
"Kau hanya gadis yang tinggal di pasar kenapa kau tidak takut dengan senjata?" tanya Wallace yang sedang menahan sakit
"Aku adalah LA...VEN...DER.,dengan baik-baik itu adalah nama ku" jawabnya dengan merasa risih
"Tuan Wallace, tidak perlu kau mencari masalah dengannya, aku sudah tahu sifat keponakan ku ini, walau 3 senjata menodong ke arahnya dia juga tidak akan takut, jadi ini hanya melukai diri mu sendiri, lagi pula jika dia kehilangan sehelai rambut maka aku yakin kumpulan mu pasti akan segera berakhir" kata Summy dengan yang tanpa rasa takut
"Kau beraninya melukai ketua kami, turunkan senjata mu jika tidak aku akan menghancurkan kepala mu" kecam salah satu anggota Wallace
"Lakukan saja, maka aku juga akan mengeluarkan otaknya dari hatinya" balas bentakan Lavender yang tidak sadar dengan ucapannya
"Bukan dari hatinya tapi kepalanya" ujar Summy
"Oh..aku akan menghancurkan kepalanya dan ambil otaknya dan buang ke laut" ketus Lavender
"Papa, kaki mu terluka" teriak Celine yang datang ke toko dan merasa cemas dengan luka dikaki nya Wallace
"Apa kau yang melukai Papa ku?"
"Benar, bukannya hanya itu aku juga ingin menghancurkan kepalanya" jawan Lavender dengan ketus
"Kau sangat keterlaluan" bentak Celine yang merebut senjata dari salah satu anggota dan ingin melepaskan tembakan ke arah Lavender.
Dor..
Tembakan dari Celine mengenai tembok
"Kenapa kau menembak tembok ku? memang kau berdendam dengannya ya?" tanya Summy
"Aku tidak percaya jika tembakan ku tidak tepat sasaran" teriak Celine
Dor..
Tembakan dari Lavender mengenai lantai dekat di tempat Celine berdiri
"Aarggtthhh" teriakan Celine yang ketakutan sambil melompat-lompat
"Celine" teriak Wallace yang cemas melihat peluru yang hampir mengenai kaki anaknya
"Mati saja kau sana" bentak Anggota Wallace
"Tembak saja, maka aku juga akan menembak ketua kalian" kecam Lavender
"Gadis muda, jangan mencari masalah dengan kumpulan ku, aku akan mu hancurkan dalam sehari" kata Wallace dengan ancaman
"Lakukan saja, kalian adalah sampah masyarakat" bentak Lavender tanpa rasa takut
__ADS_1
"Hei...hei...si tua, kau mafia yang benar-benar gagal tidak bisa membedakan yang mana betul dan yang mana salah, jika kami mati kalian juga akan lenyap, akan ada orang yang akan melenyapkan kalian" ucap Summy
"Apakah yang kau maksud adalah George Hamilton? dia merasa berhutang budi dengan ku jadi dia tidak akan melawan ku" jelas Wallace dengan yakin
"Aku juga tidak butuh dia untuk membalas, karena hari ini jika aku mati kau juga akan mati bersama ku" ketus Lavender yang masih menodongkan senjatanya ke arah Wallace
"Percaya atau tidak aku akan meledakkan toko mu hari ni juga" kecam Wallace
"Benar, papa ku akan menghancurkan mu jadi kau tidak perlu berlagak" ujar Celine
"Rico, hubungi anggota kita untuk membakar toko ini" perintah Wallace dengan tatapan kejam
"Baik ketua" jawab Rico dengan menurut
"Bagaimana? apakah ingin memohon pada ku?" tanya Wallace dengan senyum
"Hahahaha..aku malah terasa ingin menjebol kepala mu yang bodoh itu" jawab Lavender dengan ketawa kecil
"Kau berani menghina Papa ku" ketus Celine
"Baru kali ini aku melihat ada wanita yang berani melawan ku" ucap Wallace
Tidak lama kemudian datanglah beberapa anggota Wallace ke toko Summy, tentu kejadian itu menghebohkan satu pasar, akan tetapi mereka tidak berani menunjukan muka mereka karena mereka menyadari kumpulan itu adalah kumpulan mafia
"Ketua, silahkan perintah" ucap serentak anggotanya
"Siap ketua" jawab serentak mereka semua
"Coba saja jika kalian bisa" bentak Lavender dengan melepaskan tembakan
Dor..dor..
