Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
George melindungi Lavender


__ADS_3

Kediaman Lion


Di siang itu George bertemu dengan Lion di sebuah ruangan tamu mewah itu..


"Kakek, apa belakangan ini baik-baik saja semuanya?"Tanya George sambil menuang teh ke cangkir Lion


"Teves telah kembali ke kota S, kepulangan dia menimbulkan rasa curiga ku, sekian lama dia meninggalkan kota ini dan tiba saja dia muncul lagi, ini sangat mencurigakan" Jawab Lion sambil meneguk teh favoritnya


"Apa yang Kakek khawatirkan?" Tanya George yang duduk berhadapan dengan Lion


"Rencananya, hatiku berkata bahwa dia akan mencari kesempatan untuk membalas dendam, dendamnya sangat berat, aku melarangnya mendekati Merliza dia sangat benci, terutama setelah Merliza menikah dia semakin dendam, Merliza adalah putri ku satu-satunya jadi mana mungkin aku biarkan dia bersama pria seperti Teves yang sering mabukan dan bermain wanita" Jelas Lion


"Sebenarnya ini sudah lama, Bibi Merliza juga sudah meninggal, kenapa dia masih menyimpan dendam? bukankah ini sangat tidak wajar" Ujar George


"Dia membenci ku karena aku tidak suka dia mendekati Merliza, aku membantah keras padanya. dan sebelum dia pergi dia mengatakan sesuatu" Kata Lion


"Apa yang dia katakan?"


"Dia tidak akan tinggal diam! ini lah ucapannya di saat itu dan tidak lama kemudian Merliza dan Roberto serta cucu ku yang masih beberapa bulan tewas dalam ledakkan" Jelas Lion yang sedih memikirkan Kejadian itu


"Kakek, jangan bersedih. jika dia pelakunya aku akan membunuhnya dengan tangan sendiri" Ujar George


"Terima kasih, George, di dunia ini kau satu-satunya yang bisa ku percaya, aku tidak bisa serahkan kedudukan ku sekarang pada Girvanlo"


"Kenapa, Kek? dia adalah cucu mu"


"Terkadang baik di luar belum tentu baik di dalam, hati manusia tidak bisa di tebak. termasuk orang yang di sisi kita , kita tidak tahu kapan mereka akan membelot kita, hati-hati tidak ada ruginya" Jelas Lion


"Kakek benar"


"George, aku sedang mengintai Tevez, jika suatu saat aku mati duluan maka aku meminta mu untuk terus mengawasinya, jika dia adalah pembunuh maka bantu aku balas dendam untuk 3 nyawa yang tidak berdosa" Ucap Lion


"Kakek, tenang saja. ini urusan keluarga Kakek, tentu saja aku akan ikut campur" Jawab George dengan sopan


"Setidaknya masih ada diri mu. maka aku akan lebih tenang" Ucap Lion dengan senyum


"Ketua besar, permisi" Sapa Bieber yang masuk ke ruangan tamu


" Ada apa?" Tanya Lion yang menoleh ke arah Bieber


"Ketua besar, Nona Floris buat masalah di toko makanan di pasar keramaian"Jawab Bieber dengan sopan

__ADS_1


Prak.


"Anak ini memang tidak tahu diri" Bentak Lion sambil menghentak meja


"Toko makanan di pasar keramaian? apakah toko Lavender?" Ujar George yang penasaran


"Benar Ketua George" Jawab Bierber dengan sopan


"Lalu bagaimana dengan Lavender? apakah dia terluka?" Tanya Lion dengan khawatir


"Nona Lavender tidak apa-apa, dia menarik paksa Nona Floris untuk bertemu dengan anda" Jawab Bieber dengan sopan


"Lavender ingin bertemu dengan ku? baiklah segera kita keluar, aku ingin menghukum Floris anak tidak tahu diri itu" Ketus Lion


Lavender telah tiba di rumah milik Lion dan berdiri di halaman luas itu sambil memegang kuat lengan Floris.


