Mafia Berhati Malaikat

Mafia Berhati Malaikat
Lavender vs 2 pria


__ADS_3

Setiba di toko Summy langsung masuk ke dapur untuk memasak makanan yang telah di pesan langganannya. dan di bantu oleh Lavender yang sedang memotong sayur dan bahan lainnya.


"Lavender, ingat ya? kalung mu itu jangan di nampak orang lain, simpan baik-baik di dalam baju mu itu" Pesan Summy yang sambil sibuk di dapur


"Iya, Bi. selama ini aku menjaganya dengan baik, kenapa saja tiba-tiba, Bibi. takut kalung ini hilang?


"Karena kalung ini adalah jimat untuk mu, jadi harus di simpan baik-baik. dia juga melindungi mu maka sangat penting" Jawab Summy dengan alasan


"Baik. Bi" Jawab Lavender dengan menurut


"Ada lagi nanti antar pesanan ke langganan kita yang kamu hantar kemarin"


"Iya, aku akan menyiapkan dulu makanannya"


Setelah satu jam kemudian


"Bibi, aku pergi dulu" Pamit Lavender yang ingin pergi


"Iya, jangan nyasar lagi" Teriak Summy dengan nada tinggi


"Iyaaa" Balas Lavender yang sambil berjalan keluar dari tokonya


"Kenapa pria brengs*k itu bisa ada di sini? jika dia melihat Lavender seharusnya dia tidak mengenalnya, tapi anak ini sangat mirip dari ibunya, mudah-mudahan saja lain kali tidak melihat pria itu lagi" Gumam Summy yang merasa cemas


Lavender yang selesai mengantar pesanan langganannya dengan niat ingin kembali ke rumahnya dan di saat dia berjalan dia melihat sebuah kejadian yang tidak menyenangkan, seorang Nenek tua yang berdagang kecil-kecilan di tepi jalan itu di tindas oleh 2 pria yang berpakaian hitam, kejadian itu menarik perhatian warga yang mengelilingi tempat itu, akan tetapi tidak ada yang berani membantu Nenek itu tersebut.


"Tuan, tolonglah aku hanya penjual kecil saja dan tidak memiliki uang, dan aku harus mengobati cucu ku yang sedang sakit" Pinta Nenek tua itu yang terduduk di lantai dengan menangis


Barang dagangan Nenek itu di hancurkan oleh 2 pria itu yang ingin memeras uang Nenek tersebut, karena tidak memiliki uang maka mereka pun menghancurkan barang dagangan dan mendorong Nenek itu sehingga jatuh


"Tanpa uang aku akan menghancurkan semua barang mu, dasar si tua" Bentak Salah satu pria itu dengan menginjak barang yang telah berserakan di lantai itu


"Dasar tidak berguna, begitu banyak orang melihat tapi tidak menolong" Gumam Lavender yang menghampiri lokasi kejadian itu


"Hei.."Teriak Lavender yang menepuk pundak pria yang sedang menginjak barang dagangan


"Siapa?" Bentak Pria itu yang menoleh ke belakang


Bruk...


Pukulan Lavender mengenai pada mata pria itu


"Aarrttgghhtt " Jeritan Pria itu yang matanya kesakitan

__ADS_1


Tidak sampai di situ, Lavender langsung menendang pria itu


" Rasakan tendangan ku, hiaakkkkk" Teriakan Lavender yang menendang bagian bawah pria itu


Bruk...


"Aarhhhtt.."Teriakan pria itu yang kesakitan sehingga tergeletak di lantai sambil mengerang kesakitan


Pria yang satu lagi memeluk erat tubuh Lavender dari belakang.


"Lepaskan aku" Teriakan Lavender yang sedang meronta


"Ingin melawan kami lihat bagaimana aku menghajar mu" Bentak Pria itu yang memeluk erat Lavender


"Dasar pria tidak berguna" Teriak Lavender yang menginjak dengan kuat kaki pria itu yang memeluknya dari belakang


"Aargggtth.." Teriakan pria itu melepaskan pelukannya itu sambil bertengkak dengan rasa sakit pada kakinya


"kurang ajar, ingin menindas Nenek ini, aku beri kau pelajaran" Bentak Lavender dengan menendang ke perut pria itu


Bruk....


