Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Kekejaman Kurashi


__ADS_3

Kurashi yang berdiri dekat di jendela dengan berniat ingin melompat dari kamarnya, perasaan sedih dan sakit di rasakan olehnya membuatnya memilih jalan menuju kematian


Di saat menaikan kakinya di jendela tiba-tiba saja~βœ“


Klek


"Kakak, apa yang kau lakukan di sana?" teriak Mimi yang ketakutan melihat calon suaminya itu ingin memanjat jendela


"Kenapa kau datang ke sini?" tanya Kurashi dengan tanpa menoleh ke arah Mimi yang berdiri di belakangnya


"Jangan melakukannya, Kak. aku datang untuk menjemput mu pulang" jawab Mimi dengan berusaha ingin menghentikan niat Kurashi


"Untuk apa kau datang menjemput ku? apa kau merasa simpati pada ku yang sudah cacat ini..ha? pergi dari hadapan ku sekarang juga" bentak Kurashi dengan menoleh ke arah Mimi


"Aku tidak merasa simpati pada mu, tapi aku mencintai mu" jawab Mimi dengan mengeluarkan air mata


"Pergi dari sini, aku tidak butuh cinta mu" ketus Kurashi dengan emosi


"Kita akan menikah dan mulai hidup baru, aku tahu dia melukai mu aku sudah tahu semuanya, dan aku tahu kau juga hanya sekedar bermain-main dengannya aku tidak menyalahkan mu"


"Apa yang telah kau ketahui?"


"Kata Akira wanita itu ingin mengoda mu dan dalam sesaat diri mu tergoda olehnya dan di saat kau ingin melakukannya dia malah melukai mu, aku tidak menyalahkan mu, jika kau luka biar aku yang mengobati mu"


"Ingin mengobati ku? dengan cara apa..ha? kau sudah tahu jika aku tidak bisa lagi, untuk apa kau mendekati ku lagi, apa kau masih ingin bersama pria cacat seperti ku ini yang tidak bisa melakukan apa-apa lagi?" bentak Kurashi dengan kesal


"Kakak, aku tidak peduli semua itu, walau kau ingin menyentuh wanita lain tapi aku masih bisa menerimanya karena kau hanya ingin bermain saja, dan sekarang walau kau terluka aku juga bisa menerima mu. Kakak, sekarang bukan hanya antara kau dan aku, tapi anak mu yang ada dalam kandungan ku ini" jelas Mimi dengan mengeluarkan air matanya


Mendengar akhir ucapan dari wanita itu Kurashi merasa hampir tidak percaya jika dirinya telah memiliki keturunan di dalam rahim wanita yang berdiri di depannya itu


"Apa yang kau katakan tadi?" tanya Kurashi dengan merasa tidak yakin


"Aku telah hamil selama seminggu, aku baru menyadarinya. Kakak, dalam rahim ku ini ada darah daging mu, apa kau ingin meninggalkan dia?"


"Hamil? ini adalah lelucon bagi ku" kata Kurashi dengan senyum kecewa

__ADS_1


"Kakak, kenapa kau tidak merasa bahagia? ini adalah anak kita"


"Bahagia? Mimi, asal kau tahu aku tidak pernah mencintai mu, semua ini terjadi hanya karena keinginan papa ku saja, dia berharap aku menikahi mu" jelas Kurashi dengan terus terang


"Tidak mungkin, itu tidak mungkin, jika kau tidak menyukai ku maka kau tidak akan menyentuh ku" jawab Mimi dengan perasaan kecewa


"Aku adalah pria jadi aku bisa melakukan dengan wanita mana pun, sekali pun wanita itu bukan pilihan ku, papa ku itu menginginkan cucu maka aku hanya turuti saja perintahnya" jelas Kurashi


"Aku tidak percaya" jawab Mimi dengan tidak bisa menerima kenyataannya


"Yang ku cintai bukan dirimu, di dalam hati ku sudah ada seseorang selama ini, dan aku berterus terang jika selama ini kau hanya datang untuk memuaskan ku di saat aku butuh, kau bukan wanita pilihan ku" ujar Kurashi dengan tegas


"Kenapa kau harus mengatakan semua ini pada ku? apa kau tidak bisa berbohong agar tidak melukai ku?" tanya Mimi dengan menangis dengan rasa sakit di hatinya


"Aku sudah lama berbohong selama ini, hanya karena kau bisa melayani ku di ranjang, dan sekarang aku sudah tidak bisa lagi dan kau juga tidak berguna lagi bagi ku" kata Kurashi dengan nada ketus


Mendengar semua pengakuan Kurashi, Mimi merasa sangat terluka dan menangis dengan histeris


Plak..


