikuti langkah George
"Restoran mewah
"Aku menjual makanan tapi kau malah membawa ku ke restoran" kata Lavender yang sedang duduk berhadapan dengan George
"Aku ingin makan bersama mu. Lavender, aku ada urusan mendadak dan harus meninggalkan kota ini untuk sementara, jadi di saat aku tidak ada kau jangan berulah" ujar George
"Memang kau mau kemana?"
"Ada urusan di markas yang di California, oleh karena itu aku harus pergi"
"Iya aku tahu" jawab Lavender sambil menyantap makanan
__ADS_1
"Lavender, ingat kata ku, lain kali jika Kurashi mencari mu lagi jangan dekat dengannya" pesan George yang merasa khawatir
"Aku tahu, aku akan menjauh darinya, kau tenang saja" jawab Lavender dengan menurut
"Lavender, aku berharap urusan ku di sana cepat selesai, kali ini aku harus berhadapan dengan musuh ku yang bukan sembarangan, aku berharap kau menunggu ku pulang" batin George
"Bos, George Hamilton bersama Lavender mereka makan bersama di salah satu restoran mewah dan setelah itu mereka ke panti asuhan" kata Jiro yang adalah anggota Kurashi
"Selain itu apa dia ada urusan lainnya?" tanya Kurashi yang sedang duduk bersandar di kursi besarnya
"Tidak ada urusan lain, setiap hari dia ada ke markasnya akan tetapi dia tidak ada tindakan apa pun" jawab Jiro
"Tetap awasi, jika ada keanehan maka segera lapor"
"Siap" jawab Jiro dengan menunduk
Setelah selesai makan George dan Lavender mendatangi ke panti asuhan yang dulunya George di tinggalkan oleh orang tuanya
"Gorila, apa diri mu masih berharap kedatangan orang tua mu?" tanya Lavender yang sedang berdiri di samping George
"Tidak, aku ke sini karena sini adalah tempat tinggal ku dulu, awalnya aku tidak ingin ke sini lagi tapi aku malah merindukan sini" jawab George yang sambil melihat ke arah rumah panti itu
"Kenangan itu apakah sebuah kenangan baik atau buruk?"
"Semuanya ada, baik di saat bermain bersama dengan anak-anak yang lain, dan buruk adalah di saat aku menunggu kedatangan orang tua ku tapi mereka tidak pernah muncul" jawab George dengan penuh kekecewaan
"Benar, mereka semua adalah sahabat ku, sahabat sehidup semati, kami sama-sama mengalahkan musuh, sama-sama terluka dan sama-sama menang"
"Sekarang kau sudah punya segalanya, jadi tidak perlu lagi memikirkan masa lalu, jika berjodoh maka kalian pasti bertemu lagi" kata Lavender
"Tapi aku lebih berharap kami tidak akan bertemu lagi" jawab George dengan menoleh ke arah Lavender yang berdiri di sampingnya
"Paman! Paman! Paman!" teriak anak-anak yang berlari ke arah George
"Anak-anak apa kalian sudah makan?" tanya George yang menghampiri mereka semua
"Sudah Paman" jawab salah satu anak kecil di sana
"Paman, sering-sering datang bermain bersama kami ya" kata salah satu anak-anak lainnya
Seluruh anak-anak di rumah panti itu sejumlah 45 orang..tentu bagi anak-anak yang di sana sudah sangat akrab hubungan mereka dengan George yang sering mengunjungi mereka.
Pasar keramaian
"Bibi, aku pulang" teriak Lavender yang baru masuk ke tokonya
__ADS_1
"Memang kau kemana tadi kenapa sampai malam baru pulang?" tanya Summy
"Tadi aku bertemu dengan Gorila, kami pergi makan dan jalan-jalan" jawab Lavender
"Ternyata begitu, ingat ya selain diri nya jangan ikut pria lain"
"Bibi, kenapa aku harus ikut pria lain?"
"Maksud ku adalah jangan ikut pria jepang itu, jika tidak ini hanya akan menimbulkan kesalahpahaman" jelas Summy
"Oh..iya, Bi."
Kediaman Hamilton
"Patrick, kali ini kita ingin ke California jangan sampai ada yang tahu, aku tidak ingin di saat aku tidak berada di sini ada musuh kita yang mencari kesempatan" kata George
"Baik Ketua, apakah Ketua khawatir jika Kurashi bertindak?"
"Dia tidak bisa sembarangan di kota ini, hanya saja aku penasaran kenapa dia tidak ada tindakan sama sekali"
"Mungkin saja dia tunggu waktu yang tepat" ujar Patrick
"Aku hanya khawatir jika dia mendekati gadis itu lagi"
"Ketua, jangan khawatir, Nona Lavender sangat pintar dia bisa cari cara untuk menjauh dari Kurashi"
"Latar belakang Kurashi juga tidak mudah, dia adalah anak angkat dari Kaneshiro, selama ini aku tidak pernah bertemu dengannya akan tetapi aku mendengar info jika Kaneshiro adalah seorang yang sangat kejam, sebelumnya dia memiliki 3 orang anak angkat, dua yang lainnya telah di bunuh karena melanggar peraturan, dan hanya sisa Kurashi. belakang Kurashi adalah Kaneshiro, dan aku penasaran dia sekejam apa"
"Apa maksudnya jika kita ingin menyerang maka serang dalangnya?"
"Jika bisa aku ingin hapus semuanya, hanya saja mereka belum ada tindakan apa pun"
"Ketua, besok kita akan berangkat, apa perlu mengajak Rocky pergi bersama?"
"Rocky tinggal saja di markas, kali ini kita tidak tahu pergi berapa lama, jadi Rocky bisa menjaga markas di sini"
"Iya Ketua"
"Yang ku khawatir adalah gadis ceroboh itu"
"Kenapa dengan Nona?"
"Kurashi mendekatinya ini yang ku khawatirkan"
"Apakah Ketua Lion sudah mengetahuinya?"
__ADS_1
"Sudah! aku sudah memberitahunya agar Kakek bisa mengutuskan anggota untuk perhatikan gerak-gerik Kurashi, tapi walau pun begitu ini tidak membuat ku tenang"
"Jika ada bantuan dari kumpulan Lion maka Nona pasti aman-aman saja" kata Patrick dengan yakin