
Malam hari
"Lavender, siapa si Lilin yang kau katakan tadi?"tanya Summy yang berada di dapur
"Teman Gorila, Bi. dia mengikuti Gorila" jawab Lavender dengan bersikap santai tanpa rasa cemburu
"Apakah dia dekat dengan calon suami mu itu?"
"Kelihatannya iya, mereka sudah kenal lama" jawab Lavender sambil membersihkan piring-piring kotor
"Jadi kenapa kau diam saja?"
"Bibi, ingin aku melakukan apa?"
"Ada wanita dekat dengan pria mu kenapa kau masih bersikap tenang saja?"
"Lalu bibi ingin aku melakukan apa? ingin mengusir wanita itu?"
"Kau tidak salah jika melakukannya, ada wanita yang dekat dengan George tapi kau malah seperti tidak ada kejadian saja" kata Summy yang sedang menyimpan alat masaknya ke lemari dapur
"Bodoh sekali jika aku ikut campur" lanjut Lavender dengan cuek
"Kenapa?"
"Selagi dia tidak menganggu hidup ku aku tidak peduli"
"Dia ingin menghancurkan hubungan mu dengan George, apa kau tidak cemburu?"
"Tidak! ini adalah ujian untuknya"
"Ujian apanya? apa kau mengira dia sedang bersekolah?"
"Bibi, ada wanita cantik yang mendekatinya jika dia tergoda maka biar saja dia pergi, kan sudah ku bilang sebelumnya jika dia tidak setia aku juga tidak mau"
"Kau wanita yang paling aneh"
"Bibi yang aneh"
"Kenapa aku yang aneh?"
"Memang nya jika aku tidak bersamanya awan bisa berubah warna? rumput bisa berubah warna?"
"Lain yang ku katakan lain pula yang kau katakan lagi" ujar Summy dengan mulai merasa kesal
"Bibi, sudahlah. kenapa harus di pikirkan, jika mereka saling mencintai biar saja sana aku tidak peduli, aku masih ada bibi dan kakek"
"Iya, tapi bibi dan kakek mu ini tidak bisa menjaga mu selamanya"
"Kalau begitu biarkan aku saja yang menjaga kalian, aku masih muda dan kuat"
"Iya benar kau sangat kuat, kuat membuat masalah" kata Summy dengan mengingat tingkah keponakannya itu
"Bibi, jangan merendahkan ku, aku masih bisa menjaga dan melindungi mu"
"Lavender, kejarlah si George itu dia serius dengan mu, jangan mundur lagi jika dia di rebut wanita lain kau akan menyesal"
"Bibi ini aneh sekali!"
"Kenapa?"
"Walau aku tidak bersamanya matahari tetap keluar di malam hari dan bulan tetap muncul di pagi hari, aku tetap bisa hidup dengan baik walau tanpa dirinya" ucap Lavender dengan merasa bangga
__ADS_1
Prak
Pukulan panci gagang dari Summy yang mengenai kepala Lavender
"Aaarggttt" pekikkan Lavender yang kesakitan
"Kenapa memukul ku?" tanya Lavender dengan kesal
"Yang benar adalah matahari keluar di pagi hari, dan bulan muncul di malam hari" ujar Summy dengan menahan emosi
"Iya, maka walau aku tidak bersamanya bulan tetap tidak keluar di pagi hari kan?"
"Gadis bodoh, ada ketua mafia yang begitu kaya dan tampan tapi kau malah mengabaikannya, kan aneh"
Keesokan harinya
Celine mendatangi toko Summy dengan pakaian ketat berpenampilan yang anggun dengan rok sempit di atas lutut
"Selamat datang,Nona" sambut Summy dengan senyum
"Apakah di sini ada yang bernama Lavender?" tanya Celine yang melepaskan kaca mata hitamnya
"Ada, Anda siapa ingin mencarinya?"
"Aku adalah Celine ada sesuatu yang ingin ku bicarakan" jawabnya dengan pura-pura senyum
"Nona Lilin kenapa ada di sini?" tanya Lavender yang baru keluar dari dapur
"Apa bisa menyita waktu mu sebentar?"
"Silahkan duduk" ucap Lavender dengan menuangkan air ke gelas
"Tidak lama, ada apa mencari ku?"
"Aku hanya ingin beritahu jika hubungan ku dengannya sudah seperti keluarga, dulu saat dia terluka aku yang menjaganya selama sebulan, dia juga sangat baik pada ku" kata Celine dengan sengaja
"Nona Celine, apakah Anda dan George adalah sepasang kekasih?"tanya Summy yang sedang berdiri
"Sekarang bukan, George sangat pemalu tapi untuk ke depannya hubungan kami bisa jauh lebih baik" jawab Celine dengan sengaja
"Lalu untuk apa kau beritahu kami tentang ini?" tanya Lavender dengan santai
"Aku hanya ingin diri mu tahu, tolong jaga jarak dengannya agar tidak di katakan orang jika kau merebut pria milik orang lain"
"Merebut pria mu? memang kalian sudah menikah? jika aku tidak mau mendengarkan mu memang kau mau apa?" tanya Lavender dengan sengaja
"Jika menyinggung ku maka ini tidak baik untuk mu. Nona Lavender, tentu kamu tidak mau terlibat masalah, betulkan?"
