Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Wanita Wolf


__ADS_3

"Sesulit apa pun aku harus bisa mengambil nyawanya, karena jika tidak maka dia akan berleluasa lagi" jawab George


"George, kakek mengerti perasaan mu, hanya saja kakek ingin mengatakan satu hal pada mu, mungkin kau bisa menghancurkan kumpulannya, kau bisa menembak tangan dan kakinya, dan kau bisa juga membuatnya cacat, akan tetapi jika kau mengambil nyawanya ini kau harus berpikir ulang lagi, dia sangat berdosa karena sudah membunuh ibu mu dan meninggalkan mu, kakek hanya tidak berharap kau melakukan hal yang sama dengannya, kau boleh saja membuat dia kehilangan segalanya akan tetapi tidak dengan nyawanya, cukup cacatkan saja dia, mengenai hidup dan matinya serahkan pada yang di atas" jelas Lion


"Terima kasih atas masukannya, Kek" ucap George


Kediaman Hamilton


Di malam itu George kembali memikirkan ulang semua ucapan Lion terhadap dirinya, walau selama ini George sangat membenci Kaneshiro akan tetapi sulit untuk dirinya membunuh dengan tangan sendiri


"Jika aku membunuhnya dengan tangan ku sendiri, apa kata dunia? seorang George Hamilton membunuh ayah kandungnya, ada benarnya kata kakek sejahat apa pun dia di dalam tubuh ku tetap mengalir darahnya, dan jika aku mengunakan tangan sendiri membunuhnya maka sama saja aku membunuh diri ku sendiri, walau begitu aku tetap harus mengakhirinya" batin George


Kediaman Lion


"Lavender, gunakan senjata ini" kata Lion dengan menyerahkan dua senjata miliknya


"Kakek, ini adalah kepunyaan kakek, yang selama ini kakek membawanya kemana pun kakek pergi" ujar Lavender


"Lavender, kau adalah cucu Lion, oleh sebab itu kau layak mengunakannya, kakek yakin kau bisa, gunakanlah senjata untuk ini mengalahkan musuh-musuh yang ada di hadapan mu, ingat jangan pernah memberi kesempatan kepada musuh mu" kata Lion


"Kakek, aku akan membunuh semua musuh ku, tidak akan ku lepaskan mereka semua" jawab Lavender dengan tegas


"Kakek percaya pada mu, kau pasti bisa, karena diri mu adalah keturunan mafia sama dengan kakek, papa dan mama mu" ucap Lion dengan yakin


"Terima kasih Kek" ucap Lavender dengan bersemangat


"Ketua besar, nona pasti bisa. walau tanpa belajar ilmu bela diri nona sudah bisa mengalahkan lawannya" ujar Bieber dengan merasa kagum


"Benar apa kata Bieber, nona semakin mirip dengan Robert sangat tangguh dan sangat berani seperti ketua" ujar Kelvin


"Kakek sudah dengarkan kata paman Bieber dan paman Kelvin? berarti aku sangat cocok jadi wanita mafia" kata Lavender dengan senang hati


"Iya kau adalah wanita mafia Wolf" ucap Lion dengan senyum


"Kenapa aku sepertinya pernah mendengar nama Wolf ya?" ujar Lavender dengan binggung


"Wolf adalah kumpulan mafia yang di ketuai oleh Jack Anderson, nama ini sudah di kenal di dunia, dan kemudian di ganti menjadi Dragon" jelas Lion


"Kelihatannya mereka hebat, apakah dia tampan dan apakah dia sudah menikah?" tanya Lavender dengan penasaran

__ADS_1


"Nona, Dragon adalah kumpulan terbesar di dunia, dan posisi ke dua adalah Black White dan Lion, ketua Dragon mendapat gelar sebagai pria paling setia karena cintanya yang dalam pada istrinya, dan selain itu dia juga di kenal sebagai pria berdarah dingin" jelas Kelvin


"Apakah kalian sudah pernah bertemu dengan mereka?"tanya Lavender dengan penasaran


"Hanya sekali, nama mereka sangat di kenal di dunia mafia" jawab Bieber


"Jack Anderson apakah dia masih muda?" tanya Lavender dengan penasaran


"Dia jauh lebih tua dari mu, di saat dia masuk ke dunia mafia kau masih belum di lahirkan" jawab Lion


