
Kurashi yang masih di rumah sakit telah mendengar kabar jika kediaman yang baru dia beli telah tejadi kebakaran dan ledakkan di bagian dapur, dan dirinya pun langsung menuju ke kediaman itu.
Sementara para anggota masih sedang membersihkan tempat yang telah terbakar tadi, semua barang berserakan di mana-mana, di saat mereka sedang sibuk, Lavender dengan santainya melihat masakannya tadi
"Hah...ayam ku jadi gosong" kata Lavender yang sedang melihat potongan yang dia masak tadi
"Nona, Anda jangan berdiri di sini, ini sangat kotor" ucap anggota Kurashi
"Apa kalian masih mau ayamnya? ada 3 ekor yang ku masak sudah jadi hangus semua" ujar Lavender yang tanpa merasa bersalah
"Nona, tidak. kami masih sibuk" jawab serentak Anggota dengan mengelak dan langsung melakukan pekerjaannya
"Jika kura-kura itu pulang maka apa reaksinya ya? aku penasaran?" batin Lavender tanpa ada rasa takut
"Kapan si kura-kura itu pulang?" tanya Lavender
"Tuan muda sedang dalam perjalanan pulang, Nona" jawab salah satu anggota yang sedang sibuk
Di sisi lain Summy yang sedang menunggu kepulangan keponakannya sedang berdiri di luar sambil melihat ke arah jalan besar
"Kenapa bocah itu bisa begitu lama pulangnya ya" gumam Summy
Lalu ada seorang warga yang menghampiri Summy yang berdiri di luar tokonya
"Kak Summy, sedang menunggu Lavender?"
"Iya, anak itu sudah lama keluar, dan ini sudah 3 jam lamanya" jawab Summy dengan khawatir
"Bukannya tadi ada yang datang menjemputnya di sana, dan Lavender ikut mereka pergi"
"Hah..ada yang menjemputnya? siapa mereka?"
"Ada 8 pria berpakaian hitam, kami mengira adalah anggota pacarnya maka kami diam saja"
"Hah...apakah dia di culik?" kata Summy yang khawatir langsung lari ke dalam tokonya dan menghubungi seseorang di seberang sana
"Hallo, George" sapa Summy dengan khawatir
"Bibi Summy, ada apa?"
"Lavender tiga jam yang lalu di bawa pergi oleh 8 orang berpakaian hitam"
"Apa? 8 orang?".
"Iya, aku baru tahu sekarang karena ada tetangga yang memberitahu ku"
"Baiklah aku mengerti. Bibi, jangan khawatir aku akan mencarinya"
__ADS_1
Tidak lama kemudian mereka pun memutuskan panggilannya
Kediaman Kurashi
Di saat mereka sedang sibuk sehingga tidak begitu memerhatikan Lavender, Lavender yang sedang duduk di ruang tamu mengambil kesempatan untuk mengirim lokasinya ke nomor George, karena di luar kediaman itu masih di jaga ketat oleh beberapa anggota Kurashi. tidak lama kemudian Kurashi tiba ke kediaman itu.
"Tuan muda" sapa serentak anggotanya yang melihat Kurashi beranjak masuk ke dalam rumah
"Lavender, apa kau tidak apa-apa?" tanya Kurashi yang menghampiri Lavender yang sedang duduk di ruang tamu
"Aku tidak apa-apa. maaf, aku hanya ingin memasak karena bosan mereka mengurung ku di kamar terus, dan tidak tahu bisa begini jadinya" ucap Lavender dengan berpura-pura
"Tidak apa-apa, ini bukan masalah besar, yang penting kamu tidak terluka" jawab Kurashi dengan merasa khawatir
"Aku tidak terluka tapi apinya menakutkan sehingga jantung ku hampir hilang..eh....maksud ku hampir berhenti berdetak, dan aku juga ingin pulang, aku sudah lama keluar nanti bibi ku marah lagi" ujar Lavender
"Nanti akan ku antar mu pulang, ada sesuatu yang ingin ku katakan pada mu, mari ikut aku" ajak Kurashi yang memegang tangan Lavender dan berjalan ke arah kamar
Klek
Kurashi membawa Lavender ke kamarnya yang di lantai 2 dan mengunci pintu tersebut
"Kenapa kau membawa ku ke kamar mu?"
