
"Tuan George, jangan khawatir. aku yakin mereka mungkin tidak akan ke sini lagi, apa lagi pria itu sudah terluka" ujar Nicole
"Aku berharap begitu juga, tapi panti ini sudah menjadi tanggung jawab ku, semua terjadi karena aku, Bibi demi melindungi ku juga, oleh sebab itu mereka ingin melukai mu"
"Tidak, jangan berkata seperti itu, ini justru menjadi tanggung jawab ku untuk melindungi data anak-anak, apalagi mereka bukanlah orang yang baik, hanya saja untuk ke depannya ini akan sulit untuk Anda karena dia adalah Ayah kandung mu" kata Nicole
"Di saat dia meninggalkan ku di sini dia bukan lagi ayah ku, aku tidak akan mengakui penjahat seperti ini sebagai ayah ku, aku hanya ada seorang ayah yaitu ayah angkat ku dia sudah seperti ayah kandung ku, jadi pria tadi itu hanya akan menjadi musuh ku" jelas George
"Tapi ini tidak akan mudah bagi mu juga, di dunia mafia kalian bermusuhan"
"Benar, ini tetap tidak bisa di elakkan lagi, apa pun hubungan kami tetap tidak bisa mengubah permusuhan kami, dan pada akhirnya salah satu dari kami harus mati jika tidak maka permusuhan ini tidak akan berakhir" jelas George
"Lalu apa rencana Anda seterusnya?"
"Jika bukan karena sini adalah tempat tinggal anak-anak yang tidak berdosa ini, maka tadi aku sudah mengambil nyawa pria itu" jawab George
"Tuan George, aku mengerti permusuhan kalian, pria tadi itu memang sudah sangat keterlaluan, tapi bagaimana pun kalian ada hubungan darah" ucap Nicole
"Tapi dia sudah tidak menganggap ku, jadi walau ada hubungan darah kami tetap akan menjadi musuh, dengan sifatnya dia tidak akan menganggap ku sebagai anaknya dan aku juga tidak akan mengakuinya, terhadap anak kecil saja dia tidak ingin melepaskannya" jawab George
Di sisi lain Kaneshiro di larikan ke rumah sakit oleh anggotanya, Akira dan Kurashi berada di luar ruang rawat, Akira telah menceritakan semua kejadian yang menimpa Ayah angkatnya itu
"Aku tidak menyangka jika George bisa muncul di sana, dan lebih mengejutkan adalah dia adalah anak kandung tuan besar" ucap Akira dengan menghela nafas
"Ini sangat gila, dua kumpulan ini telah menjadi musuh dari dulu, George ternyata adalah saudara angkat ku, ini benar-benar lelucon" ucap Kurashi yang dalam kondisi agak mabuk
"Dan akan terjadi peperangan antara ayah dan anak, dan ini pertama kalinya terjadi dalam dunia mafia" ujar Akira
"Dengan sifat Papa dia tidak akan memaafkan George dan aku yakin dia pasti akan membalas atas perbuatan George"
"Tapi kali ini yang kasihan adalah anak-anak di panti itu, kejadian ini akan menjadi mimpi buruk bagi mereka" ujar Akira
"Benar, George datang pada waktu yang tepat" kata Akira
__ADS_1
Tidak lama kemudian dokter keluar dari ruang rawat
"Dokter, bagaimana dengan papa ku?" tanya Akira
"Pasien mengalami luka yang cukup parah, luka sangat dalam sehingga nyaris mengenai ususnya, dan juga kehilangan banyak darah, untuk selama sebulan atau dua bulan pasien tidak benarkan banyak bergerak" jelas dokter
"Apakah masa kritisnya sudah berlalu?" tanya Akira
"Sudah berlalu, tapi kondisinya masih sangat lemah, kami akan sering memantau kondisinya, walau nyawanya sudah tidak terancam tapi masih harus tetap tinggal di sini, karena faktor usia pasien maka butuh waktu lama untuk memulihkan luka dalamnya, jika terlalu banyak bergerak maka ini akan membuat jahitannya terbuka" jelas Dokter
"Kami mengerti" jawab Akira
Setelah dokter pergi Kurashi dan Akira pun melangkah masuk ke kamar inap yang di mana tempat Kaneshiro sedang di rawat