"Lalu mereka ada di mana?" tanya Lavender


"Mereka ada di mana-mana, karena kumpulan mereka sangat luas, akan tetapi untuk Jack Anderson tinggal di swedia bersama istri tercinta dan putra putrinya" jawab Bieber


"Aku mau seperti dia, kalau begitu aku ingin menjadi wanita Wolf" ucap Lavender dengan semangat


"Hahahahaha...kau pasti bisa, apalagi kau memiliki keahlian meledakan rumah orang" kata Lion dengan seraya bercanda


Beberapa hari kemudian di Jepang


Lavender dan George telah berangkat ke jepang


Pihak lawannya telah tewas hingga tak tersisa, sementara anggota Kaneshiro masih tersisa 60 anggota yang masih hidup, dalam pembantaian tersebut hanya 20 anggotanya yang tewas, sementara pihak lawannya tewas sebanyak 50 anggota


Setelah berhasil mengalahkan lawannya anggota Kaneshiro ingin meninggalkan tempat pembantaian itu, dan di saat mereka ingin melangkah pergi tiba-tiba saja~βœ“


Dor.....dor.....dor.....dor....dor....dor....dor...


Tembakan di lepaskan dari Lavender dan George beserta anggota mereka yang muncul di tempat itu


"Aaaaarrhhhhh" teriakan serentak anggota Kaneshiro karena di tembus peluru dari pihak Lavender


"Dasar pengecut, beraninya bermain dengan jumlah yang banyak" bentak Lavender sambil melepaskan tembakan dengan mengunakan 2 pistol yang di berikan oleh kakeknya


Dor....dor....dor....dor...dor...dor...dor...dor..


Suara tembakan yang di lepaskan oleh Lavender


"Aaaarggghhhh" teriakan sesaat anggota Kaneshiro dan kemudian tewas di tempat

__ADS_1


Dor....dor....dor...dor...dor..dor ..


Tembakan di lepaskan oleh George yang menembus jantung lawannya


"Aaaarggghhh" teriakan lawannya dan sesaat kemudian langsung tergeletak tidak bernyawa


Serangan tiba-tiba di lakukan olah George dan Lavender membuat pihak lawan tidak berkutik sama sekali, satu persatu tumbang dan kehilangan nyawa mereka


"Kaneshiro brengs*k, beraninya menembak kakek ku, maka aku akan mencabut nyawa anak buah mu malam ini" bentak Lavender sambil menembak ke arah lawannya


Dor....dor....dor...dor ...dor..


Tembakan beruntun di lakukan oleh Lavender berhasil menembus jantung para lawannya


Dor.....dor.... dor.. dor....dor...dor...dor..


Bunyi tembakan dari anggota George mengenai semua anggota Kaneshiro


Tidak lama kemudian semua anggota Kaneshiro tewas di tempat


Di saat itu Lavender dan George dengan memperhatikan semua korban yang tergeletak di depan mereka


"Mereka tewas semua, mereka ada 60 orang cukup untuk membuat si brengs*k itu marah besar" kata George


"Aaahhhh" jeritan salah satu anggota Kaneshiro yang masih hidup dan terluka di bagian kaki dan tangannya


"Mau mati atau mau hidup?" tanya Lavender yang berjalan menghampirinya dengan mengarahkan senjatanya


"Hidup" jawab anggota Kaneshiro dengan menahan sakit


"Sayang sekali kau harus mati" ketus Lavender dengan melepaskan tembakan


Dor...dor....dor...


Tiga tembakan menembus kepala pria itu


"Jangan berharap bisa hidup jika bertemu dengan kami" kata Lavender dengan serius


"Mari kita pulang" ajak George dengan memegang lengan Lavender dan melangkah pergi

__ADS_1


Di malam itu penampilan Lavender dengan rambut hitam terurai panjang dan berpakaian rapi di lapisi jaket kulit berwarna hitam, serta mengenakan jeans panjang dan sarung tangan serta sepatu boot, untuk pertama kali bagi Lavender berpenampilan dewasa dan sebagai wanita mafia yang anggun


__ADS_2