
Keesokan harinya
"Bibi, cepat ke rumah sakit"Ajak Lavender yang sambil menarik tangan Bibinya
"Bibi tidak ada apa-apa. tidak perlu" Jawab Bibinya yang sedang duduk di kursi
"Aku sudah berjanji pada dokter hari ini bawa Bibi ke sana, dan sekalian turunkan darah, Bibi"
"Lavender, asal kau jangan membuat ku marah maka darah ku tidak akan tinggi"
"Bibi Mummy, aku sudah baik mana ada buat Bibi marah" Jawab Lavender yang menarik tangan Bibinya
"Sudah jangan menarik tangan ku, aku tidak mau ke sana"
"Kalu Bibi tidak pergi nanti bisa cepat pergi"
"Pergi kemana?"
"Ke dunia lain" Jawab Lavender dengan polos
"Lavender, bagus kau jangan bicara lagi, setiap perkataan yang keluar dari mulut mu memang tidak ada yang betul
"Bibi, aku melakukannya demi. Bibi, tapi kenapa tidak mau mendengarkan ku?"
"Sudahlah, pergilah antar pesanan pelanggan kita sana" Suruh Bibinya sambil menunjukkan bingkisan makanan tersebut
"Iya, aku pergi" Jawab Lavender dengan menurut
"Ingat, jangan buat ulah lagi di luar" Pesan Bibinya dengan tegas
"Iya aku tahu, Bi." jawab Lavender sambil berjalan keluar dari tokonya
"Huff..mudah-mudahan dia tidak nyasar lagi. Robert, putri mu ini tidak tahu salahnya di mana? sangat pelupa dan sering nyasar dan juga sangat pemberani, semakin berani membuat ku semakin pusing" Gumam Summy yang khawatir
"Alamatnya di tepi pantai, aku tahu lokasi sana" Kata Lavender yang sambil membaca kertas yang berisi alamat tersebut
Di siang hari itu Lion di temani oleh Grivanlo dan Floris ke tepi pantai untuk menabur bunga ke lautan itu, di hari itu adalah hari kepergian putri semata wayang dan menantu laki-lakinya Lion. saat 20 tahun yang lalu
Bunga Lavender yang di taburkan oleh mereka adalah bunga kesukaan Merliza, putrinya Lion.
Di saat ledakan terjadi tubuh mereka hancur hingga tidak tersisa, dan di saat itu Lion hanya bisa mengunakan cara ini untuk memperingati kematian putrinya serta menantu dan cucu satu-satunya
"Merliza, Roberto dan Cucu ku, ini sudah 20 tahun berlalu. kalian pergi begitu saja. selama ini aku menyelidiki kasus ledakkan itu, sampai sekarang belum ku temukan pelakunya, dia bebas selama 20 tahun. dan kalian pergi dengan sia-sia. aku tidak berguna karena tidak bisa menangkap pelakunya, aku sudah tua jika aku mati aku harus mewarisi kedudukan ku pada orang yang bisa ku percaya. aku tidak percaya pada semua yang ada di sisiku sekarang." Batin Lion sambil melihat ke arah laut
"Kakek, jangan sedih. jika Bibi melihat Kakek sedih maka Bibi pasti akan sedih juga" Bujuk Floris
"Kakek , ini semua salah ku. sampai sekarang masih belum menemukan pelakunya, harap Kakek menghukum aku" Lanjut Girvanlo
"Aku tidak bisa menyalahkan mu, karena pelakunya pasti sudah lari jauh-jauh, aku hanya berharap sebelum aku mati aku ingin melihatnya mati di hadapan ku" Jawab Lion dengan menghela nafas panjang
"Mari kita pulang" Ajak Lion
"Baik" Jawab serentak Girvanlo dan Floris
Di saat mereka ingin meninggalkan pantai .tiba-tiba saja muncul beberapa pria asing di hadapan mereka
__ADS_1
Di siang itu Lion di temani oleh Grivanlo dan Floris serta Bieber dan Kelvin
Pria asing itu mengarahkan senjata ke arah Lion, begitu juga di lakukan oleh Girvanlo, Kelvin dan Bieber
Di sisi lain Lavender yang telah selesai mengantar pesanan ke pelanggannya dan di saat dia ingin pulang tiba-tiba saja dia mendengarkan bunyi tembakkan yang tidak jauh dari sana
Dor....dor...dor...dor...dor
Bunyi tembakan beruntun yang terdengar dari jarak dekat
"Kenapa ada bunyi tembakan? di mana ya?" Ucap Lavender yang mencari bunyi tembakan tersebut
Dor...dor....dor...dor...dor...
