Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Lavender dan Bruce melarikan diri lagi


__ADS_3

"Toloooooonng....tolooooonng.."Teriakkan seorang pria yang tidak jauh jaraknya dengan Lavender


"Kalian jangan mengejarku lagi, aku hanya mengambil sebiji buah kalian sudah mengejar ku selama satu jam dan mengigit ku" teriak pria itu yang sedang di kejar sekelompok hewan


"Ma....mama.....mama....mama...tolong aku usir mereka" teriakan pria itu sambil menangis yang pakaiannya compang camping dan koyak sana sini


"Tenyata selain aku masih ada yang meminta tolong di dalam hutan ini" gumam Lavender yang sedang berlari


Di saat Lavender berlari dengan laju tiba-tiba saja~βœ“


Bruk....


Tabrakan Lavender dengan pria itu yang tiba-tiba muncul di sana


"Aarrrrggghhtt" teriakan serentak Lavender dan pria itu yang sama terhempas ke atas tanah


"Sakit sekali tubuh ku" keluhan Lavender


"Nona, kenapa kau berjalan tidak melihat jalan?" tanya pria itu tanpa melihat ke arah Lavender


Sesaat kemudian mereka saling memandang antara satu sama lain


"Kau" ucap serentak mereka berdua


"Kenapa kau ada di sini?" tanya serentak mereka berdua


"Aku di kejar Buaya sama kecoak, kenapa kau bisa ada di sini?" jawab Lavender yang sedang kecapean


"Aku di kejar sekumpulan monyet" jawab Pria itu yang tidak lain adalah Bruce


Dalam sesaat mereka melupakan keberadaan buaya dan monyet yang sedang menghampirinya


Di saat Bruce melihat ke arah buaya dan Lavender melihat ke arah sekelompok hewan yang mengejar Bruce, mereka pun sama-sama berteriak


"Aaarrrggtttt" teriak serentak mereka berdua


"Buayaaaaa" teriak Bruce yang melihat hewan itu semakin dekat dengan mereka


"Monyeeeeeet" teriak Lavender yang memandang ke arah para sekumpulan monyet yang mengejar ke arah mereka


"Cepat lariiiiiii" kata Lavender yang bangkit langsung melarikan diri lagi bersama Bruce


"Kenapa kau bisa di kejar sekumpulan monyet?" tanya Lavender yang sedang berlari


"Aku haus dan petik buah di pohon buah itu, tiba-tiba saja mereka datang menyerang makanya aku lari"


"Kenapa kau tidak izin dulu sama mereka?"


"Aku mana tahu ada monyet di sana" jawab Bruce yang sedang mempercepatkan langkahnya

__ADS_1


"Apa mereka sekampung ya kenapa bisa begitu banyak jumlahnya?" teriak Lavender


"Mana ku tahu" jawab Bruce yang sambil berlari


"Coba kau tanya mereka"


"Tanya kepala mu, mereka mana bisa mengerti bahasa kita"


"Coba kita mengajak damai dengan mereka, kelihatannya mereka sangat marah pada mu" ujar Lavender


"Ajak damai? apa kau tidak salah?"


"Woiiii.....monyeeeett...jangan kejar kami lagiiii..kejar buaya yang di belakang kami saja, kalian sangat imut beda dengan buaya yang tampangnya sangat jelek" teriak Lavender


"Apa kau tidak lelah? di saat berlari kau bisa saja bicara tanpa berhenti"


"Sudah cukup sial hidup ku di kejar oleh kawanan mu dan buaya, kecoak kemudian monyet" ketus Lavender


"Aku juga sama, nasib kita sama saja" ucap Bruce


"Tolooooong.....ada monyeeeeettt" teriakan Lavender


"Toloooonngg...ada buayaaaaa" teriakan Bruce


Di saat itu segombrolan monyet yang marah karena Bruce memetik buah di salah satu pohon di dalam hutan itu sehingga membuat mereka mengejar Bruce tanpa berhenti


Dan di saat yang sama Lavender yang bertemu kembali dengan Bruce menjadi incaran dua hewan sekaligus, mereka sama-sama melarikan diri dari kejaran buaya dan sekumpulan monyet


"Jangan salah kan aku juga, karena bertemu kembali dengan mu aku jadi incaran buaya" jawab Bruce


"Itu semua karena mu, kalau bukan karena kau ingin menangkap ku maka tidak mungkinkan kita masuk ke sungai, maunya buaya ini cari saja si singa jepang dan si cumi itu"


"Siapa si cumi?"


