Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Rencana di gagalkan


__ADS_3

Dor....dor....dor....dor....dor....dor...


Tambakan Bruce dan teman lainnya yang mengarahkan ke anggota Kaneshiro


Di sisi lain Bruce sedang bertarung dengan anggota Kaneshiro di tempat yang berbeda, Kaneshiro menyerang dua kumpulan untuk satu malam, Lavender dan George menyerang salah satu rombongan anggota Kaneshiro, sementara Bruce bersama Shances dan Tony di temani oleh 50 anggota lainnya menyerang kumpulan Kaneshiro yang sedang melawan mafia lainnya


"Ha..ha...ha...kalian akan ku ambil nyawa kalian malam ini juga" bentak Bruce dengan sambil melepaskan tembakan ke arah semua anggota Kaneshiro yang sedang terjadi baku tembak dengan lawan mereka


Dor....dor....dor....dor....dor....dor


Tembakan dari Bruce mengenai semua anggota mafia yang sedang terjadi baku di depan sana


"Aaaarrhhhh" teriakan serentak mereka yang terkena tembakan


Dor....dor....dor....dor....dor....dor....


Tembakan serentak dari Shances dan anggota lainnya yang mengenai anggota Kaneshiro


"Aaaarrrhhhhh" jeritan serentak anggota Kaneshiro yang di tembus oleh peluru dari Shances dan lainnya


"Bruce, apa kau tidak salah, sasaran kita hanya anggota Kaneshiro kenapa kau malah menembak anggota mafia lainnya?" tanya Tony dengan sambil melepaskan tembakan


Dor....dor.....dor.....dor....dor....


"Mereka sudah tercampuk aduk di sana jadi mana bisa aku bedakan yang mana anggotanya yang mana bukan, makanya bagus aku bunuh saja semuanya" jawab Bruce dengan santainya sambil melepaskan tembakan ke arah para anggota Kaneshiro dan mafia lainnya


Dor....dor....dor....dor...dor...dor...


"Bukankah kalau begini sama saja kita mencari musuh baru" ujar Shances yang sama-sama melepaskan tembakan


Dor....dor.....dor....dor....dor....dor...


"Mereka tidak bisa salahkan kita, karena kita tidak bisa mengenal yang mana musuh dan yang mana bukan" jawab Bruce

__ADS_1


Di malam itu ke dua kumpulan antara Kaneshiro dan mafia lainnya di serang secara tiba-tiba oleh kumpulan Bruce, hanya dalam beberapa menit ke dua kumpulan itu tergeletak tidak bernyawa akibat serangan mendadak dari kumpulan Bruce


"Apa mereka sudah mati semua?' tanya Bruce yang berjalan mendekati semua korban yang sudah tidak bernyawa


"Aku hanya berharap kita tidak menambah musuh saja, karena Bruce telah membunuh anggota mafia lain" ujar Tony


"Tenang saja, mereka sudah tewas jadi tidak ada saksi yang melihat aku membunuh mereka" jawab Bruce dengan yakin


"Tugas kita sudah selesai mari kita tinggalkan sini" ujar Shances yang berjalan meninggalkan tempat itu dengan di ikuti oleh semua anggotanya


Di sisi lain Kaneshiro telah mendapat kabar jika kumpulan yang dia kerahkan telah tewas tak tersisa, sehingga membuat dirinya marah besar


"Tidak berguna semuanya, kenapa bisa tewas semuanya anggota kita dalam satu malam? apa mereka mendapat bantuan dari kumpulan lain?" teriak Kaneshiro dengan merasa kesal


"Tuan besar, ini aneh juga tidak ada yang tahu mengapa bisa begini, setahu ku mereka tidak ada bantuan dari siapa pu, dan semua anggota mereka juga tewas begitu saja" jelas Erick yang gemetaran


"Cepat selidiki siapa pelakunya yang begitu berani berleluasa di jepang" perintah Kaneshiro dengan emosi


"Apakah ada kumpulan lain yang ingin melawan ku secara diam-diam?" gumam Kaneshiro