Bunyi tembakan dari pihak pria asing itu mengarahkan ke Lion
Bierber dan Kelvin sebagai pengawal maju sambil melepaskan tembakan ke lawannya
Dor...dor...dor...dor..dor..
Tembakan beruntun dari pihak Bieber dan Kelvin serta Girvanlo
"Aaarrgghhtt " Teriakan Floris yang ketakutan dan melarikan diri dan meninggalkan Lion yang sedang baku tembak dengan lawannya
Dor...dor...dor...dor...dor...dor...
Tembakan dari Lion dengan mengunakan dua senjata
"Aargghhtt" Teriakan serentak pihak lawan
Dor...dor...dor...dor...
Dor...dor...dor..dor..dor..
Tembakan serentak Girvanlo dan Kelvin sambil maju ke depan
Demi menyelamatkan keselamatan Lion maka Bieber mendorong kursi roda Lion berlari ke arah lain
Kelvin dan Girvanlo berhadapan dengan beberapa lawan yang berjumlah belasan
Dor...dor...dor..dor..dor
Tembakan beruntun dari pihak lawan mengenai tangan dan kaki Girvanlo dan Kelvin
Sebagian dari lawan mengejar Lion sambil melepaskan tembakan
"Berhenti, kita tidak perlu lari, aku Lion tidak akan mengalah" Tegas Lion sambil menembak ke arah lawan yang mengejarnya
Dor...dor...dor...dor...dor..
Tembakan serentak dari Lion dan Bieber
"Aarrgghhtt" Teriakan para lawannya yang terkena peluru
Dor...dor...dor...dor..dor...dor
__ADS_1
Tembakkan beruntun mengarah ke Lion dan Bieber
"Aaarrgghhtt" Jeritan Bieber yang terkena tembakan di bagian kaki nya
Bieber bertahan untuk menembak ke arah lawannya
Dor...dor...dor...dor..dor..dor
Tembakan mengarah ke lawannya
"Aarggtthhh" Teriakan Lawannya yang terkena tembakannya
Dor...dor...dor..dor..dor..
Tembakan dari Lion dengan mengunakan ke dua tangannya mengena ke lawannya
"Aarrgghtt" Teriakan lawannya terkenal peluru dari dari Lion
Di saat lawannya tewas semua Tiba-tiba saja Lion di ancam dari belakang
"Kakek Lion, hari ini adalah kematian anda" Kata pria yang sedang menodong senjata ke kepala Lion
"Ketua besar" Panggil Bieber dan Kelvin yang sama menahan sakit luka di kaki mereka
"Kakek" Panggil Girvanlo yang cemas sambil memegang tanganya yang terluka
"Walau kalian di sini tapi orang tua ini ada di tangan ku" Ancam Pria itu sambil menodong senjata nya ke kepala Lion
"Bunuh saja aku, tidak perlu basa-basi" Tegas Lion yang tanpa rasa takut
"Lepaskan senjata kalian, jika tidak maka peluru ku akan menembus ke kepala orang tua ini" Kecam Pria itu
"Tembak saja dia, lakukan" Perintah Lion pada Bierber, Girvanlo dan Kelvin
"Kakek"
"Ketua besar"
"Lakukaaann, tembak dia" Tegas Lion
"Hiaaakkkk.., dasar tidak berguna" Teriakan Lavender yang menarik rambut pria itu dari belakangnya sambil mengigit telinga pria itu yang sedang mengancam Lion
"Aarggghhtttt" Teriakan Pria itu yang kena tarik rambutnya dan di gigit telinganya oleh Lavender. sehingga senjata yang di pegangnya jatuh ke pasir
"Lepaskan jangan gigit aku" Teriakan Pria itu yang menahan kesakitan sehingga tubuhnya jatuh ke pasir itu akibat rambutnya di tarik kuat dari Lavender
"Ingin lepas jangan berharap" Bentak Lavender
"Rasakan pukulan Lavendeeeerr" Teriakan Lavender yang memukul mata pria itu tanpa berhenti dengan duduk di atas tubuh pria itu
Bruk...bruk...bruk...
"Aarggghhtt.."teriakan pria itu yang menerima pukulan dari Lavender yang mengenai mata matanya tanpa berhenti
Aksi Lavender di saksi kan oleh Lion, Girvanlo dan Kelvin beserta Bieber
__ADS_1
Mata mereka berfokus pada aksi Lavender yang sedang menghajar pria itu tanpa berhenti..