Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Celine cemburu


__ADS_3

"Celine, kau adalah wanita tidak bagus jika tinggal di rumah ku" ujar George dengan melepaskan pegangan dari Celine dan sambil melihat ke arah Lavender


"Tidak apa-apa, bukankah dulu kau juga tinggal di rumah ku jadi kita sudah seperti keluarga" kata Celine dengan sengaja


"Dasar Gorila Hamil rupanya kau telah punya pacar tapi masih ingin mendekati dengan ku" batin Lavender dengan serasa ingin mencabik pria itu


"Aku akan menyuruh Patrick mencarikan hotel untuk mu, di hotel sangat aman" ucap George dengan menolak


"Gorila, bagus kau bawa saja Nona Lilin ini pergi cari tempat tinggal dulu, aku ingin mulai kerja ku dulu, jika tidak nanti aku akan di kejar lagi sama sendok panjang" ujar Lavender yang berjalan meninggalkan George


"Nama ku Celine bukan Lilin" kata Celine dengan menahan emosi


"Lavender" panggil George yang ingin ikuti langkah gadis itu


"George, aku sudah lelah bawa aku ke tempat mu, aku ingin istirahat" ajak Celine dengan sengaja menarik tangan George


"Celine, aku akan menyuruh Patrick aturkan hotel untuk mu" ucap George


George menghubungi Patrick yang sedang menunggunya di dalam mobil yang sedang parkir di tepi jalan besar itu


"Hallo Ketua"


"Patrick, pesan kamar hotel untuk Celine, datang dan jemput dia ada di dalam pasar" perintah George


"Baik Ketua"


"Tunggu saja di sini sebentar lagi Patrick akan datang membawa mu ke hotel"


"George, aku hanya ingin tahu gadis tadi itu apakah pacar mu?"


"Benar, dia adalah calon istri yang akan ku nikahi"


"Bukankah kau tidak pernh berpikir untuk menikah kenapa kau malah ingin menikahinya?" tanya Celine dengan merasa kecewa


"Karena dia berhasil menarik perhatian ku" jawab George dengan senyum


"Dengan cara apa dia bisa menarik perhatian mu?"


"Kecerobohannya, keberaniannya dan dia satu-satunya yang bisa membuat ku marah dan tersenyum" jawab George dengan merindukan tingkah gadis itu di saat mereka baru bertemu

__ADS_1


"Aku tidak menyangka jika dengan sifatnya itu bisa menarik perhatian mu, apakah kau tidak pernah tersentuh oleh ku?"


"Aku hanya menganggap mu sebagai teman saja"


"Dengan sepenuh hati aku menunggu mu selama ini, tapi mengapa kau malah tidak pernah tertarik pada ku?" tanya Celine dengan sedih


"Jika aku memilih mu itu pun hanya rasa terima kasih akan tetapi hubungan ini tidak akan bahagia, aku akan menyesal dan kau akan menderita" jelas George dengan tegas


"Apa kau masih bisa memberi aku satu kesempatan? kita bisa mencobanya tidak apa-apa jika diri mu menyukainya dan kita tetap akan mencobanya, soal perasaan bisa berubah kapan pun, bukankah begitu?"


"Celine, untuk apa diri mu memaksakan semua ini? ini hanya membuang waktu mu dan pada akhirnya tidak akan ada hasil apa pun"


"Tapi aku..?"


"Ketua" suara panggilan Patrick yang datang karena perintah George


"Bawa Celine istirahat di hotel dulu" perintah George


"Baik Ketua" jawab Patrick dengan menurut


"Nona, silahkan ikut aku" ucap Patrick dengan sopan


Setelah Celine meninggalkan pasar itu George menuju ke toko Summy untuk mencari Lavender


Prang....prang....prang....prang...