Para anggota Lion yang melihat rambut Floris dengan berusaha menahan tawa, bagaimana tidak penampilan Floris yang selama ini sangat rapi akan tetapi berubah menjadi berantakan


"Aku yakin jika ini pasti ulah Nona Lavender lagi" Batin Patrick yang berada di halaman sambil menunggu George


Tidak lama kemudian Girvanlo keluar dan menghampiri Lavender dan Floris


"Dasar ular berkepala dua, kau menganggu orang tapi tidak mengatakannya"Sebut Lavender


"Singkirkan tangan mu itu dari tangan adik ku, jika tidak ingin kepala mu itu bocor karena peluru ku" Ketus Givanlo dengan menodong senjatanya ke arah Lavender


"Gigolo, adik mu seperti orang gila dan menganggu orang, tapi kau sebagai Kakak bukan saja tidak mendidiknya dengan baik, malah ingin menyalahkan ku, pantas saja dia semakin manja dan jahat rupanya inikah didikan yang kau berikan padanya" Ketus Lavender yang tanpa rasa takut


"Jangan banyak bicara" Kecam Girvanlo yang menarik lengan Floris ke sisinya


"Apa kau kira kau layak membunuhku?"


"Sini adalah tempat kami, jika aku membunuh mu siapa pun tidak bisa menyelamatkan mu" Kecam Girvanlo


"Kakak dan adik sama saja tidak berguna" Kata Lavender dengan kesal


"Bos, wanita ini gila dia melukai kami dengan melempar ke kursi ke arah kami, padahal dia sudah tahu jika kami dari kumpulan Lion" Kata salah satu anggota Floris


"Seorang wanita seperti mu memang sangat keras, tapi tidak berguna juga, karena apa yang kau lakukan pada anggota dan adik ku akan ku balas" Kecam Girvanlo


"Dasar pria pengecut, tahunya hanya menindas wanita. aku tidak takut pada mu, lagi pula dengan status mu itu kau tidak layak bicara dengan ku" Kata Lavender dengan ngejek

__ADS_1


"Apa maksud mu?"


"Kau hanyalah bawahan seperti mereka, dan aku ingin bertemu dengan Kakek Neon" Bentak Lavender tanpa takut


"Kau hanya orang luar dan ingin meminta bertemu dengan Kakek ku jangan berharap" Balas Girvanlo


"Kakak, bunuh saja dia" Kata Floris yang sedang kesal


"Wanita tidak tahu diri, kau dapat balasan dari ku karena kau buat onar dan sekarang ingin membunuh ku" Bentak Lavender


"Kakak, berikan senjata mu aku ingin dia mati sekarang juga" Teriak Floris yang ingin merebut senjata dari Girvanlo


Karena kesal Lavender lagi-lagi mendorong Floris dengan sekuat tenaganya


"ingin membunuh ku, aku yang akan memberi pelajaran pada mu" Teriak Lavender yang mendorong Floris sehingga jatuh


"Aarrgghhtt." Teriakan Floris yang jatuh dan tubuhnya di dudukin oleh Lavender


Plak..plak..plak..plak


Tamparan dari Lavender yang emosi tanpa berhenti


"Aaarggtt" Teriakan Floris yang kesakitan di wajahnya


"Wanita gila" Bentak Girvanlo yang menarik lengan Lavender dan menghempaskan ke lantai dengan kasar


"Ssssttt, sakit sekali. dasar gigolo tidak berguna"Teriak Lavender yang menahan sakit


"Jika hari ini aku tidak menghajar mu maka aku bukan Girvanlo" Bentak Girvanlo yang ingin memukul Lavender dengan senjatanya.


"Jika kau maju selangkah lagi maka peluru ku akan menembus ke kepala mu" Kecam George yang menodong senjatanya ke arah Girvanlo


Dengan ancaman George membuat Givanlo menghentikan niatnya.


"Kakak George, kenapa membelanya lagi? lihat diri ku, tubuh ku sakit di buatnya rambut ku juga karena perbuatannya dan selain itu wajah ku juga di tamparnya, Kakak Girvanlo hanya membantu ku jadi tidak bersalah jika menghajarnya" Kata Floris dengan kesal


"Diaamm, kau wanita yang suka mencari masalah" Bentak George dengan kesal


"Lavender, apa kau tidak apa-apa?" Tanya George yang memegang lengan Lavender dengan lembut


"Aku tidak apa-apa!"Jawab Lavender yang telah berdiri di samping George

__ADS_1


__ADS_2