"Lavender, mari kita menikah"
"Ha..? menikah? kenapa kau ingin mengajak ku menikah?"
"Kau tahu aku tidak akan menerimanya"
"Jika kau sudi kita bisa langsung tinggalkan tempat ini" kata Kurashi sambil maju langkahnya dengan menghampiri Lavender
"Tidak! tidak, aku tidak mau, aku masih ada bibi ku di sini" jawab Lavender dengan menolak dan ingin melangkah ke arah pintu
"Lavender, dengarkan akan aku dulu, jika kau menerima ku maka aku tidak akan menyerang George lagi, kami akan berdamai" kata Kurashi dengan sengaja dan menahan lengan Lavender
"Kau melamar ku dan mengunakannya untuk mengancam ku?"
"Bukan mengancam, ini adalah kenyataan, aku yakin kau tidak mau terjadi pertarungan diantara kami kan?"
"Apa kau bodoh? memang aku peduli kau mau bertarung dengan siapa, mengenai Gorila tidak perlu aku yang khawatir, dia sudah lama di dunia mafia jadi aku juga tidak pernah cemas sama sekali" jawab Lavender dengan cuek
"Lavender, hari ini walau kau tidak menerima ku aku tetap akan menjadikan mu milik ku seutuhnya" kata Kurashi dengan mengendong Lavender dan menghempaskannya ke kasur
"Wooiii...apa yang kau lakukan?" bentak Lavender dengan kesal
Kurashi melepaskan bajunya dan mulai menindih Lavender
__ADS_1
"Lepaskan aku dasar binat*ng" ketus Lavender dengan emosi
"Lavender, kau adalah milik ku" ucap Kurashi dengan ingin mencium bibir Lavender
Lavender berusaha mengelak ciuman pria itu
"Cepat lepaskan aku, jika tidak kau akan menyesalinya" bentak Lavender yang mengelak ciumannya
Kurashi mengabaikan teriakan Lavender dan melanjutkan ciumannya di leher Lavender
Lavender berusaha ingin mendorong tubuh pria itu tapi apalah daya tenaganya tetap kalah dari pria itu
"Kura-kura, lepaskan aku" teriakan Lavender yang berusaha meronta
Kurashi mencium Lavender dengan liar dengan niat ingin melepaskan bajunya
"Dasar burung tidak berguna ingin menyentuh ku" ketus Lavender di dalam hati
Lavender yang tidak bisa mendorong pria itu lalu dirinya pun mengeluarkan senjata dari tasnya yang selalu dia bawa itu.
"Cepat mau lepas atau tidak?" teriak Lavender dengan kesal
"Aku tidak akan melepaskan mu" jawab Kurashi dengan mencium leh*r Lavender
Dor....
Tembakan yang di lakukan oleh Lavender
"Aaargggttthhhh" teriakkan Kurashi yang mengerang kesakitan sehingga berguling jatuh ke lantai, rasa sakit yang luar biasa di rasakan olehnya
"Bagaimana masih ingin menodai ku? maka jangan salahkan aku jika aku menghancurkan barang tidak berguna mu itu" ketus Lavender yang bangkit dari kasur dan berdiri di depan Kurashi yang terkapar di lantai
Mendengar bunyi tembakan dan teriakan Kurashi semua anggota menuju ke lantai dua. sambil menobrak pintu kamar
Brak...brak...Gubrak....
Bunyi hentakan pintu hingga terbuka
"Tuan muda" teriak serentak semua anggota yang melihat Kurashi berlumuran darah di bagian bawahnya itu
"Jika kalian mendekat maka aku akan memecahkan kepalanya" bentak Lavender dengan mengancam
"Aaarttgghh" jeritan Kurashi yang kesakitan dengan mengeluarkan air matanya, karena dirinya tahu jika hidupnya sudah hancur
"Kau berani sekali melukai tuan muda kami" bentak mereka dengan kesal
"Jangan salahkan aku, ini semua karena paksaan dia, oleh karena itu aku hancurkan saja agar lain kali tidak bisa seenaknya sama wanita" jawab Lavender dengan tanpa rasa takut sambil menodong senjata ke arah Kurashi yang sedang kesakitan
__ADS_1
Bab selanjutnya
Kurashi ingin mengakhiri hidupnya