Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Rencana Tevez yang gagal


__ADS_3

"Apakah kita langsung menyerang sarangnya?"


"Dia baru kembali oleh sebab itu aku belum tahu di mana sarangnya, tapi aku telah mengutuskan anggota ku untuk menyelidikinya" jawab Lion


"Apakah kakek sudah tahu dia tinggal di mana?"


"Sebuah apartemen" jawab Lion


"Apa perlu aku menyerangnya langsung?"


"Benar, aku ingin mendatanginya langsung tanpa dia sadari"


"Kalau begitu maka aku akan menemani kakek pergi bersama"


Bruk


"Maaf! maaf! ucap seorang pria yang sebagai pembersih rumah sakit itu yang tanpa sengaja menabrak George dan segera berjalan jauh dari George dan Lion


"Aneh" kata George yang sedang memerhatikan langkah tukang pembersih itu.


George dan Lion sedang memerhatikan pria yang bekerja sebagai pembersih di rumah sakit itu, dengan tatapan yang penuh kecurigaan


Apartemen


"Dia masih di rumah sakit? kenapa bisa begitu lama? apa mungkin ini satu kesempatan untuk kita menyerangnya?" ujar Tevez yang sedang duduk bersandar dan menghisap rokoknya


"Benar Bos, anggota kita ada di sana dan sedang mengamatinya"


"Mungkin kita harus ambil kesemptatan ini"


"Bos, ingin kita membunuhnya di sana?" tanya anggotanya


"Benar. cavon, utuskan pembunuh ke rumah sakit itu" perintah Tevez


"Tapi Bos, dia memiliki Bieber dan Kelvin yang sedang menjaganya setiap saat, dan selain itu ada anggota lain juga" jawab Cavon yang sedang berdiri di hadapan Tevez


"Kalau begitu maka bunuh mereka semua, malam ini ambil nyawa si tua itu" ujar Tevez dengan tatapan tajam


"Baik Bos" jawab Cavon dengan menurut


Malam hari.


Tevez mengutuskan beberapa anggotanya ke rumah sakit yang di mana tempat Lion di rawat, di malam itu anggota Tevez menyamar sebagai dokter dan pembersih agar tidak menarik perhatian para anggota Lion.


Seorang Dokter berjalan menuju ke kamar Lion yang di mana terdapat beberapa anggota sedang mengawasi di luar kamar Lion.


Dokter itu berjalan mendekati kamarnya dan membuka pintu kamar tersebut, anggota Lion yang mengawasi di luar kamar tidak mencurigai sama sekali dan membiarkan dokter itu masuk ke kamar ketuanya.


Di saat masuk dokter itu menutup kembali pintu kamar dan berjalan mendekati ranjang yang di saat itu Lion yang sudah tidur.


Tidak lama kemudian dokter mengeluarkan senjatanya dan menodong ke arah Lion yang sedang tidur pulas..


Dor..


Bunyi tembakan dari George yang tiba-tiba muncul dari belakang dokter palsu itu

__ADS_1


"Aargghh..kau?" pekikan Dokter palsu itu karena terkena tembakan di bagian pinggangnya


"Apa kau kira aku bodoh? ingin membunuh ku?" kata Lion yang membuka matanya dan melihat ke arah pembunuh itu


Dor...


Tembakan Lion mengena ke jantung dokter itu dan sesaat kemudian tewas langsung di tempat


Klek


"Ketua besar" sapa anggotanya masuk ke dalam kamar itu


"Periksa dia" perintah Lion yang duduk di ranjang itu


"Tidak ada petunjuk sama sekali" kata anggotanya yang sedang memeriksa tubuh musuhnya yang telah di bunuh Lion tadi


"Buang jasadnya" perintah Lion dengan tegas


"Kakek, lawan sudah mulai bertindak" ujar George


"Benar, dia ingin aku mati" jawab Lion dengan raut wajah tidak senang


Di sisi lain masih ada 2 anggota Tevez yang sedang menyamar sebagai pembersih dan berpura-pura melewati kamar Lion mereka telah mengetahui jika salah satu temannya telah tewas.