Tembakan mengenai tubuh 2 anggota yang berjalan di bagian depan tadi
"Aaraggtthh" jeritan serentak 2 anggota yang terluka
"Ingin membakar toko ku maka kita akan mati bersama hari ini" ketus Lavender dengan tanpa menyerah
"Kita akan mati bersama hari ini, si tua. jangan berharap juga kau bisa lari" teriak Summy
"Lakukan" perintah Wallace pada anggotanya
"BERHENTIII, siapa pun yang maju selangkah maka akan mati di tangan ku" kecam seorang pria yang tiba-tiba datang bersama sekumpulan anggotanya dan menahan semua anggota Wallace
Sekumpulan pria yang melangkah masuk ke dalam toko Summy langsung menodongkan senjata ke arah para anggota Wallace
__ADS_1
Melihat kemunculan sekumpulan pria bersenjata membuat Wallace dan Celine merasa terkejut dan langsung melihat ke arah ketua dari kumpulan itu
"Kakek" panggil Lavender yang melihat ke arah Lion
"Tuan Lion" ucap Summy dengan senyum
"Lavender, apakah mereka ada menyentuh mu" tanya Lion yang masuk ke dalam toko dengan di temani Kelvin
"Tidak ada, Kek" jawab Lavender yang menghampiri kakeknya
"Tuan Wallace, tidak menyangka Anda sangat berani ingin melukai Nona muda kami" kecam Bieber sambil mengancam Wallace dengan senjatanya
"Ketua Lion?" ucap Wallace yang merasa kaget dengan kemunculan Lion di hadapannya
"WALLACE, berani sekali kau ingin melukai cucu ku, apa kau telah bosan hidup?" bentak Lion dengan emosi
"Gadis ini adalah cucu mu?" tanya Wallace dengan merasa heran
"Benar, jika kau berani menyentuh sehelai rambutnya maka aku akan melenyapkan kumpulan mu di California" kecam Lion dengan marah besar
"Tuan Lion, sangat bagus Anda datang, mereka ingin membakar kami berdua bersama toko ini" kata Summy
"Wallace, kau seharusnya sudah tahu sifat ku, jika aku marah aku bisa saja melenyapkan kumpulan mu dan bahkan keluarga mu juga akan ku hancurkan semuanya, aku bisa jamin kau dan anak mu ini tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari toko ini" kecam Lion dengan tatapan aura membunuh
"Ketua Lion, aku..aku tidak tahu jika mereka adalah keluarga mu, putri ku di pukul olehnya karena itu aku datang ke sini" jelas Wallace
"Wallace, aku sangat mengerti cucu ku ini, jika putri mu tidak mencari masalah dengannya maka cucu ku tidak akan bertindak sembarangan, kau sebagai orang tua tidak menyelidiki dengan benar dan langsung datang ke sini membuat keributan, bukankah ini sangat memalukan dunia mafia?" ketus Lion tegas
"Lavender adalah cucu Lion, siapa yang berani menyakitinya maka orang itu adalah musuh ku, jika putri mu salah maka kau harus menghukumnya, setiap kumpulan ada peraturannya, di saat aku menjadi anggota mafia di saat itu diri mu masih kecil, dan sekarang kau sangat berani menyinggung ku" kecam Lion
"Ketua Lion, maafkan aku ini adalah urusan dua anak gadis ini, aku buntu sehingga melakukan kesalahan dan tidak sengaja menyinggung Anda" ucap Wallace yang merasa segan, karena di dunia mafia Lion adalah seniornya
"Aku sudah mendengar kabar jika putri mu ini datang ke sini menghina dan mengancam cucu ku, dan setelah ku selidiki ternyata dia adalah putri mu, dan aku dapat info hari ini kau datang kemari, tentu saja aku tidak akan tinggal diam" lanjut Lion
ππππππππππππππ
terima kasih sudah mampir kkπππ
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya lain ya kakπππ
Mafia Berdarah Dingin ( tamat)
Gadis Amnesia dan Pria Misterius ( TAMAT)
"Gadis Incaran Pengusaha ( Tamat)
__ADS_1
Pembunuh Profesional (On Going)
Never Forget You ( On Going)