"Aku tidak menyangka seorang penjahat kejam seperti mu akan mengalami hal seperti ini, di tembak orang yang tidak lain adalah putra mu sendiri, yang paling tidak ku sangka adalah George Hamilton adalah anak kandung mu, ini sangat mengecewakan mu, bukan?" batin Kurashi
"Tuan muda, Anda kembalilah istirahat dulu, biarkan aku yang menjaga tuan besar di sini, biar anggota yang mengantar mu pulang, Anda sudah minum terlalu banyak minuman keras" kata Akira
"Baiklah, jika ada apa-apa segera hubungi aku"
"Kakak, bagaimana dengan paman?" tanya Mimi yang sedang berbaring di kasur
"Sudah melewati masa kritis, dan masih dalam keadaan koma" jawab Kurashi yang duduk di tepi kasur
"Kakak, kenapa kau minum lagi? setiap malam kau minum pasti akan mabuk"
"Aku hanya minum sedikit saja" jawab Kurashi yang berbaring di samping Mimi
"Ganti baju mu dulu sebelum tidur" kata Mimi dengan membukakan kancing kemejanya
"Ingin membuka baju ku bukankah sama saja ingin memancing ku" ucap Kurashi dengan mendorong Mimi ke kasur dan langsung menindih dengan mencium leh*r gadis itu dengan liar
Setelah melepaskan pakaian yang membalut tubuhnya Kurashi langsung melakukan keinginannya dengan menyetub*hi Mimi yang berada di bawahnya
__ADS_1
"Dulu aku tidak mau melakukan dengan wanita mana pun, tapi sekarang setiap aku mabuk aku pasti menginginkannya walau sebenarnya wanita ini bukan kesukaan ku. sepertinya aku sudah gila, setiap malam aku melakukan dengan wanita ini tapi di pikiran ku tetap wajah Lavender, jika aku tidak bisa mendapatkannya aku bisa gila, walau ada wanita ini jadi pemuas ku juga tidak bisa membuatku bahagia," batin Kurashi dengan melakukan aksinya tanpa berhenti
"Kenapa beberapa malam ini Kakak Kurashi seperti ada masalah saja, walau sedang bersama ku dia juga tidak fokus, dan di saat melakukannya dengan ku pikirannya juga tidak ada di sini" batin Mimi
"Kakak, apa ada masalah yang membuat mu tertekan?"
"Tidak ada" jawab Kurashi dengan melakukan pergerakannya tanpa berhenti
"Mimi, kau hanya ku anggap sebagai pemuas ku saja.maaf, karena aku tidak bisa mencintai mu" batin Kurashi
Keesokan harinya
Pasar keramaian
Lavender yang sedang berjalan dengan santai tiba-tiba saja ada beberapa pria yang ingin menghampirinya
"Lalalalalala...Ups, siapa mereka? kenapa ramai sekali?" gumam Lavender yang melihat ada beberapa pria berpakaian hitam berjalan ke arahnya
"Nona Lavender, silahkan ikut kami" ucap serentak pria itu
"Ikut kalian kemana ya? kalian siapa?" tanya Lavender dengan pura-pura sopan
"Tuan muda kami adalah Kurashi, ingin mengundang Anda" jawab salah satu dari pria itu
"Mengundang? dengan cara begini? ini sama saja ingin menculik, jika aku melawan aku pasti kalah mereka ada 8 orang apalagi sini adalah pasar, hm...baiklah. aku ikuti mereka dan lihat saja bagaimana kalian akan menghadapi ku" batin Lavender
"Baiklah kalau begitu, sudah lama aku tidak bertemu si kura-kura itu, aku juga mau beritahu kabar baik ke dia, ayo kita pergi" jawab Lavender dengan santai sambil berjalan dengan cepat
"Kabar baik? bukankah kita datang untuk menculiknya?" tanya salah satu dari mereka
"Tidak perlu menculik, dia sudah ikut kita pulang, yang penting kita jangan kasar terhadapnya jika tidak tuan muda akan marah" jawab teman lainya
Lavender yang tanpa rasa takut mengikuti mereka dengan santainya, karena dirinya tahu kalau melawan tetap tidak bisa menang karena jumlah anggota Kurashi ada 8 orang.
__ADS_1
Bab selanjutnya
Ulah Lavender membuat anggota Kurashi pusing tujuh keliling