Tendangan kuat yang di lakukan oleh Lavender membuat pria itu jatuh tersungkur


"Aargghhhtt" Teriakan pria itu yang kesakitan di tangannya


"Hei...lepaskan dia" Bentak pria yang tadi terkena tendangan di bagian bawah tubuhnya


"Kalau kau berani mari sini" Tantang Lavender yang tidak mau kalah


"Kau menyakiti kami sama saja kau mencari masalah, jika Bos kami tahu kau pasti mati" Ancam pria itu


"Memang siapa bos mu? kenapa aku harus takut?" Tanya Lavender yang bersikap berani


"Semua orang mengenalnya sebagai macan serigala" Jawab Pria itu


"Kenapa bisa macan serigala?memangnya dia keturunan dari macan dan serigala?" Tanya Lavender dengan polos


"Kau, jangan menghina bos kami"


"Suruh saja macan tutul itu kemari, aku tidak takut" Ketus Lavender yang masih sedang menginjak tangan pria itu


"Macan serigala bukan macan tutul" Ketus pria itu

__ADS_1


"Tidak peduli siapa bos mu, aku juga ingin menendang bolanya" Teriak Lavender yang ceplas ceplos


Tidak lama kemudian tempat itu di datangi oleh beberapa mobil. seorang pria paruh baya yang memakai kalung emas di lehernya dan rambut panjang ikat di belakang turun dari mobil dan di temani oleh beberapa anggota dan berjalan ke arah lokasi tersebut.


"Bos, Sapa pria tadi yang langsung mendekati pria paruh baya itu. sementara temannya masih tergeletak di lantai dengan tangannya masih di pijak oleh Lavender


"Bos, tolong aku" Pinta pria itu yang sedang kesakitan


"Diaaam!" Bentak Lavender yang sambil menendang tubuh pria itu


Bruk...


"Aarggtthh.." Teriakan Pria itu yang kesakitan


Pria paruh baya itu lalu berjalan menghampiri Lavender dengan tatapan tidak beralih, dia melihat ke arah gadis itu dengan perasaan yang aneh.


Alih-alih takut Lavender malah menatap tajam ke arah pria paruh baya itu dengan rasa penuh kebencian


"Pria brengs*k ini kelihatan adalah macan tutul yang dia katakan tadi? kenapa aku bisa membencinya? padahal aku tidak mengenalnya" Batin Lavender menatap tajam ke pria itu


"Gadis ini sangat mirip dengannya, tatapan yang penuh kebencian ini yang ku lihat di 20 tahun yang lalu, apakah ini hanya satu kebetulan saja" Batin pria yang memakai kalung emas itu


"Apakah anda adalah Bos mereka?"Tanya Lavender dengan berani


"Benar, gadis muda, mereka adalah anak buah ku, dan aku ingin tahu kenapa, Nona. menghajar mereka?" Tanya Pria itu dengan senyum


"Bagaimana anda mengajarkan mereka? sehingga mereka menindas pedagang kecil yang sudah tua renta?"


"Jika mereka melakukan kesalahan maka aku akan mengantinya" Jelas Pria itu dengan santai


"Itu sudah pasti, obati luka Nenek ini dan dagangannya juga hancur di buat mereka yang tidak berguna ini" Kata Lavender sambil menendang Tubuh pria yang masih di injaknya itu


Bruk


"Aargghhtt.." Teriakan Pria itu yang menahan sakit


"Kau sangat berani tidak sopan di depan bos kami" Bentak anggota lain


"Lalu kenapa memangnya kalau bos kalian ada di sini? karena mereka tidak didik dengan baik maka biar aku yang mendidiknya" Balas Lavender dengan nada tinggi


"Gadis muda, kau sangat berani aku kagum pada mu, kau mengingatkan ku pada teman lama ku" Ucap pria itu dengan senyum


"Berikan uang biaya obat dan juga ganti rugi semua barang Nenek ini" Kata Lavender dengan tegas

__ADS_1


"Nona, siapa nama mu?"


__ADS_2