"Apa kau sudah puas setelah menampar ku?" tanya Kurashi dengan menahan emosi


"Kurashi, kau sangat kejam terhadap ku, percaya atau tidak jika aku akan membunuh gadis yang di dalam hati mu itu?" kata Mimi dengan ancaman


Kurashi merasa kesal dengan ancaman wanita itu lalu dirinya mengcengkram erat leher Mimi dengan tatapan aura membunuh


"Aarrggtth" jeritan Mimi yang sedang kesakitan sehingga tidak bisa bersuara


"Jika kau berani menyentuhnya jangan salahkan aku mengambil nyawa mu" kecam Kurashi dengan emosi


Mimi memukul-mukul tangan pria itu dengan sekuat tenaga akan tetapi apalah daya karena tenaganya kalah dari pria itu


Tidak lama kemudian Kurashi melepaskan tangannya, Mimi yang hampir kehilangan nyawanya sehingga terduduk sambil menahan sakit


"Uhukk...uhukk...uhukk.., aku mengandung anak mu, kenapa kau bisa begitu tega pada ku?" tanya Mimi dengan menangis tanpa berhenti dan duduk di lantai

__ADS_1


Kurashi menjongkok dan mengangkat dagu wanita itu dengan kasar


"Dengarkan baik-baik ucapan ku, kau ada di sini bukan di jepang dan jangan pernah coba-coba untuk mengancam ku, jika tidak maka kau akan mati dengan mengenaskan" kecam Kurashi


"Aku tidak bersalah pada mu, justru aku yang di sakiti oleh mu, tapi kau malah ingin membunuh ku hanya karena wanita itu, lagi pula kau tidak bisa bersamanya lagi, bukan?"


"Aku memang tidak bisa bersamanya lagi, tapi bukan berarti kau bisa menyakitinya" kecam Kurashi dengan tatapan aura membunuh


"Kau jangan lupa jika aku adalah putri mafia, kau menyakiti ku ini juga tidak baik untuk mu" kata Mimi dengan menangis tanpa berhenti


"Aku menyarankan mu bagus segera hilang dari depan ku, jangan pernah muncul lagi, mengenai anak ini bagus kau gugurkan saja"


"A-apa? gugurkan? anak ini tidak berdosa kenapa harus di gugurkan?" tanya Mimi hampir tidak percaya atas ucapan pria itu


"Anak ini tidak seharusnya ada, dan aku juga tidak peduli lagi dengan semua ini, jika kau tidak mau mengugurkannya maka aku yang akan melakukannya sendiri" kecam Kurashi dengan tatapan aura membunuh


"Tidak, aku tidak mau melakukannya" jawab Mimi dengan sambil berdiri dan ingin melangkah keluar dari kamar, akan tetapi langkahnya di hentikan oleh Kurashi


Kurashi menahan Mimi dan menghempaskan wanita itu ke atas ranjang dengan kasar


"Aarrrrggthh" teriakan Mimi yang ketakutan


"Apa yang kau ingin lakukan?" tanya Mimi yang di tekan oleh Kurashi


"Mengugurkan anak mu" jawab Kurashi dengan menekan kuat ke bagian perut Mimi


"Aargggttt" teriakan Mimi dengan nada memenuhi ruangan itu


"Ingin melawan ku? kau tidak layak dasar murahan" kecam Kurashi yang sedang emosi


Kurashi yang telah berubah menjadi lebih kejam dari sebelumnya berniat ingin membunuh satu-satunya keturunan yang dia miliki, dengan tangannya menggengam sekuat tenaga bagian perut Mimi sehingga membuat wanita itu merasakan kesakitan yang luar biasa


Bab selanjutnya


Anggota Kurashi mendatangi toko Summy

__ADS_1


__ADS_2