"Masalah apa yang akan ku hadapi jika aku tidak mau melepaskan?" tanya Lavender dengan ingin menentangnya
"Aku adalah putri ketua mafia yang bernama Wallace, Papa ku terkenal sangat kejam di California tentu saja siapa yang menyinggung ku akan berhadapan dengan Papa ku" jawab Celine dengan membanggakan diri
"Lalu kenapa memangnya jika Papa mu terkenal sangat kejam? kau ingin mengunakan nama mafia untuk mengancam ku? bodoh sekali" bentak Lavender dengan mulai kesal
"Kau akan menyesal jika kau melawan ku" kecam Celine dengan menahan emosi
"Sebelumnya ada wanita gila seperti mu yang mengancam ku dengan nama kumpulannya, ini bukan pertama bagi ku, maka panggil saja Papa mu itu datang ke kehadapan ku" ketus Lavender
"Dasar wanita tidak tahu diri, aku sudah beri jalan terbaik untuk mu, tapi kau malah tidak mau malah memilih untuk melawan ku" bentak Celine dengan kesal
"Tidak perlu mengunakan nama mafia, ini tidak asing bagi kami, apa kau tahu keponakan ku ini tidak mempan dengan ancaman mu, bagus kamu pergi saja, jika tidak maka kamu yang akan terluka nanti" ujar Summy dengan nada tinggi
__ADS_1
"Kalian memang sangat tidak tahu diri, ambil uang ini aku rasa uang ini cukup untuk kalian makan seumur hidup dan tidak perlu lagi bekerja susah payah" kata Celine yang bangkit dari kursinya dengan menarohkan seikat uang di atas meja
"Waahh.. Bibi, ini uang sangat banyak" ucap Lavender yang mengambil uang di meja itu
"Benar sekali, dengan uang ini kita tidak perlu lagi bekerja banting tulang" jawab Summy dengan ketawa sambil menuangkan air ke 2 gelas
"Bibi, kita akan menikmatinya sebentar lagi" lanjut Lavender yang memegang segelas air yang di berikan Summy
"Dasar murahan" batin Celine
Byuuuurrr
Siraman air serentak dari Summy dan Lavender mengarah ke wajah Celine
"Aarggttt" teriakan Celine yang wajahnya basah sehingga mengenai bajunya
"Kalian kurang ajaaarr" teriak Celine dengan penuh emosi
Lavender menghampiri Celine yang masih berdiri di posisi tadi
"Kau kurang ajar" bentak Celine yang menoleh ke arah Lavender
"Ingin menghina kami? rasakan ini, hiaaakkk" teriak Lavender dengan menendang bagian perut Celine sehingga membuatnya jatuh terpelanting ke lantai
"Aarggtttt" teriakan Celine yang kesakitan di bagian punggungnya dan perutnya
"Rasakan! ingin menghina kami dengan uang mu itu" ujar Summy
"Aku ingin memberi pelajaran pada mu" teriak Celine yang mencoba untuk berdiri dan ingin melayangkan tangannya ke wajah Lavender
"Jangaaann" teriak Lavender yang langsung menghadang tamparan Celine dengan mengunakan kursinya
"Aaarrggghh, tangan ku" teriakan Celine yang kesakitan di tangannya, niat ingin menampar Lavender akan tetapi tangannya malah mengenai kursi itu
"Rasakan kursi ku" teriakan Lavender yang ingin melemparkan kursi kayunya ke arah Celine
"Hei..hei..nanti, jangan gunakan kursi lagi, pakai saja alat dapur sana" teriak Summy yang langsung menahan tangan Lavender karena sudah trauma keponakannya itu sering menghancurkan kursinya
"Hei...Lilin, di mana Papa mu itu? suruh dia ke sini" bentak Lavender yang merasa kesal
"Dia akan datang untuk ambil nyawa mu" jawab Celine yang kasih kesakitan
"Aku yang akan mengambil nafasnya" bentak Lavender dengan nada tinggi
"Bukan nafasnya tapi nyawanya" ujar Summy
"Benar, aku akan mengambil nafas dan nyawanya serta otak dan jantung ginjalnya" ucap Lavender dengan asal-asalan
"Sekarang kau tinggal di mana?" tanya Lavender dengan ketus
"Aku tinggal di rumah George dan jika dia tahu kau melukai penyelamatnya aku yakin dia pasti marah besar pada mu, dan semalam kami sudah tidur bersama" jawab Celine dengan sengaja
"Ternyata begitu, baiklah kalau begitu maka aku akan membawa mu bertemu dengan si brengs*ek itu" bentak Lavender dengan emosi tinggi
"Untuk apa kau membawa ku pulang ke sana? bukankah hanya akan membuat mu terluka, aku yakin dia pasti akan melukai mu"
"Hahahaha, aku ingin menghajar mu dan dia, kalian adalah pasang yang murahan, kalau bisa sekalian saja panggil Ayah mu dan kakek mu sekalian" Bentak Lavender dengan kesal
Bab selanjutnya
Perkelahian antara Lavender dan Celine di rumah George
__ADS_1