"Wanita yang bersama dengan kura-kura jepang itu" jawab Lavender


"Namanya Mimi bukan Cumi"


"Tidak tahu di masa lalu aku berhutang apa dengan mereka sehingga mereka mengejar ku tanpa berhenti" ngoceh Lavender yang sedang kesal


"Kalau berlari terus aku akan mati, aku sudah lama di kejar mereka"


"Aku juga sudah lama berlari dan sudah kelelahan"


"Woii.....hentikan jangan kejar kami lagi, kenapa kita tidak berdamai saja? damai itu indah kenapa kalian tidak tahu jika damai itu sangat indah" teriak Lavender


"Mereka adalah hewan mana mengerti soal ini"


"Iya, sama seperti bos mu itu tidak ada bedanya dengan mereka"

__ADS_1


"Dia bukan bos aku lagi, aku mau pulang kampung mencari Mama ku" jawab Bruce


"Akhirnya kau jadi manusia" kata Lavender dengan ceplas ceplos


"Aku memang manusia dari dulu" jawab Bruce


"Tapi otak mu tidak waras" ujar Lavender dengan sengaja


"Dasar kau wanita bodoh" ketus Bruce sambil menangis ketakutan


"Wooiiiii...kalian jangan mengejar ku lagiii...akan ku ledakkan hutan kalian ini" teriakan Lavender yang berlari dengan tanpa berhenti


"Kenapa kalian tidak mau berdamai...ha? jurusan apa yang kalian ambil dulu kenapa kalian tidak merasa lelah saat mengejar kami di sepanjang hutan" ocehan Lavender yang sedang kesal


"Lavendeeeeeerr...kau di manaaaa?" teriak George


Teriakan George di dengar oleh Lavender yang sudah tidak jauh posisinya


"Gorila Hamiiiiiiill......cepat tolong akuuuu" teriakan Lavender


"Apaaaa? Gorila? memang kau ada pelihara gorila ya?"


"Iya" jawab Lavender yang asal-asalan


George dan anggotanya mendengar suara Lavender dan mencari keberadaan suara itu berada, di saat George dan anggotanya sudah melihat Lavender dan Bruce mata mereka berbuka lebar dengan apa yang di lihat oleh mereka


"Gorila Hamil....tolong akuuuu" teriak Lavender yang berlari ke arah George


"Kenapa bisa begini?" ujar Patrick yang kebinggunan melihat sekumpulan monyet dan buaya itu


"Lavender...."ucap George yang langsung menghampiri Lavender dan memeluknya dengan tangan kiri dan melepaskan tembakan dengan mengunakan tangan kanannya


Dor....dor....dor....dor....dor...dor...


Bunyi tembakan beruntun dari George dan anggotanya mengenai buaya itu, karena terkena peluru maka buaya itu langsung berpaling arah dan meninggalkan mereka, sementara sekumpulan monyet pada meninggalkan tempat itu karena ketakutan mendengar bunyi tembakan


Bruce yang kelelahan langsung menghempaskan dirinya ke atas tanah seakan-akan sudah melupakan jika dirinya adalah dari kumpulan dari Kaneshiro


"Lelah sekali kaki ku" keluhan Lavender yang terduduk di atas tanah


"Lavender, apa kau terluka?" tanya George dengan khawatir


"Memang kau ada di mana tadi? kenapa sekarang kau baru tiba?" tanya Lavendee dengan tatapan tajam


"Aku mencari mu di seluruh dalam hutan ini, tapi tidak mendapatkan mu"


"Hutan ini hanya dalam satu tempat memangnya kau menyasar ke dunia lain sampai butuh seharian baru bisa menemui ku?" ketus Lavender dengan kesal


"Iya maaf, aku terlambat, dan bagaimana ceritanya kau bisa di kejar buaya dan monyet?"

__ADS_1


"Kenapa kau tidak tanya saja sama buayanya kenapa mengejar ku" jawab Lavender yang masih kecapean


__ADS_2