Pukulan Summy kepada Lavender atas kejadian pagi tadi


"Bibi, hentikan. jika tidak maka aku akan berteriak lagi biar mereka mengangkat tubuh mu dan melempar ke atas langit" teriak Lavender yang sambil berlari keliling meja


"Dasar anak durhaka, kau membazirkan 30 ekor ikan ku, dan beraninya kau bekerjasama dengan mereka untuk mengerjain ku" bentak Summy dengan kesal dan sambil mengejar keponakannya itu


"Bibi, jangan salahkan aku, aku hanya ingin mencari perlindungan saja" jawab Lavender yang tidak mau kalah


"Bibi" suara panggilan George yang baru melangkah masuk ke tokonya


"George" ucap Summy yang menghentikan langkahnya


"Gorila Hamil, kenapa kau masih di sini? mana nona Lilin?" tanya Lavender

__ADS_1


"Dia sudah pergi" jawab George yang duduk di kursi


"Kapan diri mu pulang? apa sudah selesai urusan mu di sana?" tanya Summy dengan senyum


"Sudah selesai, Bi. aku tidak akan ke sana lagi" jawab George dengan sopan


"Woi..anak ceroboh cepat hidangkan makanan untuk George" suruh Summy melihat ke arah Lavender


"Iya, Bi"


"Tuan Gorila, ingin makan apa? Bibi ku hari ada masak daging saos, ikan saos, daging kecap, ayam sambal dan menu terbarunya adalah ikan cuka" tanya Lavender dengan panjang lebar


"Lavendeeeerrr, berani kau bilang ikan cuka adalah menu terbaruuuu? ini semua salah mu" bentak Summy yang lupa sesaat dengan keberadaan George di sana sambil menarik telinga keponakannya dan sambil berjalan masuk ke dalam dapur


"Aarrrggttt.. sakiitt, jangan menarik telinga ku terus nanti aku jadi tuli" teriak Lavender dengan ikuti langkah Bibinya ke dapur


"Kau memang sudah tuli setiap ucapan ku kau tidak mendengarnya dengan baik, suruh kau menjaga api dapur ku hampir kau ledakkan, suruh kau menjaga lauk kalau bukan hangus maka jadi asam, suruh kau jaga toko kau malah mengejar orang sehingga nyasar ke tempat lain, atau kalau tidak maka barang toko ku kau jadikan senjata mu sampai hancur semua, suruh kau antar makanan kau malah menyasar ke kebun binatang, suruh kau potong ayam malah ayamnya kau hancurkan sehingga tidak berbentuk, kalau begitu terus maka lama-lama aku akan mati di buat mu" celoteh Summy yang panjang lebar dengan emosi tinggi


"Jangan lupa beritahu aku, Bi"


"Beritahu apa?"


"Beritahu jika Bibi mau pergi"


"Pergi kemana?"


"Dunia lain" jawab Lavender dengan terus terang


"Dasar anak durhakaaaa" bentak Summy dengan kesal sehingga menembus ke ruangan depan


Pertengkaran Bibi dan keponakan terdengar oleh George, George yang melihat Summy dan Lavender hanya bisa tersenyum lucu dan sudah biasa dengan keributan yang mereka timbulkan selama ini.


Di sisi lain Patrick telah mengantar Celine ke sebuah hotel yang mewah


"Karena aku sudah datang maka aku akan mencari cara agar gadis itu menjauh dari George, dia hanyalah gadis pasar sementara aku adalah putri satu-satunya ketua mafia Wallace, aku akan mengunakan identitas ku untuk mengancamnya agar dia ketakutan dan menjauh dari pangeran ku" gumam Celine dengan penuh keyakinan


"Lavender hanya gadis pasar yang kasar tidak sesuai dengan level George dan kalah jauh dari ku, dan besok aku ingin melihat apa reaksinya jika aku memberitahunya tentang identitas ku, dan melempar seikat uang agar dia menjauh dari calon suami ku, aku tidak yakin jika dia tidak tergoda dengan uang, gadis miskin seperti dia pasti belum pernah melihat sejumlah uang" batin Celine dengan senyum sinis


Bab selanjutnya

__ADS_1


Pertengkaran hebat antara Lavender dan Celine


__ADS_2