
George dan Lavender tiba di tempat tinggal masa kecilnya.
Rumah deretan sederhana di kunci selama ini tanpa ada yang tempati selama 25 tahun, pembunuhan terjadi di dalam rumah tersebut mengemparkan penduduk di daerah sana, oleh karena itu tidak ada yang berani menyewa atau membeli rumah itu
Rocky dan anggota lainnya datang untuk membersihkan kesekitaran rumah itu sebelum kedatangan George
"Ketua" sapa Rocky dengan sopan
"Rocky, ini adalah calon istri ku namanya Lavender" ucap George dengan memperkenalkan mereka berdua
"Lavender, Rocky datang untuk menunggu kita di sini" kata George dengan menatap ke arah Lavender
"Hi...kakak Koky, panggil nama aku saja" sapa Lavender dengan ramah
"Nona, nama ku adalah Rocky bukan Koky" balas sapaan Rocky dengan sopan
"Tidak apa-apa, lidah gadis ini memang ada masalah dari dulu, jadi biarkan saja" lanjut George dengan senyum dan berjalan masuk sambil merangkul pundak Lavender
"Ketua, semua barang ibu ketua masih ada di lemari, selama ini pemilik rumah tidak menyentuhnya sama sekali dan hanya mengunci rumah ini, kami bisa menghubunginya karena ada tetangga sebelah yang beritahu kami" ujar Rocky
George dan Lavender melangkah masuk ke kamar dan menghampiri lemari yang posisinya di pojokan itu
George membuka lemari dan melihat semua pakaian yang masih tergantung di dalam lemari itu, dengan tatapan penuh kerinduan terhadap sang ibunya yang harus tewas di bunuh oleh ayah kandungnya sendiri
George hanya bisa menatap diam semua pakaian yang ada di dalam lemari dengan merasakan kesedihan yang mendalam
"Selama 25 tahun aku merindukannya, dan hanya sisa pakaiannya yang ku dapatkan, sedikit pun aku tidak ada bayangannya" kata George dengan melihat kaos milik ibunya
"Ini bukan salah mu, di saat itu kau baru berusia 5 tahun" ujar Lavender yang berdiri di samping George
"Ayah ku sendiri membunuhnya, dan sekarang pria itu menjadi musuh terbesar ku, ini sangat lucu, ini menjadi sebuah lelucon di dunia mafia, seorang George Hamilton harus memiliki musuh besar yang tidak lain adalah ayah kandung sendiri" ujar George
"Jika memang harus hadapi maka ini tidak bisa di elakkan, bukankah di dunia mafia apa saja akan terjadi, jadi ini bukan salah mu ini semua adalah salahnya, dia membunuh istri sendiri dan meninggalkan anaknya di panti asuhan, semua kejadian berawal dari dia" kata Lavender yang merasa simpati pada George
George menoleh ke arah Lavender dan menarik pinggangnya
"Lavender, di dunia ini aku tidak memiliki keluarga, aku hanya mengenal baik diri mu dan juga Kakek Lion, kalian sudah seperti keluarga ku, aku hanya berharap kau akan selalu bersama ku" kata George dengan mencium bibir Lavender sambil memeluk erat pinggangnya
Setelah setengah jam kemudian
__ADS_1
Lavender yang merasa bosan berjalan-jalan di daerah rumah sana, tanpa dia sadari ada 4 pria asing sedang mengikutinya dari belakang
"Walau sini agak sepi tapi sini sangat nyaman, begini kehidupan Gorila semasa kecil" batin Lavender
"Aneh, kenapa aku merasa seperti di ikuti ya? hm...sini sangat sepi, bagus aku santai saja dan berjalan ke depan lagi mana tau ada orang, aku sudah jalan jauh tapi masih belum temukan jalan pulang, aku benar-benar parah bisa lupa jalan pulang" batin Lavender
Lavender yang sudah sadar ada yang mengikutinya dengan santainya dia berjalan sambil meloncat-loncat dan bernyanyi
"Gorila hamil, gorila hamil, gorila hamil, Lalalalalala..lalalalalala..lalalalalala, Gorila Hamil...Gorila Hamil....Gorila Hamil...lalalalala....lalalalala...lalalalala" nyanyian Lavender di sepanjang jalan sambil meloncat-loncat seakan tidak ada kejadian
"Ada 4 pencabuuul....4 pencabuuul...4 pencabuuul....Gorila Hamil....Gorila Hamil....Gorila Hamil...." nyanyian Lavender dengan berjalan meloncat-loncat
4 pria asing itu mengikuti langkahnya sambil mendengar nyanyiannya
"Kenapa nyanyiannya aneh sekali ya?"