Di saat mereka melewati kamar Lion langkah mereka di hentikan oleh Kelvin dan Bieber


"Masih ingin berpura-pura?" tanya Bieber yang sambil menodong senjata ke mereka anggota Tevez


"Bieber, apa kita langsung bunuh saja mereka" ujar Kelvin


"Aku tidak mengenal kalian kenapa kalian ingin membunuh kami?" tanya anggota Tevez dengan berpura-pura


"Bukankah kalian ke sini untuk membunuh Ketua kami? kalian sangat meremehkan kumpulan Lion" kata Kelvin


"Siapa yang mengutuskan kalian?" tanya Bieber yang mendekatkan senjatanya ke kepala anggota Tevez


"Tidak ada, aku tidak mengerti maksud kalian" jawabnya dengan berpura-pura


"Bawa mereka ke penjara, jika mereka tidak ingin mengatakan yang sebenarnya maka potong lidah mereka" perintah Kelvin dengan mengancam


"Baik" jawab anggota Lion lainnya


Setelah di bawa pergi dua pembunuh yang di utuskan oleh Tevez, Bieber dan Kelvin masuk ke kamar Lion


"Ketua besar"sapa Serentak mereka berdua


"Apakah masih ada yang lain?" tanya Lion dengan duduk bersandar di ranjangnya


"Sudah bersih, Ketua besar. mereka hanya 3 orang" jawab Bieber dengan sopan


"Ketua besar, kenapa anggota lainnya kita tidak beritahu mereka rencana kita malam ini?" tanya Kelvin dengan penasaran


"Karena aku tidak percaya pada semua anggota ku, jika saja mereka tahu rencana kita bisa jadi semua akan gagal, dan yang ada kita yang akan mati di tangan mereka, walau pun mereka berjaga di depan pintu bukan berarti mereka menjaga ku" jelas Lion


"Ketua besar, curiga terhadap mereka?" tanya Bieber

__ADS_1


"Aku hanya tidak bisa percaya saja, berhati-hati tidak membuat kita rugi" kata Lion


"Ketua besar, ada satu hal yang ku penasaran" sebut Kelvin


"Ada apa?"


"Kenapa Ketua besar, bisa tahu jika mereka akan menyerang di malam ini?" tanya Kelvin dengan penasaran


"Di siang tadi di saat aku bersama George kami tanpa sengaja melihat tukang pembersih yang bersikap aneh, dari sepatu botnya kelihatan dia bukanlah tukang pembersih, mereka mengira aku dan George tidak tahu apa-apa. tapi kami sengaja diam agar bisa dapat dalangnya" jelas Lion


"Dalam Lion aku hanya bisa percaya terhadap kalian berdua, oleh karena itu rencana kita untuk melawan Tevez hanya boleh kita saja yang mengetahuinya" kata Lion


"Baik Ketua besar" jawab serentak Bieber dan Kelvin


"Kakek, aku rasa kakek harus segera tinggalkan rumah sakit" lanjut George yang sedang berdiri di ujung ranjang Lion


"Benar, besok aku ingin segera ke apartemennya" jawab Lion dengan tatapan serius


Apartemen.


Prang...


Lemparan gelas yang pecah di lakukan oleh Tevez.


"Bukankah sudah di depan mata? tapi kenapa masih saja tidak bisa ambil nyawanya?" tanya Tevez dengan kesal


"Bos, mereka mati di bunuh olah Lion, kelihatannya mereka sudah tahu rencana kita" jawab Cavon yang gemetaran melihat Bos nya itu marah besar


"Tidak berguna, hanya selangkah saja tapi tetap gagal" bentak Tevez dengan kesal


"Si tua itu walau sudah cacat tapi jika salah sedikit saja dia bisa mengetahuinya" bentak Tevez yang berdiri di dekat jendelanya


"Tuan, kenapa marah-marah di malam begini" tanya seorang wanita yang keluar dari kamar Tevez


"Keluaarr" bentak Tevez


"Kenapa? bukankah tadi kau mengatakan masih ingin melakukannya?" tanya wanita itu sedang memakai baju malam yang seksi


"Hm...aku sudah bosan dengan mu, pergi sekarang juga" teriak Tevez dengan nada tinggi


"Iya, aku pergi tapi bayar aku dulu"


"Mau uang? apa kau kira kau layak minta uang dari ku?"


"Jika bukan karena uang untuk apa melayani mu sampai berkali-kali?"


" Kau mau nyawa mu atau peluru ku?" kecam Tevez yang menodong senjata ke arah wanita itu


"Kau?" sebut wanita itu yang gemetaran sehingga terduduk ke lantai


"Seret dia keluar sebelum aku membunuhnya" Perintah Tevez yang menyimpan kembalki senjatanya


"Ba-baik" jawab Cavon dengan gemetaran


"Ingin uang ku? jangan berharap, aku Tevez apa pun yang ku mau tidak butuh keluarkan uang" gumam Tevez

__ADS_1


__ADS_2