"Tidak bisa, aku harus menguasai jepang, tidak ada yang bisa melawan ku" gumam Kaneshiro dengan mengepal kedua


telapak tangannya


George dan Lavender tinggal di rumah mewah di jepang dan berkumpul dengan Shances, Tony, Rocky, Bruce, Bieber dan Kelvin


"Aku yakin di malam ini Kaneshiro pasti akan marah besar, tiba-tiba anggotanya di bunuh oleh orang yang tidak di kenali" ujar Rocky dengen tertawa


"Ini baru permulaan, mari kita minum dulu" ucap George dengan menikmati wine yang sedang duduk dengan Lavender


"Mulai hari ini giliran kita yang akan menyerangnya, di setiap anggotanya ingin merebut kumpulan lain maka di saat itu kita akan mengagalkan rencananya" ucap Lavender dengan sambil meneguk minuman di gelasnya


"Aku sangat tidak sabar untuk membunuh mereka dan ingin melihat kepala Kaneshiro hancur dan isi kepalanya keluar" kata Bruce dengan bersemangat

__ADS_1


"Hahahahaha...mari kita habiskan minuman kita" ujar Kelvin sambil menuangkan minuman ke gelas bening yang di tangannya


Setelah selesai minum mereka kembali ke tempat tinggal masing-masing, kedatangan mereka ke jepang sangat di rahasiakan, para anggota Black White dan Lion tinggal di tempat yang berbeda agar tidak menarik perhatian lawan mereka


Di malam itu Lavender yang telah kebanyakan minum merasa sedikit mabuk dan tepar di atas kasur empuknya, George yang tidak mabuk menghampiri Lavender dan mengecup dahinya


"Gadis nakal, kau sangat kuat minum, semenjak kapan diri mu bisa minum?" tanya George dengan senyum


"Aku baru belajar minum malam ini, dan kepala ku pusing sekali" jawab Lavender yang sedang memejamkan matanya


"Apa kau tahu seorang wanita cantik yang mabuk dan berada di dalam kamar dengan seorang pria itu sangat bahaya" ucap George


"Lakukan saja jika kau mau, lagi pula aku tidak bisa merasakan apa pun karena sudah mengantuk sekali" jawab Lavender dengan tanpa sadar


"Dasar gadis aneh, jika saja kau dalam kondisi sadar maka malam ini aku pasti akan melahap mu, aku bukan tipe yang akan ambil kesempatan pada wanita yang sedang mabuk" kata George dengan mencium wajah Lavender


Lavender yang mabuk menarik George sehingga menimpa tubuhnya, dirinya yang dalam kondisi setengah sadar mencium bibir George dengan melingkar kedua tangannya di leher George dan menahannya selama beberapa menit, tubuh mereka saling menempel sehingga membuat George merasakan bagian dada Lavender yang menonjol itu


"Hentikan gadis nakal, jangan memancing ku' kata George yang ingin bangkit akan tetapi di tahan oleh Lavender


"Jangan main-main, ini hanya membahayakan mu" ujar George yang di peluk kuat oleh Lavender


"Aku bukan anak kecil, aku sudah dewasa aku adalah wanita wolf" ucap Lavender dengan kondisi setengah sadar


"Iya aku tahu kau sudah dewasa, dan kau sudah mabuk, aku tidak mau mengambil kesempatan pada mu yang sedang mabuk" ucap George dengan berusaha melepaskan tangan Lavender


"Sudah jangan nakal lagi, sudah malam istirahat dulu" ucap George dengan mengecup dahi Lavender dan menutupi dengan selimutnya


Tidak lama kemudian Lavender pun ketiduran, sementara George hanya tersenyum dan mencium bibirnya Lavender


"Begitu beraninya diri mu mengoda ku malam ini, besok aku akan menghabisi mu, sehingga kau memohon pada ku" kata George dengan senyum


George berjalan menuju ke kamar mandi dan membersihkan dirinya dengan air shower yang hangat, setelah beberapa menit kemudian George pun tidur di kasur bersama Lavender sambil memeluk gadis itu yang sudah terlelap

__ADS_1


__ADS_2