"Apa di dunia ini ada lagu gorila hamil dan 4 pencabul?"
"Tidak tahu, mari kita ambil kesempatan menangkap dia"
"Dia tidak tahu jika kita ikuti dia, kelihatannya dia hanya wanita bodoh"
Di saat itu Lavender dengan berpura-pura tidak tahu jika 4 pria asing itu sedang mengikutinya, dirinya pun sengaja berjalan ke simpang gang perumahan itu
"Pencabuuuuuuuul" teriakan Lavender dengan nada yang memenuhi satu gang rumah sana
Karena teriakannya para tetangga sana pada lari keluar dan melihat ke arah nya
"Pencabuuuuuuuuul" teriakan Lavender dengan nada tinggi
Mendengar teriakan Lavender mereka pun menghentikan langkahnya
"Nona, di mana ada pencabul?" tanya salah satu dari tetangga sana
"Paman, mereka tadi sedang mengintip seorang nenek yang usianya sudah 90 tahun yang sedang mandi" jawab Levender dengan menunjuk ke arah mereka berempat
"Apaaaa? kalian brengs*ek" bentak serentak semua tetangga di sana sehingga mereka mengejar 4 pria asing itu sambil memegang sapu
"Lariiiii...itu tidak benar, kami hanya lewat jalan sini" teriak salah satu pria asing itu yang sedang melarikan diri bersama 3 temannya
__ADS_1
"Jangan lariiiiiiiiii" teriak serentak puluhan tetanggga yang di sana
Semua tetangga sana mengejar langkah 4 pria itu, Lavender yang melihat kejadian ini meloncat dengan kegirangan
"Woooiiiii...pencabuuuul, ingin menangkap ku tidak semudah itu karena aku adalah Lavendeeeerrrr" teriak Lavender dengan kegirangan
"Hahahahahaha...ingin melawan ku lihat aku siapa dulu, trik ini sudah sering ku gunakan untuk melawan bibi ku, meminjam tetangga untuk melawan" ujar Lavender
"Nona Levender" suara panggilan seseorang yang muncul dari belakangnya
"Kau bukannya si..si anggota singa itu" ucap Lavender yang menjauhkan jaraknya dari Akira
"Nona, jangan main ulah lagi, ikut aku pergi dan kau akan aman-aman saja" kecam Akira dengan menodong senjatanya ke arah Lavender
"Apa bos mu itu ingin bertemu dengan ku lagi? ingin mengajak ku minum teh?" tanya Lavender yang tanpa yang rasa takut
"Benar! silahkan ikut aku" ajak Akira dengan tatapan tajam
"Hm...dasar, mengancam ku dengan senjata, aku rasa dia tidak akan membunuh ku, dia hanya ingin menakuti ku saja" batin Lavender
"Iya..iya..aku akan ikut kau pergi tapi simpan dulu senjata mu itu, lagi pula kau adalah pria jadi mana mungkin aku bisa melawan mu" ujar Lavender
"Bagus kalau begitu, jangan mencari masalah, karena tidak ada yang bisa menyelamatkan mu" kecam Akira
Trek.....
Bunyi tebasan dari pedang yang di lakukan oleh George mengenai tubuh bagian belakang Akira
"Aarggttthhhh" jeritan Akira yang tewas langsung di tempat
"Hah...apa dia sudah mati?" tanya Lavender yang menunduk melihat wajah Akira
"Lavender, apa kau terluka?" tanya George yang menghampiri Lavender dan menarik lengannya
"Aku tidak apa-apa"
"Kenapa kau bisa berjalan begitu jauh? aku dan Rocky sedang mencari mu" ucap George
"Aku hanya ingin jalan-jalan dan melihat daerah sini, dan aku nyasar oleh sebab itu aku tidak bisa pulang" jawab Lavender
__ADS_1